Waalaikumsalam warahmatullah,

Muttafaqun alaihi? Berarti diriwayatkan oleh *Imam Bukhari dan Muslim*?
Walhasil, jauh panggang dari api.

Inilah perlunya mengingatkan manusia dari terjatuh dalam perkataan yang
disangka hadits, namun ternyata sama sekali bukan hadits Nabi.

Dalam kitabnya Hadits-Hadits Dlo'if dan Maudhu' jilid 1, al ustadz Abdul
Hakim -hafidzahullah- mengatakan berkenaan dengan hadits yang dibawakan ini
pada halaman 336.

- awal kutipan-

"Kami kaum yang tidak makan sampai kami lapar, dan apabila makan, kami tidak
sampai kenyang."

TIDAK ADA ASALNYA. Hadits yang masyhur ini, yang beredar demikian cepatnya
dari mulut ke mulut, dari satu mimbar ke mimbar yang lainnya, yang
disandarkan atas nama Nabi yang mulia Shallallahu alaihi wasallam, *sama
sekali tidak ada asal usulnya*. Bertahun-tahun lamanya saya *mencari sanad
hadits ini* dalam kitab-kitab hadits dan yang selainnya, hanya untuk
mengetahui asal-usul hadits yang sangat masyhur ini, tetapi saya tidak
menemukannya sampai hari ini saya menuliskannya dan memasukkannya di kitab
saya ini.

-selesai kutipan-

Jadi, ikhwah fillah, baiknya kita  berhati-hati dalam menyandarkan perkataan
kepada Nabi, sebagaimana yang dilakukan oleh  sebagian orang yang dengan
mudah memberikan  klaim bahwa perkataan tersebut adalah hadits Nabi, tetapi
kenyataannya bukan.

Dan cukuplah ancaman dari Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam ini menjadi
pengingatnya;

"Barangsiapa menyampaikan suatu perkataan dariku yang telah diketahui bahwa
itu adalah kedustaan yang dibuat-buat, maka ia termasuk salah seorang
pendusta." (HR. Muslim)

Wallahu ta'ala a'lam
Syamsul





2008/7/17 hanif hanif <[EMAIL PROTECTED]>:
> assalamu alaikum
>
> Saya browsing di internet kok nemu seperti ini
> Ada yang tahu keshahihan hadits di bawah ini?
>
> "Kami adalah sebuah kaum yang tidak makan sebelum lapar dan bila kami
makan
> tidak terlalu banyak (tidak sampai kekenyangan)"(Muttafaq Alaih)
>
> Dan waktu iseng2 browing di internet dengan search:
> "makan ketika lapar dan berhenti makan sebelum kenyang"
> semua website merefer ke perkataan Nabi. Mengenai benar/salahnya, Allahu
> A'lam.
>
> salam,
>
> hanif
>
> 2008/7/16 rivai rahman <[EMAIL PROTECTED]>:
>
>> ----- Original Message -----
>> From: "Dr.Salamun Sastra" <[EMAIL PROTECTED] <onco98%40hotmail.com>>
>> To: <[email protected] <assunnah%40yahoogroups.com>>
>> Sent: Monday, July 14, 2008 10:04 PM
>> Subject: RE: [assunnah] pola makan nabi
>>
>> > Assalamualaikum,
>>
>> wa`alaykumussalam warahmatullah wabarakatuh
>>
>> > *Pola makan nabi setahu saya hanya satu : Makan sebelum lapar dan
>> berhenti
>> makan sebelum kenyang,*
>> > Hal ini dengan mudah dapat diterangkan secara ilmiah melalui dasar2
ilmu
>> kedokteran, yaitu anatomi, histologi, fisiologi, biologi.
>> > Kalau menerangkannya betul dan baik, nah itulah kebesaran ajaran Nabi
>> kita
>> Muhammad SAW.
>> > Untuk menjelaskan pola makan Nabi yang hanya 8 kata tersebut dibutuhkan
>> > 8
>> semester penuh.
>> > Kalau 4 sehat 5 sempurna itu ciptaan Prof.Dr.Poorwo soedarmo untuk
>> > bangsa
>> indonesia dan itu bukan pola makan tapi pola gizi untuk bangsa
>> Indonesia...cara makannya ya itulah seperti pola makan Nabi...mudah2 an
>> bisa
>> faham apa yang saya jelaskan ini.
>> > Wassalam
>> > Dr.Salamun
>>
>> Assalamualaykum Warrohamtullohi Wabarokatuh
>>
>> Tanggapan :
>>
>> *Pola makan nabi setahu saya hanya satu : Makan sebelum lapar dan
berhenti
>> makan sebelum kenyang, *
>>
>> Antum ketemu langsung dengan nabi sehingga antum menulis
>> demikian???(*Setahu
>> saya)*
>>
>> Pak Dokter, syari'at itu berdasarkan dalil2/nash2 yang shahih, bukan
>> sepengetahuan antum.
>>
>> Ahsan antum mencari ilmu dahulu sebelum memberikan pendapat. Dan satu
lagi
>> berpendapat berdasarkan dalil yang shahih
>>
>> Wassalam
> 

Kirim email ke