sepertinya akh eko widiyarto lebih cenderung pd al ma'tsurat dan pembuatnya ya, 
cnderung utk menghargai setiap khilaf yg tjd, jgn lgsung menghukumi, wlpun slh 
satu pihak tlh mmbawa dalil2 yg nyata untuk menunjukkan krbatilan yg lain, ya 
mgkin ini salah satu bentuk saling mnghrgai perbedaan yg trjadi.


--- On Fri, 9/5/08, eko widiyarto <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
From: eko widiyarto <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: Re: Bls: [assunnah] tanya al ma'tsurat karya hasan al banna
To: [email protected]
Date: Friday, September 5, 2008, 2:08 AM

assalamu'alaikum



saya fikir dalam memutuskan suatu perkara perlu diadakan sebuah diskusi

diantara mereka yang meyakini hal tersebut boleh/tidak boleh,apalagi

hingga menyangkut perbuatan tersebut dianggap bid'ah...



sy fikir sebagai bentuk penghormatan terhadap sesama muslim serta orang

yg senantiasa berupaya untuk menerapkan sunnah secara shahih, hingga

dalam upaya ber-thalabul 'ilmi...setiap golongan dalam memandang suatu

dalil,atau penyikapannya terhadap suatu perbuatan/kebiasaan bisa saja

berbeda...dilihat dari beberapa faktor kultural, individual, bahkan

kemampuannya dalam mengetahui dalil....



dalam satu perkara,ada ulama' yang membenarkan suatu perbuatan itu

benar namun disisi lain terdapat ulama' yang menyalahkan perkara

tersebut, sehingga menimbulkan khilafiyah ulama', dan ini mestilah kita

hargai.....



terutama bagi kita yang sy yaqin kita masih dalam kapasitas mengikuti

ulama', bukan dalam kapasitas sebagai mujtahid muthlaq spt 4 imam

mazhab (imam abu hanifah,imam malik,imam syafi'i, dan imam ahmad bin

hanbal), dng kemampuan ijtihad yang didukung dngn kapabilitas 'ilmu,

karakter/sifat individu, kemampuan analisis perkara, dll.



sehingga perbedaan yang kita yaqini benar, bukan malah menjadi alasan

kita untuk menyalahkan, bahkan mencap sekelompok golongan salah mutlak,

atau pada tataran ahlu bid'ah, apalagi disana banyak 'ulama-'ulama yang

dari segi kemampuan masih jauh dibanding kita selaku orang yg selalu

berupaya untuk menggapai 'ilmu agama,



maka disanalah adab para penuntut ilmu sesungguhnya. ......



--- On Mon, 9/1/08, Abu Amin <abuamin1428@ yahoo.com> wrote:

From: Abu Amin <abuamin1428@ yahoo.com>

Subject: Bls: [assunnah] tanya al ma'tsurat karya hasan al banna

To: [EMAIL PROTECTED] s.com

Date: Monday, September 1, 2008, 9:04 AM



Barokallhufiekum.

Wirid-wirid al-Ma'tsurat adalah  Lemah Atau Tidak Ada Asalnya.

Tidak diragukan lagi bahwa dzikir dan do'a termasuk di antara

ibadah-ibadah yang paling utama. Sedangkan ibadah wajib dilandaskan atas

dalil yang tsabit (kuat) dan tidak boleh menetapkan suatu ibadah tanpa

dalil atau dengan dalil yang dho'if (lemah). Maka tidak boleh seorang

muslim mengamalkan suatu dzikir tertentu kecuali setelah meyakini bahwa

dzikir tersebut dinukil dengan dalil yang tsabit dari al-Qur'an dan

as-Sunnah (lihat bahasan Hadits Dho'if Dalam Fadho'il A'mal dalam Majalah

Al-Furqon Edisi Spesial Ramadhan-Syawwal Tahun 6).

Setelah kami meneliti do'a-do'a dan dzikir-dzikir dalam kitab al-Ma'tsurot

ini ternyata ada beberapa dzikir yang lemah dalilnya atau bahkan tidak ada

asalnya sama sekali, di antara do'a-doa dan dzikir-dzikir tersebut ialah:



1. Wirid Pertama:

"Sesungguhnya kami terjaga di pagi hari dengan (kesadaran bahwa) /

kerajaan (bumi dan segala isinya) ini seluruhnya adalah milik Alloh. Dan

segala puji bagi Alloh, tiada sekutu bagi-Nya, tiada Robb selain Dia dan

kepada-Nya kami akan dibangkitkan. "

Wirid ini datang dalam hadits Abu Huroiroh radhiyallahu' anhu yang

diriwayatkan oleh Bukhori dalam Adabul Mufrod 1/211 no. 604 dan, Ibnu

Sunni dalam Amal Yaum wa Lailah hal. 74 dari jalan Abu Awanah dari Umar

bin Abi Salamah dari bapaknya dari Abu Huroiroh radhiyallahu' anhu.

Riwayat ini dikatakan oleh Syaikh al-Albani rahimahullahu : "Dho'if dengan

lafazh ini , di dalam sanadnya terdapat Umar bin Abi Salamah az-Zuhri

al-Qodhi, fihi dho'fun (padanya terdapat kelemahan)," ( Dho'if Adabul

Mutrod hal. 60)



2. Wirid Kedua:

"Ya Alloh nikmat apapun yang kuperoleh dan diperoleh seseorang di antara

makhluk-Mu adalah dari-Mu, yang Esa dan tak bersekutu, maka bagi-Mu segala

puji dan syukur."

Wirid ini terdapat dalam hadits Abdulloh bin Ghonam al-Bayadhi yang

diriwayatkan oleh Abu Dawud dalam Sunan-nya 4/318, Ibnu Hibban dalam

Shohih-nya 3/143, Nasa'i dalam Sunan Kubro 6/5, Abu Bakar asy-Syaibani

dalam Ahad wal Matsani 4/183, dan Baihaqi dalam Syu'abul Iman 4/89 dari

jalan Rabi'ah bin Abi Abdirrohman dari Abdulloh bin Anbasah dari Abdulloh

bin Ghonam al-Bayadhi.

Abdulloh bin Anbasah dikatakan oleh adz-Dzahabi rahimahullahu :

hampir-hampir tidak dikenal)."

Riwayat ini dilemahkan oleh Syaikh al-Albani dalam Takhrij Kalimu Thoyyib

hal. 73 dan Dho'if Jami' Shoghir: 5730.



3. Wirid Ketiga:

Wirid ini terdapat dalam hadits Abdulloh bin Umar radhiyallahu' anhu yang

diriwayatkan oleh Ibnu Majah dalam Sunan-nya 2/1249, Thobroni dalam Mu'jam

Ausath 9/101 dan Mu'jam Kabir 12/343, dan Baihaqi dalam Syu'abul Iman 4/94

dari jalan Shodaqoh bin Basyir dari Qudamah bin Ibrohim al-Jumahi dari

Abdulloh bin Umar radhiyallahu' anhu.

AI-Bushiri rahimahullahu berkata: "Sanad ini, terdapat kritikan padanya."

(Mishbahu Zujajah 4/130)

Shodaqoh bin Basyir dikatakan oleh Ibnu Hajar rahimahullahu   dalam

Taqrib: "Maqbul (yaitu diterima haditsnya jika ada penguatnya, kalau tidak

ada penguatnya maka haditsnya lemah)."

Qudamah bin Ibrohim dikatakan oleh Ibnu Hajar rahimahullahu dalam Taqrib:

"Maqbul."

Riwayat ini dilemahkan oleh Syaikh al-Albani dalam Dho'if Sunan Ibnu Majah

hal. 308 dan Dho'if Jami' Shoghir: 1877.



4. Wirid Keempat :

"Ya Alloh limpahkanlah sholawat atas junjungan kami Muhammad hamba-Mu,

nabi-Mu, dan rosul-Mu, nabi yang ummi, dan atas keluarganya; dan

limpahkanlah salam sebanyak yang diliput oleh ilmu-Mu dan dituliskan oleh

pena-Mu, dan dirangkum oleh kitab-Mu "

Sholawat ini adalah sholawat yang bid'ah yang tidak ada asalnya, tidak ada

di dalam kitab-kitab hadits yang mu'tabar sepanjang penelitian kami.

Wirid-wirid di atas (1 s/d 4) adalah yang lemah atau tidak ada asalnya. Di

samping itu, di dalam kitab al-Ma'tsurot ini banyak wirid-wirid lain yang

shohih lafazhnya tetapi bid'ah dari segi kaifiyyat (tatacara)nya karena

memberikan bilangan bacaan-bacaannya yang tidak pernah ada tuntunannya

dari Rosululloh Shollallahu 'Alaihi Wasallam .



Do'a Robithoh yang Bid'ah

Pada akhir kitab al-Ma'tsurot ini tercantum Do'a Robithoh yang berbunyi:

"Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui bahwa hati-hati ini telah

berkumpul untuk mencurahkan mahabbah (kecintaan) hanya kepada-Mu, bertemu

untuk taat kepada-Mu, bersatu dalam rangka menyeru di (jalan)-Mu, dan

berjanji selia untuk membela syari'at-Mu, maka kuatkanlah ikatan

pertaliannya Ya Alloh, abadikan kasih sayangnyaÂ…"

Syaikh Ihsan bin Ayisy al-Utaibi rahimahullahu berkata: "Di akhir

al-Ma'tsurot terdapat wirid robithoh, ini adalah bid'ah shufiyyah yang

diambil oleh Hasan al-Banna dari tarikatnya, Hashshofiyyah. " .(Kitab

TarbiyatuI Aulad fil Islam Ii Abdulloh Ulwan fi Mizani Naqd Ilmi hal. 126)



Hukum Wirid-wirid Bid'ah

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullahu berkata: "Tidak diragukan lagi

bahwa dzikir dan do'a termasuk di antara ibadah-ibadah yang paling afdhol

(utama), dan ibadah dilandaskan alas tauqif dan ittiba', bukan atas hawa

nafsu dan ibtida ', Maka do'a-do'a dan dzikir-dzikir Nabi Shollallahu

'Alaihi Wasallam adalah yang paling utarna untuk diamalkan oleh seorang

yang hendak berdzikir dan berdo'a. Orang yang mengamalkan do'a-do'a dan

dzikir-dzikir Nabi Shollallahu 'Alaihi Wasallam adalah orang yang berada

di jalan yang aman dan selamat. Faedah dari hasil yang didapatkan dari

mengamalkan do'a-do'a dan dzikir-dzikir Nabi Shollallahu 'Alaihi Wasallam

begitu banyak sehingga tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata, Adapun

dzikir-dzikir dari selain Nabi Shollallahu 'Alaihi Wasallam ,

kadang-kadang diharomkan, kadang-kadang makruh, dan kadang-kadang di

dalamnya terdapat kesyirikan yang kebanyakan orang tidak mengetahuinya.

Tidak diperkenankan bagi seorang pun membuat bagi manusia dzikir-dzikir

dan do'a-do'a yang tidak disunnahkan, serta menjadikan dzikir-dzikir

tersebut sebagi ibadah rutin seperti sholat lima waktu, bahkan ini

termasuk agama bid'ah yang tidak diizinkan oleh Allah. Adapun menjadikan

wirid yang tidak syar'I maka ini adalah hal yang terlarang, bersamaan

dengan ini dzikir-dzikir dan wirid-wirid yang syar'I sudah memenuhi puncak

dan akhir dari tujuan yang mulia, tidak ada seorang pun yang berpaling

dari dzikir-dzikir dan wirid-wirid yang syar'i menuju kepada dzikir-dzikir

dan wirid-wirid yang bid'ah melainkan (dialah) seorang yang jahil atau

sembrono atau melampaui batas." (Majmu' Fatawa 22/510-511).

Beliau juga berkata: "Seseorang yang berpaling dari do'a yang syar'i

kepada yang lainnya -walaupun itu adalah hizb-hizb- (wirid-wirid) sebagian

masyayikh (para syaikh)- maka yang paling bagus baginya adalah hendaknya

tidak meluputkan bagi dirinya do'a yang lebih afdhol dan yang lebih

sempurna, yaitu do'a-do'a Nabi Shollallahu 'Alaihi Wasallam, karena dia

yang lebih afdhol dan lebih sempurna dari do'a-do'a yang lainnya dengan

kesepakatan kaum muslimin, meskipun do'a-do'a yang lain tersebut diucapkan

oleh sebagian masyayikh, apalagi jika do'a-do'a tersebut di dalamnya

terdapat kesalahan atau dosa atau yang lainnya?

Di antara orang-orang yang paling tercela adalah orang yang menjadikan

hizb (wirid) yang tidak ma'tsur (dinukil) dari Nabi Shollallahu 'Alaihi

Wasallam -walaupun itu adalah hizb-hizb sebagian masyayikh dan

meninggalkan hizb-hizb Nabawiyyah yang diucapkan oleh Penghulu Bani Adam,

Imam para makhluk, dan hujjah Alloh atas para hamba-Nya," (Majmu'Fatawa

22/525)



Setelah melihat banyaknya hal-hal yang bid'ah dalam kitab al-Ma'tsurot

ini, kami memandang bahwa kitab ini tidak layak dijadikan pegangan di

dalam wirid-wirid keseharian seorang muslim. Kami menganjurkan agar

saudara-saudaraku kaum muslimin memilih kitab-kitab dzikir lainnya yang

mengacu kepada do'a dan dzikir yang shohih dari Nabi Shollallahu 'Alaihi

Wasallam, di antara kitab-kitab yang kami anjurkan untuk dipakai adalah:

1. AI-Adzkar oleh aI-Imam, an-Nawawi bersama penjelasan derajat haditsnya

dalam kitab Shohih wa Dho'if aI-Adzkar oleh Syaikh Salim bin Id al-Hilali.

2. Al-Kalimu Thoyyib oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah dengan takhrij

Syaikh al-Albani.

3. Tuhfatul Akhyar oleh Syaikh Abdul Aziz bin Baz.

4. Shohih Kalimu Thoyyib oleh Syaikh al-Albani.

5. Hishnul Muslim oleh Syaikh Sa'id bin Ali bin Wahf al-Qohthoni, telah

diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia.



----- Pesan Asli ----



Dari: fadhillah fadhl <fadhillah_alfadhl@ yahoo.com>

Kepada: [EMAIL PROTECTED] s.com

Terkirim: Senin, 1 September, 2008 11:52:25

Topik: Re: [assunnah] tanya al ma'tsurat karya hasan al banna



wa'alaikumussalam warahmatullahi,

al ma'tsurat bukan dzikir pagi dan petang dari Rasulullah walau di

ambil dari kutipan Al-Qur'an. coba antum baca buku dzikir Ust. Yazid

Abdul Qadir Jawas



fadhillah Al Fadhl



----- Original Message ----



From: Erik Yuwanto <[EMAIL PROTECTED] com>

To: [EMAIL PROTECTED] s.com

Sent: Tuesday, August 26, 2008 9:17:31 AM

Subject: [assunnah] tanya al ma'tsurat karya hasan al banna



From: Firman.Anggur [mailto:sfirman@ batamec. com]

Sent: Tuesday, August 26, 2008 8:42 AM

To: '[EMAIL PROTECTED] ps.com'

Subject: tanya al ma'tsurat karya hasan al banna



Assalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh



Ana mau nanya, apakah isi buku al ma'tsurat (dzikir pagi dan petang)

karya imam hasan al banna adalah berisi dzikir2 yang diamalkan oleh

Rasulullah?



Jazakallah atas jawabannya.



Firman



Yahoo! Toolbar kini dilengkapi Anti-Virus dan Anti-Adware gratis.

Download Yahoo! Toolbar sekarang.

http://id.toolbar. yahoo.com

------------------------------------

Website anda http://www.almanhaj.or.id
Download MP3 -Free kajian Islam- http://assunnah.mine.nu
Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : http://milis.assunnah.or.id/aturanmilis/
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke