Barokallhufiekum.
Wirid-wirid al-Ma'tsurat adalah  Lemah Atau Tidak Ada Asalnya.
Tidak diragukan lagi bahwa dzikir dan do'a termasuk di antara
ibadah-ibadah yang paling utama. Sedangkan ibadah wajib dilandaskan atas
dalil yang tsabit (kuat) dan tidak boleh menetapkan suatu ibadah tanpa
dalil atau dengan dalil yang dho'if (lemah). Maka tidak boleh seorang
muslim mengamalkan suatu dzikir tertentu kecuali setelah meyakini bahwa
dzikir tersebut dinukil dengan dalil yang tsabit dari al-Qur'an dan
as-Sunnah (lihat bahasan Hadits Dho'if Dalam Fadho'il A'mal dalam Majalah
Al-Furqon Edisi Spesial Ramadhan-Syawwal Tahun 6).
Setelah kami meneliti do'a-do'a dan dzikir-dzikir dalam kitab al-Ma'tsurot
ini ternyata ada beberapa dzikir yang lemah dalilnya atau bahkan tidak ada
asalnya sama sekali, di antara do'a-doa dan dzikir-dzikir tersebut ialah:

1. Wirid Pertama:
"Sesungguhnya kami terjaga di pagi hari dengan (kesadaran bahwa) /
kerajaan (bumi dan segala isinya) ini seluruhnya adalah milik Alloh. Dan
segala puji bagi Alloh, tiada sekutu bagi-Nya, tiada Robb selain Dia dan
kepada-Nya kami akan dibangkitkan."
Wirid ini datang dalam hadits Abu Huroiroh radhiyallahu' anhu yang
diriwayatkan oleh Bukhori dalam Adabul Mufrod 1/211 no. 604 dan, Ibnu
Sunni dalam Amal Yaum wa Lailah hal. 74 dari jalan Abu Awanah dari Umar
bin Abi Salamah dari bapaknya dari Abu Huroiroh radhiyallahu' anhu.
Riwayat ini dikatakan oleh Syaikh al-Albani rahimahullahu : "Dho'if dengan
lafazh ini , di dalam sanadnya terdapat Umar bin Abi Salamah az-Zuhri
al-Qodhi, fihi dho'fun (padanya terdapat kelemahan)," ( Dho'if Adabul
Mutrod hal. 60)

2. Wirid Kedua:
"Ya Alloh nikmat apapun yang kuperoleh dan diperoleh seseorang di antara
makhluk-Mu adalah dari-Mu, yang Esa dan tak bersekutu, maka bagi-Mu segala
puji dan syukur."
Wirid ini terdapat dalam hadits Abdulloh bin Ghonam al-Bayadhi yang
diriwayatkan oleh Abu Dawud dalam Sunan-nya 4/318, Ibnu Hibban dalam
Shohih-nya 3/143, Nasa'i dalam Sunan Kubro 6/5, Abu Bakar asy-Syaibani
dalam Ahad wal Matsani 4/183, dan Baihaqi dalam Syu'abul Iman 4/89 dari
jalan Rabi'ah bin Abi Abdirrohman dari Abdulloh bin Anbasah dari Abdulloh
bin Ghonam al-Bayadhi.
Abdulloh bin Anbasah dikatakan oleh adz-Dzahabi rahimahullahu :
hampir-hampir tidak dikenal)."
Riwayat ini dilemahkan oleh Syaikh al-Albani dalam Takhrij Kalimu Thoyyib
hal. 73 dan Dho'if Jami' Shoghir: 5730.

3. Wirid Ketiga:
Wirid ini terdapat dalam hadits Abdulloh bin Umar radhiyallahu' anhu yang
diriwayatkan oleh Ibnu Majah dalam Sunan-nya 2/1249, Thobroni dalam Mu'jam
Ausath 9/101 dan Mu'jam Kabir 12/343, dan Baihaqi dalam Syu'abul Iman 4/94
dari jalan Shodaqoh bin Basyir dari Qudamah bin Ibrohim al-Jumahi dari
Abdulloh bin Umar radhiyallahu' anhu.
AI-Bushiri rahimahullahu berkata: "Sanad ini, terdapat kritikan padanya."
(Mishbahu Zujajah 4/130)
Shodaqoh bin Basyir dikatakan oleh Ibnu Hajar rahimahullahu   dalam
Taqrib: "Maqbul (yaitu diterima haditsnya jika ada penguatnya, kalau tidak
ada penguatnya maka haditsnya lemah)."
Qudamah bin Ibrohim dikatakan oleh Ibnu Hajar rahimahullahu dalam Taqrib:
"Maqbul."
Riwayat ini dilemahkan oleh Syaikh al-Albani dalam Dho'if Sunan Ibnu Majah
hal. 308 dan Dho'if Jami' Shoghir: 1877.

4. Wirid Keempat :
"Ya Alloh limpahkanlah sholawat atas junjungan kami Muhammad hamba-Mu,
nabi-Mu, dan rosul-Mu, nabi yang ummi, dan atas keluarganya; dan
limpahkanlah salam sebanyak yang diliput oleh ilmu-Mu dan dituliskan oleh
pena-Mu, dan dirangkum oleh kitab-Mu "
Sholawat ini adalah sholawat yang bid'ah yang tidak ada asalnya, tidak ada
di dalam kitab-kitab hadits yang mu'tabar sepanjang penelitian kami.
Wirid-wirid di atas (1 s/d 4) adalah yang lemah atau tidak ada asalnya. Di
samping itu, di dalam kitab al-Ma'tsurot ini banyak wirid-wirid lain yang
shohih lafazhnya tetapi bid'ah dari segi kaifiyyat (tatacara)nya karena
memberikan bilangan bacaan-bacaannya yang tidak pernah ada tuntunannya
dari Rosululloh Shollallahu 'Alaihi Wasallam .

Do'a Robithoh yang Bid'ah
Pada akhir kitab al-Ma'tsurot ini tercantum Do'a Robithoh yang berbunyi:
"Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui bahwa hati-hati ini telah
berkumpul untuk mencurahkan mahabbah (kecintaan) hanya kepada-Mu, bertemu
untuk taat kepada-Mu, bersatu dalam rangka menyeru di (jalan)-Mu, dan
berjanji selia untuk membela syari'at-Mu, maka kuatkanlah ikatan
pertaliannya Ya Alloh, abadikan kasih sayangnya…"
Syaikh Ihsan bin Ayisy al-Utaibi rahimahullahu berkata: "Di akhir
al-Ma'tsurot terdapat wirid robithoh, ini adalah bid'ah shufiyyah yang
diambil oleh Hasan al-Banna dari tarikatnya, Hashshofiyyah." .(Kitab
TarbiyatuI Aulad fil Islam Ii Abdulloh Ulwan fi Mizani Naqd Ilmi hal. 126)

Hukum Wirid-wirid Bid'ah
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullahu berkata: "Tidak diragukan lagi
bahwa dzikir dan do'a termasuk di antara ibadah-ibadah yang paling afdhol
(utama), dan ibadah dilandaskan alas tauqif dan ittiba', bukan atas hawa
nafsu dan ibtida ', Maka do'a-do'a dan dzikir-dzikir Nabi Shollallahu
'Alaihi Wasallam adalah yang paling utarna untuk diamalkan oleh seorang
yang hendak berdzikir dan berdo'a. Orang yang mengamalkan do'a-do'a dan
dzikir-dzikir Nabi Shollallahu 'Alaihi Wasallam adalah orang yang berada
di jalan yang aman dan selamat. Faedah dari hasil yang didapatkan dari
mengamalkan do'a-do'a dan dzikir-dzikir Nabi Shollallahu 'Alaihi Wasallam
begitu banyak sehingga tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata, Adapun
dzikir-dzikir dari selain Nabi Shollallahu 'Alaihi Wasallam ,
kadang-kadang diharomkan, kadang-kadang makruh, dan kadang-kadang di
dalamnya terdapat kesyirikan yang kebanyakan orang tidak mengetahuinya.
Tidak diperkenankan bagi seorang pun membuat bagi manusia dzikir-dzikir
dan do'a-do'a yang tidak disunnahkan, serta menjadikan dzikir-dzikir
tersebut sebagi ibadah rutin seperti sholat lima waktu, bahkan ini
termasuk agama bid'ah yang tidak diizinkan oleh Allah. Adapun menjadikan
wirid yang tidak syar'I maka ini adalah hal yang terlarang, bersamaan
dengan ini dzikir-dzikir dan wirid-wirid yang syar'I sudah memenuhi puncak
dan akhir dari tujuan yang mulia, tidak ada seorang pun yang berpaling
dari dzikir-dzikir dan wirid-wirid yang syar'i menuju kepada dzikir-dzikir
dan wirid-wirid yang bid'ah melainkan (dialah) seorang yang jahil atau
sembrono atau melampaui batas." (Majmu' Fatawa 22/510-511).
Beliau juga berkata: "Seseorang yang berpaling dari do'a yang syar'i
kepada yang lainnya -walaupun itu adalah hizb-hizb- (wirid-wirid) sebagian
masyayikh (para syaikh)- maka yang paling bagus baginya adalah hendaknya
tidak meluputkan bagi dirinya do'a yang lebih afdhol dan yang lebih
sempurna, yaitu do'a-do'a Nabi Shollallahu 'Alaihi Wasallam, karena dia
yang lebih afdhol dan lebih sempurna dari do'a-do'a yang lainnya dengan
kesepakatan kaum muslimin, meskipun do'a-do'a yang lain tersebut diucapkan
oleh sebagian masyayikh, apalagi jika do'a-do'a tersebut di dalamnya
terdapat kesalahan atau dosa atau yang lainnya?
Di antara orang-orang yang paling tercela adalah orang yang menjadikan
hizb (wirid) yang tidak ma'tsur (dinukil) dari Nabi Shollallahu 'Alaihi
Wasallam -walaupun itu adalah hizb-hizb sebagian masyayikh dan
meninggalkan hizb-hizb Nabawiyyah yang diucapkan oleh Penghulu Bani Adam,
Imam para makhluk, dan hujjah Alloh atas para hamba-Nya," (Majmu'Fatawa
22/525)

Setelah melihat banyaknya hal-hal yang bid'ah dalam kitab al-Ma'tsurot
ini, kami memandang bahwa kitab ini tidak layak dijadikan pegangan di
dalam wirid-wirid keseharian seorang muslim. Kami menganjurkan agar
saudara-saudaraku kaum muslimin memilih kitab-kitab dzikir lainnya yang
mengacu kepada do'a dan dzikir yang shohih dari Nabi Shollallahu 'Alaihi
Wasallam, di antara kitab-kitab yang kami anjurkan untuk dipakai adalah:
1. AI-Adzkar oleh aI-Imam, an-Nawawi bersama penjelasan derajat haditsnya
dalam kitab Shohih wa Dho'if aI-Adzkar oleh Syaikh Salim bin Id al-Hilali.
2. Al-Kalimu Thoyyib oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah dengan takhrij
Syaikh al-Albani.
3. Tuhfatul Akhyar oleh Syaikh Abdul Aziz bin Baz.
4. Shohih Kalimu Thoyyib oleh Syaikh al-Albani.
5. Hishnul Muslim oleh Syaikh Sa'id bin Ali bin Wahf al-Qohthoni, telah
diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia.



----- Pesan Asli ----
Dari: fadhillah fadhl <[EMAIL PROTECTED]>
Kepada: [email protected]
Terkirim: Senin, 1 September, 2008 11:52:25
Topik: Re: [assunnah] tanya al ma'tsurat karya hasan al banna


wa'alaikumussalam warahmatullahi,

al ma'tsurat bukan dzikir pagi dan petang dari Rasulullah walau di ambil dari 
kutipan Al-Qur'an. coba antum baca buku dzikir Ust. Yazid Abdul Qadir Jawas

fadhillah Al Fadhl

----- Original Message ----
From: Erik Yuwanto <[EMAIL PROTECTED] com>
To: [EMAIL PROTECTED] s.com
Sent: Tuesday, August 26, 2008 9:17:31 AM
Subject: [assunnah] tanya al ma'tsurat karya hasan al banna

From: Firman.Anggur [mailto:sfirman@ batamec. com]
Sent: Tuesday, August 26, 2008 8:42 AM
To: '[EMAIL PROTECTED] ps.com'
Subject: tanya al ma'tsurat karya hasan al banna

Assalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Ana mau nanya, apakah isi buku al ma'tsurat (dzikir pagi dan petang) karya imam 
hasan al banna adalah berisi dzikir2 yang diamalkan oleh rasulullah?

Jazakallah atas jawabannya.

Firman
 


      Yahoo! Toolbar kini dilengkapi Anti-Virus dan Anti-Adware gratis.
Download Yahoo! Toolbar sekarang.
http://id.toolbar.yahoo.com

------------------------------------

Website anda http://www.almanhaj.or.id
Download MP3 -Free kajian Islam- http://assunnah.mine.nu
Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : http://milis.assunnah.or.id/mlbios2/aturanmilis.php
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke