assalamu'alaikum saya fikir dalam memutuskan suatu perkara perlu diadakan sebuah diskusi diantara mereka yang meyakini hal tersebut boleh/tidak boleh,apalagi hingga menyangkut perbuatan tersebut dianggap bid'ah...
sy fikir sebagai bentuk penghormatan terhadap sesama muslim serta orang yg senantiasa berupaya untuk menerapkan sunnah secara shahih, hingga dalam upaya ber-thalabul 'ilmi...setiap golongan dalam memandang suatu dalil,atau penyikapannya terhadap suatu perbuatan/kebiasaan bisa saja berbeda...dilihat dari beberapa faktor kultural, individual, bahkan kemampuannya dalam mengetahui dalil.... dalam satu perkara,ada ulama' yang membenarkan suatu perbuatan itu benar namun disisi lain terdapat ulama' yang menyalahkan perkara tersebut, sehingga menimbulkan khilafiyah ulama', dan ini mestilah kita hargai..... terutama bagi kita yang sy yaqin kita masih dalam kapasitas mengikuti ulama', bukan dalam kapasitas sebagai mujtahid muthlaq spt 4 imam mazhab (imam abu hanifah,imam malik,imam syafi'i, dan imam ahmad bin hanbal), dng kemampuan ijtihad yang didukung dngn kapabilitas 'ilmu, karakter/sifat individu, kemampuan analisis perkara, dll. sehingga perbedaan yang kita yaqini benar, bukan malah menjadi alasan kita untuk menyalahkan, bahkan mencap sekelompok golongan salah mutlak, atau pada tataran ahlu bid'ah, apalagi disana banyak 'ulama-'ulama yang dari segi kemampuan masih jauh dibanding kita selaku orang yg selalu berupaya untuk menggapai 'ilmu agama, maka disanalah adab para penuntut ilmu sesungguhnya....... --- On Mon, 9/1/08, Abu Amin <[EMAIL PROTECTED]> wrote: From: Abu Amin <[EMAIL PROTECTED]> Subject: Bls: [assunnah] tanya al ma'tsurat karya hasan al banna To: [email protected] Date: Monday, September 1, 2008, 9:04 AM Barokallhufiekum. Wirid-wirid al-Ma'tsurat adalah � Lemah Atau Tidak Ada Asalnya. Tidak diragukan lagi bahwa dzikir dan do'a termasuk di antara ibadah-ibadah yang paling utama. Sedangkan ibadah wajib dilandaskan atas dalil yang tsabit (kuat) dan tidak boleh menetapkan suatu ibadah tanpa dalil atau dengan dalil yang dho'if (lemah). Maka tidak boleh seorang muslim mengamalkan suatu dzikir tertentu kecuali setelah meyakini bahwa dzikir tersebut dinukil dengan dalil yang tsabit dari al-Qur'an dan as-Sunnah (lihat bahasan Hadits Dho'if Dalam Fadho'il A'mal dalam Majalah Al-Furqon Edisi Spesial Ramadhan-Syawwal Tahun 6). Setelah kami meneliti do'a-do'a dan dzikir-dzikir dalam kitab al-Ma'tsurot ini ternyata ada beberapa dzikir yang lemah dalilnya atau bahkan tidak ada asalnya sama sekali, di antara do'a-doa dan dzikir-dzikir tersebut ialah: 1. Wirid Pertama: "Sesungguhnya kami terjaga di pagi hari dengan (kesadaran bahwa) / kerajaan (bumi dan segala isinya) ini seluruhnya adalah milik Alloh. Dan segala puji bagi Alloh, tiada sekutu bagi-Nya, tiada Robb selain Dia dan kepada-Nya kami akan dibangkitkan. " Wirid ini datang dalam hadits Abu Huroiroh radhiyallahu' anhu yang diriwayatkan oleh Bukhori dalam Adabul Mufrod 1/211 no. 604 dan, Ibnu Sunni dalam Amal Yaum wa Lailah hal. 74 dari jalan Abu Awanah dari Umar bin Abi Salamah dari bapaknya dari Abu Huroiroh radhiyallahu' anhu. Riwayat ini dikatakan oleh Syaikh al-Albani rahimahullahu : "Dho'if dengan lafazh ini , di dalam sanadnya terdapat Umar bin Abi Salamah az-Zuhri al-Qodhi, fihi dho'fun (padanya terdapat kelemahan)," ( Dho'if Adabul Mutrod hal. 60) 2. Wirid Kedua: "Ya Alloh nikmat apapun yang kuperoleh dan diperoleh seseorang di antara makhluk-Mu adalah dari-Mu, yang Esa dan tak bersekutu, maka bagi-Mu segala puji dan syukur." Wirid ini terdapat dalam hadits Abdulloh bin Ghonam al-Bayadhi yang diriwayatkan oleh Abu Dawud dalam Sunan-nya 4/318, Ibnu Hibban dalam Shohih-nya 3/143, Nasa'i dalam Sunan Kubro 6/5, Abu Bakar asy-Syaibani dalam Ahad wal Matsani 4/183, dan Baihaqi dalam Syu'abul Iman 4/89 dari jalan Rabi'ah bin Abi Abdirrohman dari Abdulloh bin Anbasah dari Abdulloh bin Ghonam al-Bayadhi. Abdulloh bin Anbasah dikatakan oleh adz-Dzahabi rahimahullahu : hampir-hampir tidak dikenal)." Riwayat ini dilemahkan oleh Syaikh al-Albani dalam Takhrij Kalimu Thoyyib hal. 73 dan Dho'if Jami' Shoghir: 5730. 3. Wirid Ketiga: Wirid ini terdapat dalam hadits Abdulloh bin Umar radhiyallahu' anhu yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah dalam Sunan-nya 2/1249, Thobroni dalam Mu'jam Ausath 9/101 dan Mu'jam Kabir 12/343, dan Baihaqi dalam Syu'abul Iman 4/94 dari jalan Shodaqoh bin Basyir dari Qudamah bin Ibrohim al-Jumahi dari Abdulloh bin Umar radhiyallahu' anhu. AI-Bushiri rahimahullahu berkata: "Sanad ini, terdapat kritikan padanya." (Mishbahu Zujajah 4/130) Shodaqoh bin Basyir dikatakan oleh Ibnu Hajar rahimahullahu� � dalam Taqrib: "Maqbul (yaitu diterima haditsnya jika ada penguatnya, kalau tidak ada penguatnya maka haditsnya lemah)." Qudamah bin Ibrohim dikatakan oleh Ibnu Hajar rahimahullahu dalam Taqrib: "Maqbul." Riwayat ini dilemahkan oleh Syaikh al-Albani dalam Dho'if Sunan Ibnu Majah hal. 308 dan Dho'if Jami' Shoghir: 1877. 4. Wirid Keempat : "Ya Alloh limpahkanlah sholawat atas junjungan kami Muhammad hamba-Mu, nabi-Mu, dan rosul-Mu, nabi yang ummi, dan atas keluarganya; dan limpahkanlah salam sebanyak yang diliput oleh ilmu-Mu dan dituliskan oleh pena-Mu, dan dirangkum oleh kitab-Mu " Sholawat ini adalah sholawat yang bid'ah yang tidak ada asalnya, tidak ada di dalam kitab-kitab hadits yang mu'tabar sepanjang penelitian kami. Wirid-wirid di atas (1 s/d 4) adalah yang lemah atau tidak ada asalnya. Di samping itu, di dalam kitab al-Ma'tsurot ini banyak wirid-wirid lain yang shohih lafazhnya tetapi bid'ah dari segi kaifiyyat (tatacara)nya karena memberikan bilangan bacaan-bacaannya yang tidak pernah ada tuntunannya dari Rosululloh Shollallahu 'Alaihi Wasallam . Do'a Robithoh yang Bid'ah Pada akhir kitab al-Ma'tsurot ini tercantum Do'a Robithoh yang berbunyi: "Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui bahwa hati-hati ini telah berkumpul untuk mencurahkan mahabbah (kecintaan) hanya kepada-Mu, bertemu untuk taat kepada-Mu, bersatu dalam rangka menyeru di (jalan)-Mu, dan berjanji selia untuk membela syari'at-Mu, maka kuatkanlah ikatan pertaliannya Ya Alloh, abadikan kasih sayangnya " Syaikh Ihsan bin Ayisy al-Utaibi rahimahullahu berkata: "Di akhir al-Ma'tsurot terdapat wirid robithoh, ini adalah bid'ah shufiyyah yang diambil oleh Hasan al-Banna dari tarikatnya, Hashshofiyyah. " .(Kitab TarbiyatuI Aulad fil Islam Ii Abdulloh Ulwan fi Mizani Naqd Ilmi hal. 126) Hukum Wirid-wirid Bid'ah Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullahu berkata: "Tidak diragukan lagi bahwa dzikir dan do'a termasuk di antara ibadah-ibadah yang paling afdhol (utama), dan ibadah dilandaskan alas tauqif dan ittiba', bukan atas hawa nafsu dan ibtida ', Maka do'a-do'a dan dzikir-dzikir Nabi Shollallahu 'Alaihi Wasallam adalah yang paling utarna untuk diamalkan oleh seorang yang hendak berdzikir dan berdo'a. Orang yang mengamalkan do'a-do'a dan dzikir-dzikir Nabi Shollallahu 'Alaihi Wasallam adalah orang yang berada di jalan yang aman dan selamat. Faedah dari hasil yang didapatkan dari mengamalkan do'a-do'a dan dzikir-dzikir Nabi Shollallahu 'Alaihi Wasallam begitu banyak sehingga tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata, Adapun dzikir-dzikir dari selain Nabi Shollallahu 'Alaihi Wasallam , kadang-kadang diharomkan, kadang-kadang makruh, dan kadang-kadang di dalamnya terdapat kesyirikan yang kebanyakan orang tidak mengetahuinya. Tidak diperkenankan bagi seorang pun membuat bagi manusia dzikir-dzikir dan do'a-do'a yang tidak disunnahkan, serta menjadikan dzikir-dzikir tersebut sebagi ibadah rutin seperti sholat lima waktu, bahkan ini termasuk agama bid'ah yang tidak diizinkan oleh Allah. Adapun menjadikan wirid yang tidak syar'I maka ini adalah hal yang terlarang, bersamaan dengan ini dzikir-dzikir dan wirid-wirid yang syar'I sudah memenuhi puncak dan akhir dari tujuan yang mulia, tidak ada seorang pun yang berpaling dari dzikir-dzikir dan wirid-wirid yang syar'i menuju kepada dzikir-dzikir dan wirid-wirid yang bid'ah melainkan (dialah) seorang yang jahil atau sembrono atau melampaui batas." (Majmu' Fatawa 22/510-511). Beliau juga berkata: "Seseorang yang berpaling dari do'a yang syar'i kepada yang lainnya -walaupun itu adalah hizb-hizb- (wirid-wirid) sebagian masyayikh (para syaikh)- maka yang paling bagus baginya adalah hendaknya tidak meluputkan bagi dirinya do'a yang lebih afdhol dan yang lebih sempurna, yaitu do'a-do'a Nabi Shollallahu 'Alaihi Wasallam, karena dia yang lebih afdhol dan lebih sempurna dari do'a-do'a yang lainnya dengan kesepakatan kaum muslimin, meskipun do'a-do'a yang lain tersebut diucapkan oleh sebagian masyayikh, apalagi jika do'a-do'a tersebut di dalamnya terdapat kesalahan atau dosa atau yang lainnya? Di antara orang-orang yang paling tercela adalah orang yang menjadikan hizb (wirid) yang tidak ma'tsur (dinukil) dari Nabi Shollallahu 'Alaihi Wasallam -walaupun itu adalah hizb-hizb sebagian masyayikh dan meninggalkan hizb-hizb Nabawiyyah yang diucapkan oleh Penghulu Bani Adam, Imam para makhluk, dan hujjah Alloh atas para hamba-Nya," (Majmu'Fatawa 22/525) Setelah melihat banyaknya hal-hal yang bid'ah dalam kitab al-Ma'tsurot ini, kami memandang bahwa kitab ini tidak layak dijadikan pegangan di dalam wirid-wirid keseharian seorang muslim. Kami menganjurkan agar saudara-saudaraku kaum muslimin memilih kitab-kitab dzikir lainnya yang mengacu kepada do'a dan dzikir yang shohih dari Nabi Shollallahu 'Alaihi Wasallam, di antara kitab-kitab yang kami anjurkan untuk dipakai adalah: 1. AI-Adzkar oleh aI-Imam, an-Nawawi bersama penjelasan derajat haditsnya dalam kitab Shohih wa Dho'if aI-Adzkar oleh Syaikh Salim bin Id al-Hilali. 2. Al-Kalimu Thoyyib oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah dengan takhrij Syaikh al-Albani. 3. Tuhfatul Akhyar oleh Syaikh Abdul Aziz bin Baz. 4. Shohih Kalimu Thoyyib oleh Syaikh al-Albani. 5. Hishnul Muslim oleh Syaikh Sa'id bin Ali bin Wahf al-Qohthoni, telah diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia. ----- Pesan Asli ---- Dari: fadhillah fadhl <fadhillah_alfadhl@ yahoo.com> Kepada: [EMAIL PROTECTED] s.com Terkirim: Senin, 1 September, 2008 11:52:25 Topik: Re: [assunnah] tanya al ma'tsurat karya hasan al banna wa'alaikumussalam warahmatullahi, al ma'tsurat bukan dzikir pagi dan petang dari Rasulullah walau di ambil dari kutipan Al-Qur'an. coba antum baca buku dzikir Ust. Yazid Abdul Qadir Jawas fadhillah Al Fadhl ----- Original Message ---- From: Erik Yuwanto <[EMAIL PROTECTED] com> To: [EMAIL PROTECTED] s.com Sent: Tuesday, August 26, 2008 9:17:31 AM Subject: [assunnah] tanya al ma'tsurat karya hasan al banna From: Firman.Anggur [mailto:sfirman@ batamec. com] Sent: Tuesday, August 26, 2008 8:42 AM To: '[EMAIL PROTECTED] ps.com' Subject: tanya al ma'tsurat karya hasan al banna Assalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh Ana mau nanya, apakah isi buku al ma'tsurat (dzikir pagi dan petang) karya imam hasan al banna adalah berisi dzikir2 yang diamalkan oleh Rasulullah? Jazakallah atas jawabannya. Firman Yahoo! Toolbar kini dilengkapi Anti-Virus dan Anti-Adware gratis. Download Yahoo! Toolbar sekarang. http://id.toolbar. yahoo.com ------------------------------------ Website anda http://www.almanhaj.or.id Download MP3 -Free kajian Islam- http://assunnah.mine.nu Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED] Ketentuan posting : http://milis.assunnah.or.id/mlbios2/aturanmilis.php Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/assunnah/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/assunnah/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
