Wa'aaykumsalam,

"Aku wasiatkan padamu agar engkau bertakwa kepada Allah, patuh dan ta'at, 
sekalipun yang memerintahmu seorang budak Habsyi. Sebab barangsiapa hidup 
(lama) di antara kamu tentu akan menyaksikan perselisihan yang banyak. Karena 
itu, berpegang teguhlah pada sunnahku dan sunnah khulafa'ur rasyidin yang 
(mereka itu) mendapat petunjuk. Pegang teguhlah ia sekuat-kuatnya. (Dan 
hati-hatilah terhadap setiap perkara yang diada-adakan, karena semua perkara 
yang diada-adakan itu adalah bid'ah, sedang setiap bid'ah adalah sesat (dan 
setiap yang sesat tempatnya di dalam Neraka)." HR. Nasa'i dan At-Tirmi-dzi, ia 
berkata hadits hasan shahih).

Demokrasi adalah hal baru dalam islam, yang perlu ditekankan disini adalah 
bukan masalah boleh atau tidaknya ikut serta dalam pemilu, tapi amirul kita 
menggunakan pemilu untuk mengangkat pemimpin kita, dan masalahnya Nabi 
Shollollahu 'alaihi wassalam, mengajarkan kita untuk taat kepada amirul, 
"barang siapa taat kepada amirul, maka dia taat kepadaku, barang siapa taat 
kepadaku maka dia taat kepada Allah, dan barang siapa bermaksiat kepada amirul, 
maka dia bermaksiat kepadaku, dan barang siapa bermaksiat kepadaku, maka dia 
bermaksiat kepada Allah."
kalau menurut ana, bukankah lebih baik kita ikut serta berpartisipasi, toh 
masalah pemilu ini adalah demi maslahat bersama...

dan akan lebih baik lagi jika ada dari anggota millist ini ikut berpartisipasi 
dalam pilpres mendatang... ini sih sekedar saran.. dari sepengetahuan ana 
banyak dari kalangan yang tidak ahli dalam memimpin justru malah mencalonkan 
diri sebagai calon presiden dari kalangan independen... daripada kepemimpinan 
jatuh kepada kaum kafir, fasik wal munafik, bukankah lebih baik jika ada dari 
anggota millist ini mencalonkan diri sebagai presiden dari jalur independen...

ini sih sekedar pendapat ana, ana melihat beberapa dari anggota millist tidak 
setuju dengan konsep demokrasi.. ana pribadi pun sependapat bahwa islam tidak 
mengenal demokrasi, tapi untuk merubahnya bukan hanya tidak menyetujuinya, tapi 
terjunlah dan rubahlah... kita dilarang untuk berdemo, tapi kita juga tidak 
bisa melihat rakyat miskin semakin miskin karena ulah oknum2 dalam 
pemerintahan...

ana berpendapat menjadi golput bukanlah solusi, tindakan nyata yang bisa kita 
lakukan sebagi rakyat adalah memilih pemimpin kita, dan bersabar. jika memang 
caranya harus dengan pemilu yang berkonsep demokrasi, ya ikutlah 
berpartisipasi...

ini sih sekedar pendapat ana.. yang niat untuk ikut serta berpartisipasi dalam 
pemilu 2009 nanti sebagai pemilih.. ana pribadi akan menggunakan hak pilih ana, 
dan ana harap semua anggota millist ini pun juga menggunakan hak pilihnya di 
pemilu nanti..

wassalammualaikum..



2008/7/31 Ahmad Ridha <[EMAIL PROTECTED]>

>   2008/7/28 muhammad ismail <[EMAIL PROTECTED]<taufikismail_81%40yahoo.co.id>
> >:
>
> Wa'alaykumus salaam warahmatullah,
>
> > Jujur saja karena dari artikel ini telah timbul keraguan2
> > beberapa ikhwan terhadap Manhaj yang Haq ini.
> >
>
> Mengapa bisa muncul keraguan terhadap manhaj? Ulama yang membolehkan
> biasanya menggunakan prinsip menolak bahaya yang lebih besar. Mereka
> tetap mengingatkan jeleknya sistem demokrasi. Jadi jangan disamakan
> dengan pihak yang awalnya menyatakan demokrasi jelek namun kemudian
> malah muncul sebagai pembela demokrasi. Sedangkan ulama yang tidak
> membolehkan memandang bahwa bahaya ikut serta dalam pemilihan itu
> lebih besar. Ini adalah pada tataran teoretis.
>
> Pada praktiknya, memang kita lihat upaya dari "dalam" seperti itu
> tidaklah membuahkan kemenangan sejati. Yang terjadi malah kompromi
> demi kompromi oleh mereka yang ada di parlemen dalam rangka meraup
> suara. Hal ini dapat kita lihat pada beberapa insiden terkait pilkada
> di Indonesia.
>
> Lihat:
>
> http://www.islam-qa.com/en/ref/107166
> http://www.islam-qa.com/en/ref/3062
>
> Maaf dalam Bahasa Inggris karena versi Bahasa Indonesianya belum ada.
> Untuk versi Bahasa Arabnya, ganti en pada URL dengan ar.
>
> Mengenai fatwa Syaikh al-'Utsaimin, mungkin yang dimaksud adalah yang
> dalam rekaman berikut:
>
> http://www.ibnothaimeen.com/all/sound/article_16230.shtml
>
> Allahu Ta'ala a'lam.
>
>
> --
> Ahmad Ridha bin Zainal Arifin bin Muhammad Hamim
> (l. 1400 H/1980 M)

------------------------------------

Website anda http://www.almanhaj.or.id
Download MP3 -Free kajian Islam- http://assunnah.mine.nu
Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : http://milis.assunnah.or.id/mlbios2/aturanmilis.php
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke