Assalamu'alaykum warahmatullahi wabarakatuh,

Memperhatikan postingan masalah ini memang perlu kita perhatikan.  Untuk lebih 
dari itu harus kita lebih berhati-hati dalam menelaahnya, mengambil keputusan 
dan sikap, apalagi kalau kita berani memutuskan bahwa pemahaman yang dimana 
kita tidak atau masih ragu apakah pemahaman ini sesuai dengan syariat Islam.  
Dalam hal ini Syariat Islam satu-satunya dan HARUS berdasarkan "Firman Allah 
subhanawata'ala, Sabda Rasulullah salallahu'alayhi wasallam, segala apa yang 
dibawa (difahami dan amalkan) oleh para sahabat ridwanullahi'alayhim ajma'in".

Yang ana lihat dari kupasan Dr. Salamun (May Allah tabarakah wata'ala guide 
you), mengenai masalah pernikahan dan sampai ke masalah placenta.  Bisa jadi, 
penjelasan Pak dokter benar dan bisa jadi salah, semua ini harus dilihat dari 
kaca mata syariat Islam.  Yang jelas yang harus kita akui bahwa segala apa yang 
di keluarkan oleh Islam tidak mungkin bertabrakan dengan Science, artinya 
selalu bersesuaian dengan Islam.  

Referensi bisa dibaca pada The Bible, The Qur'an and The Science by Dr. Maurice 
Bucaille.  Tapi Ingat diapun terjebak dalam kekeliruan yang fatal dalam usaha 
memahami The Holy scripture of Islam khususnya masalah penulisan dan 
pengumpulan Hadist-2 Nabi salallahu'alayhi wasallam yang dia setarakan dengan 
bagaimana para pemuka nashari dan yahudi membukukan kitab-2 sucinya. Ditambah 
juga pengalihan makna dari beberapa ayat Qur'an dari makna sebenarnya yang 
difahami oleh para salafus-soleh, serta penolakan hadits-2 sahih menurutnya 
tidak sejalan dengan Science.  Tapi, bukunya masih bisa kita gunakan sebagai 
bahan pendukung argumentasi bila kita gunakan dalam rangka perdebatan dengan 
nasrani dan yahudi khusus dalam masalah ke-authentic-an kitab suci, 
wallahu'alam.

Yang perlu kita perhatikan secara garis besar, bahwa dalam Islam terbagi dua, 
sebagian ada informasi dari Islam yang mungkin bisa kita cerna dengan daya akal 
manusia dan sebagiannya tidak mungkin sama sekali daya akal manusia 
menganalisanya.

Yang tidak mungkin daya akal manusia menganalisa:  masalah Ukhrowi, seperti 
info masalah surga, neraka, ruh, pengadilan dan timbangan di akhirat, wujud 
Allah azza wajall, nasib insan masa depan, kita akan dibangkitkan kembali 
seperti manusia lagi dalam keadaan telanjang bulat, alam barzakh, dst.  ini 
semua tidak mungkin kita analisa tapi wajib (tidak boleh tidak) kita imani.

Yang mungkin bisa dicerna oleh akal: adalah hal yang diluar dari masalah 
ukhrowi, seperti penjelasan masalah lautan, binatang, manusia dan seluruh alam 
semesta yang nyata bagi akal dan panca indera manusia, dst.  Islam telah 
mengungkapkan semuanya ini pada zaman Nabi salallahu'alayhi wasallam hidup 
yaitu pada abad ke-7.  Wajib bagi kita untuk mengimani bahwa apa yang dijelas 
oleh Allah azza wajall melalui wahyu (yaitu Qur'an dan Sunnah) pasti benar 
100% dan ini pasti sesuai dengan akal sehat manusia, kalau menurut akal manusia 
tidak bisa diterima maka cela-lah akal manusia bukan wahyu-Nya.  Walaupun 
eksperimen manusia itu bisa benar dan juga dimungkinkan bisa jatuh pada 
kesalahan, tapi INGAT kalau kita benar-benar beriman kepada Allah azza wajall 
dan Muhammad rasulullah dan hari akhir maka kebenaran akan (masalah diluar 
ukhrowi) ini bukan sama sekali tergantung pada hasil eksperiment manusia, tapi 
tergantung absolutely pada apa yang di wahyukan oleh Allah rabbul'alamin.

Jadi bisa perjelas lagi disini, kebenaran yang didapat manusia menurut akalnya, 
maka dia dapatkan kebenarannya melalui penganalisaan menurut akalnya, akhirnya 
berteori, selang beberapa puluh tahun atau ratusan tahun bisa dibuktikan dengan 
eksperimentnya, kemudian didapatkanlah bahwa ini adalah kebenaran yang pasti.  
Tapi ingat, kadangkala, bisa juga kebenaran pasti yang telah melalui beberapa 
puluh atau ratusan tahun eksperiment, setelah kemajuan peralatan technology 
meningkat bisa menjadi kesalahan, bisa memalukan, meresahkan halayak dunia 
bahkan bisa mencelakakan. 
"Dan sesudahnya mereka menyesatkan kebanyakan (manusia); dan janganlah Engkau 
tambahkan bagi orang-orang yang zalim itu selain kesesatan." Nuh ayat 24 

Dasar manusia dan namanya juga manusia yang gampang menyombongkan diri 
dihadapan Allah azza wajall, aktsaran-naasi laa ya'lamuun

"Sesungguhnya penciptaan langit dan bumi lebih besar daripada penciptaan 
manusia akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui."  Al-Mu'min ayat 57. 

Mengapa kebanyakan dari kita enggan untuk mendahulukan Wahyu Allah subhanallahu 
ta'ala diatas yang lainnya,  seterusnya mengapa kebanyakan kita enggan 
mempelajari Wahyu Allah subhanallahu ta'ala diatas yang lainnya, mengapa 
kebanyakan dari kita enggan memegang teguh kebenaran Wahyu Allah subhanallahu 
ta'ala diatas kebenaran yang disangka-sangka oleh makhluq-Nya?  Wallaahu'alam

Ana ingatkan akan penjelasan ana ini, bukan berarti meremehkan orang yang 
mencari ilmu dan berilmu keduniaan apalagi mempesimiskan gairahnya, tidak sama 
sekali.  Yang ana fahami bahwa Islam tidak melarang manusia untuk mempelajari 
ilmu keduniaan hingga setinggi dan sedalam apapun.   Yang dilarang oleh Islam 
adalah menomor duakan segala kebenaran yang diwahyukan Allah azza wajall 
dibawah kebenaran yang disangka pasti, yang dihasilkan dari hasil nalar daya 
akal manusia.  Sebaiknya manusia tunduk, merendahkan dan menyungkurkan wajahnya 
dihadapan kebenaran apa yang diwahyukan Allah subhanallahu ta'ala

Wassalamu'alaykum warahmatullahi wabarakatuh, ibnu alkherid


----- Original Message ----
From: Dr.Salamun Sastra <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Wednesday, July 2, 2008 4:48:06 AM

Assalamualaikum,
Kembali lagi pada istilah, plasenta yang lahir mengikuti bayi kita itu bagian 
dari manusia, bukan khewan !!!
Plasenta itu tidak dipotong dari bagian tubuh ibu...sama dengan bayi lahir 
sendiri...tidak ada bagian yang dipotong..ia lahir utuh.
Kewajiban saya sebagai seorang ahli di bidang kedokteran serta mengangkat 
sumpah pada waktu dilantik untuk menjelaskan hal2 yang benar, istilah2 yang 
diutarakan dengan salah !!
Dalil dari Allah itu sudah baku tetapi interpretasinya yang salah apalagi 
implementasinya lebih lagi dibelokkan !!!
Ini contoh yang paling baik dari isi hadits tersebut dengan kenyataan apakah 
sebenarnya plasenta tersebut !!!
Semoga bermanfaat dan menambah terangnya segala sesuatu
Wassalam,
Dr.Salamun

> To: [EMAIL PROTECTED] s.com
> From: zaadul_maad@ yahoo.com
> Date: Tue, 1 Jul 2008 03:41:12 -0700
> Subject: Re: [assunnah] menangani plasenta bayi
>
> Terdapat hadits yang shahih :
>
> maa quthi'at minal bahimah wahiya hayyah, fahiya mayyitun (CMIIW), aw kama 
> Qoola Annaby shallallahu 'alayhi wa 'ala alihi wasallam,
>
> Artinya : "Semua yang dipotong dari hewan dalam keadaan masih hidup adalah 
> bangkai"
>
> HR Abu Daud no. 2858 dan Ibnu Majah no. 3216 dan dishohihkan Al Albani dalam 
> shohih sunan Abu Daud
>
> Bisakah hadits di atas dapat dijadikan kata pemutus tentang status daging 
> plasenta ?
>
> terlebih keharaman daging manusia asysyad-lebih kuat-dari keharaman daging 
> hewan.
>
> Oya, dalam permasalahan medis, dokter tidak bisa menjadi muftie untuk 
> menentukan kehalalan dan keharaman sesuatu, peran dokter hanya memaparkan 
> hasil empiris yang didapatinya dari hasil penelitian atau praktik pengobatan, 
> adapun fatwa, harus dikembalikan ke ahli syar'ie yakni ulama.
>
> Jadi teringat ceramah Syaikh Ibn Ishaq Alhuwayni hafizahullah yang membantah 
> ucapan sebagian dokter yang melarang pelaksanaan khitan pada wanita, karena 
> dianggap menyakiti sang bayi wanita. Namun, syariat yang muhkamah berbicara 
> lain dalam masalah ini. Demikian juga masalah onani, menurut medis, sama 
> sekali tidak ada efek negatif yang ditimbulkannya baik secara mental dan 
> psikologis-katanya- .. sehingga para dokter pun menganggap hal onani sah-sah 
> saja dan sebagian bahkan menganjurkannya ! Wallahu Almusta'an.
>
> Wallahu a'lam

------------------------------------

Website anda http://www.almanhaj.or.id
Download MP3 -Free kajian Islam- http://assunnah.mine.nu
Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : http://milis.assunnah.or.id/mlbios.php/aturanmilis/Yahoo! 
Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke