Wa'alaikumussalam warohmatullah wabarokatuh

Jawabannya seperti hadits berikut:
hadits yang shahih dari Hudzaifah Radhiyallahu 'anhu ia berkata.

"Orang-orang bertanya kepada Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam
tentang kebaikan, sedangkan aku bertanya kepada beliau tentang keburukan
karena khawatir terjerumus ke dalamnya. Aku berkata, 'Wahai Rasulullah, kami
dahulu berada dalam kejahilan dan kejelekan, lalu Allah mendatangkan
kebaikan ini (yaitu Islam). Apakah sesudah kebaikan in ada kejelekan ?' Nabi
Shallallahu 'alaihi wa sallam menjawab, 'Ya'. Aku bertanya lagi, 'Apakah
sesudah kejelekan itu ada kebaikan ?' Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam
menjawab, 'Ya, tetapi padanya ada dakhan'. 'Apa dakhan-nya ?' tanyaku. Nabi
Shallallahu 'alaihi wa sallam menjawab, 'Suatu kaum yang bersunnah bukan
dengan sunnahku dan mengambil petunjuk bukan dari petunjukku. Kalian
mengetahui siapa mereka dan kalian ingkari'. Aku bertanya lagi, 'Apakah
setelah kebaikan ini ada kejelekan lagi?'. 'Ya, para dai yang menyeru di
atas pintu-pintu Jahannam. Siapa saja yang mengikuti mereka, akan mereka
jebloskan ke dalamnya'. Jawab Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam. Aku
berkata, 'Ya Rasulullah, gambarkan keadaan mereka kepada kami'. Nabi
Shallallahu 'alaihi wa sallam berkata, 'Mereka dari bangsa kita dan
berbicara dengan bahasa kita'. Aku berkata, 'Ya Rasulullah, apa yang engkau
perintahkan jika kami mendapati mereka ?' Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam
berkata, 'Tetaplah bersama jama'ah kaum muslimin dan imam mereka'. Aku
bertanya, '*Jika mereka tidak memiliki jama'ah dan juga imam?*' Nabi
Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, '*Tinggalkan jamaah itu semuanya,
sekalipun engkau harus menggigit akar pohon, sampai kematian datang kepadamu
sedang dalam keadaan seperti itu*". [Hadits Riwayat Bukhari VIII/92, Muslim
Syarah Nawawi XII/236, Abu Dawud IV/445, 447]

abu zalfa

2008/9/22 sufli as <[EMAIL PROTECTED]>

>   assalamu'alaykum warahmatullahi wabarakatuh
>
> ana pernah berdialog dengan seorang teman yang rupanya ia adalah seorang
> anggota jama'ah muslimin, katanya kita harus mempunyai pemimpin dan berbaiat
> kepadanya. dia mengajak ana untuk ikut dalam jama'ahnya, dalam hati ana tahu
> apa yang dijelaskannya mengenai masalah kepemimpinan dalam islam adalah
> salah. tapi ana tidak mumpunyai ilmu untuk membantahnya.
> sebenarnya bagaimana pandangan ulama salaf dalam masalah ini. apalagi kita
> hidup di negara ini, kepada siapakah kita harus berbaiat.
> ana mohon penjelasan dalam masalah ini.
>
> terima kasih
>
> ---------------------------------
> Yahoo! Toolbar kini dilengkapi dengan Search Assist. Download sekarang
> juga.
>  
>

Kirim email ke