Ahsannya sebaiknya antum membaca kitab kecil:

*Membongkar Kedok Al-Qaradhawi*
Bukti-bukti Penyimpangan Yusuf Al-Qaradhawi Dari Syariat Islam
oleh Syaikh Ahmad bin Muhammad bin Manshur Al 'Udaini Al-Yamani

Bisa di baca di :
http://www.scribd.com/doc/5397583/Membongkar-Kedok-Al-Qordhowi

Apalagi jika masalahnya adalah fiqh dimana fiqh adalah lautan khilaf ulama.
> Maka, siapa yang terkecoh dengan satu ombak dan mengesampingkan ombak
> lainnya, maka ia akan tenggelam dalam taqlid dan kejumudan.
>

Hanya saja bukan difiqih saja, juga manhaj dan bahkan Qaradhawi menyepelekan
masalah aqidah.

Mengenai keikut sertaan Qaradhawi saya insyaAllah akan coba tanyakan
ke-ustadz, hanya saja
mungkin akh/ukh bisa menunjukkan sumber/link yg terkait?

Wallahua'alam


On Thu, Oct 16, 2008 at 12:58 PM, dhea s <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

>   Ikutan memberikan info:
> Ada sebuah lembaga ulama internasional, namanya: Majma' Al-Fiqh Al-Islamy,
> berada dalam lembaga Rabithah Alam Islami, Ketuanya, waktu itu adalah Syaikh
> Ibn Baaz, Yusuf Qaradhawy termasuk anggota.
>
> Ketika ketuanya Syaikh Bakr Abu Zaid, Syaikh Yusuf Qaradhawy juga menjadi
> anggota.
>
> Silakan antum-antum simpulkan sendiri, bagaimana Syaikh bin Baaz dan Syaikh
> Bakr Abu Zaid dan Yusuf Qaradhawy serta puluhan ulama dunia lain dalam satu
> lembaga kepengurusan. Apa Syaikh ibn Baaz dan Syaikh Bakr Abu Zaid mau
> bersatu dalam satu lembaga dengan orang "yang keliru manhajnya"?
>
> Kedua: Saya baca Kitab Fiqhhuz Zakah, tulisan Syaikh Yusuf Qaradhawy, edisi
> Arab, beliau menyampaikan manhaj beliau dalam menulis kitab fiqh tersebut.
> Seluruhnya sesuai dengan apa yang dilakukan ulama ahlus sunnah, semisal
> berhujjah hanya dengan hadits shahih, melakuan tarjih atas berbagai aqwal
> a'immah menurut kaidah-kaidah syara', dst.
>
> Ketiga, adapun buku kecil tulisan Syaikh Fauzan itu berjudul Al-I'lam bi
> Naqd ... yang sesungguhnya artinya adalah: Info tentang kritikan kepada
> kitab Halal-Haram. Jadi, Syaikh Fauzan posisinya mengkritik. Lha, kalau
> mengkritik, banyak ulama yang mengritik dan saling kritik. Semisal: Syaikh
> Al-Albany dikritik oleh Syaikh Bakr Abu Zaid, antara At-Tuwaijiri dengan
> Al-Albany, antara Bakr Abu Zaid dengan Rabi' bin Hadi, dan banyak. dan ini
> adalah sifat ulama, saling mengkritik untuk mengaplikasikan perintah
> TANASHUH dan TAWASHAU.
>
> Keempat, Adapun kalau Syaikh Yusuf Qaradhawy ada kesalahan dan dikritik
> ulama lain, maka setiap ulama ada kekeliruan, selama masih dalam koridor
> Ahlus Sunnah wal Jamaah. Apalagi jika masalahnya adalah fiqh dimana fiqh
> adalah lautan khilaf ulama. Maka, siapa yang terkecoh dengan satu ombak dan
> mengesampingkan ombak lainnya, maka ia akan tenggelam dalam taqlid dan
> kejumudan.
>
> Wallahu a'lam
> =
>
> --- On Thu, 10/9/08, Abu Haekal <[EMAIL PROTECTED]<abuhaekal%40gmail.com>>
> wrote:
> From: Abu Haekal <[EMAIL PROTECTED] <abuhaekal%40gmail.com>>
> Subject: RE: [assunnah] Rujukan dari Ulama seperti syekh Yusuf Al-Qardhawi
> To: [email protected] <assunnah%40yahoogroups.com>
> Date: Thursday, October 9, 2008, 12:46 AM
>
> Waalaikumsalamwarah matullahiwabarak atuh,
>
>
> Al Akh Yudhi,
>
> Mengenai Syekh Yusuf Al-Qardhawi sudah banyak penjelasan
> dari ulama-ulama salaf tentang kekeliruan manhaj beliau, salah satunya ana
> lampirkan di email ini. Jadi, jika kita ingfin merujuk kepada fatwa ulama
> tenatng satu hal, bukankah fatwa2 ulama salaf sangat banyak untuk dijadikan
> rujukan dan Insya Allah dapat menghindarkan kita dari syubhat-syubhat
> pemeikiran
> Syekh Al-Qardhawi ini, Wallahu A�™lam.
>
> -------
> Koreksi Buku Halal Dan Haram Dalam Islam Syaikh Yusuf Al-Qardhawi
>
> Syaikh Dr. Shalih bin Fauzan bin Abdullah Al-Fauzan
>
> Segala puji bagi Allah, Rabb semua alam, shalawat dan salam semoga
> tercurah kepada Nabi kita Muhammad صلی الله عليه وسلم
> yang telah bersabda.
>
> �œArtinya : Sesungguhnya perkara yang halal itu sudah jelas, demikian pula
> yang
> haram sudah jelas. Dan diantara keduanya ada perkara syubhat. Maka barang
> siapa yang menjauhi syubhat, maka berarti ia telah berlepas diri untuk
> menjaga
> dien dan akhlaknya. Dan barang siapa yang melakukan syubhat, ia akan jatuh
> ke
> dalam keharaman. Ibarat penggembala di sekitar tempat yang dilarang,
> hampir ia masuk ke dalamnya. Ingatlah sesungguhnya setiap raja itu
> mempunyai larangan. Ingatlah, larangan Allah itu adalah perkara-perkara
> yang
> haram.
>
> Selanjutnya, semoga sejahtera kepada keluarganya, shahabatnya dan orang
> yang
> mengikuti petunjuknya sampai hari kiamat.
>
> Berikutnya telah kubaca sebuah kitab yang dikarang oleh Syaikh Yusuf
> Al-Qardhawi yang berjudul �œHalal wa Al-Haram Fi Al-Islam� . Kitab ini
> banyak
> membahas masalah fiqih, baik itu hukum mu�™amalah atau makanan dan
> seterusnya. Ternyata aku dapati banyak kekeliruan, seperti halnya hukum
> berkasih sayang kepada orang kafir, pakaian sutra untuk pria, gambar,
> wanita membuka wajah dan tangannya di hadapan pria yang bukan mahramnya,
> nyanyiann dan musik, mencukur dan mencabut janggut, penyembelihan,
> permainan
> catur, bisokop dan lain-lain. Tentu sebagai orang Islam berkewajiban
> memberi
> nasihat dan saling menolong dalam hal kebaikan dan taqwa, yaitu
> mengingatkan
> kekeliruannya, dengan harapan supaya muallif mau meninjau kembali karya
> tulisnya dan mau membetulkan sesuai dengan dalil syariat Islam, sehingga
> benar-benar kitabnya berfaedah dan mendapatkan pahala di sisi Allah,
> sebagaimana Nabi Muhammad صلی الله عليه وسلم
> bersabda.
>
> �œArtinya : Barangsiapa mengajak kepada hidayah Allah, maka ia mendapatkan
>
> pahala seperti pahala orang yang mengikutinya tanpa mengurangi sedikitpun
> pahala mereka. Dan barangsiapa mengajak kepada kesesatan dia akan
> mendapatkan
> dosa semisal dosa orang yang mengikutinya tanpa mengurangi sedikitpun dosa
> mereka� [Hadits Shahih Riwayat Muslim dan Ahmad]
>
> Setelah aku mengadakan koreksi tentang kitab ini (Halal wa Al-Haram Fi
> Al-Islam, -peny), nampaknya Syaikh al-Ustadz Abdul Hamid Thahmaz telah
> mengoreksi pula sebelumnya dengan judul Nadharaat fi Kitabi Al-Halal wa
> Al-Haram fi Al-Islam (Tinjaun terhadap kitab halal dan haram menurut
> Islam). Di
> dalam muqadimahnya, beliau menyebutkan ijtihad para Imam di dalam
> menentukan
> hukum, demikian pula rujukannya dan kesungguhannya yang patut mendapatkan
> mendapatkan penghargaan.
>
> Beliau (Syaikh al-Ustadz Abdul Hamid Thahmaz ) berkata: "Siapa saja yang
> ingin membahas syari'at Islam, wajib kembali kepada pemahaman dan qaul
> mereka.
> Barangsiapa yang tertipu oleh hawa nafsunya dengan menyelisihi dan
> menyampingkan pendapat mereka pasti akan keliru, mendapatkan tantangan,
> benturan dan serampangan fatwanya. Karena dia tidak berpijak pada dalil
> yang
> menjadi rujukan mereka, tidak mau memahami nash-nash seperti mereka,
> padahal
> mereka manusia yang lebih dekat kepada kebenaran dan kemurnian, manusia
> yang
> lebih dekat kepada kebenaran dan kemurnian, baik dalam memperoleh dalil
> atau
> pemahaman. Mestinya manusia seperti dia sebelum menentang dalil mereka,
> hendaknya menelaah hujjah mereka terlebih dahulu, supaya dia mengetahui
> bahwa
> mereka (Salaf Ash-Shalih) itu adalah manusia yang dirahmati Allah, mereka
> tidak
> keluar dari Al-Qur'an dan Sunnah dalam segala aqwal dan pendapat mereka.
>
> Sekarang di hadapan kita terdapat contoh perbuata seperti yang kami katakan
> tadi, yaitu kitab "Al-Halal wa Al-Haram Fi Al-Islam", karya Syaikh
> Yusuf Qardhawi. Dia banyak membahas masalah dien yang menyimpang dari
> pemahaman
> mereka dengan mengambil pendapat yang keliru, lagi lemah pengambilannya
> bahkan
> memalsu sebagian kalimat yang dinukil. Sungguh sangat disayangkan.
> Seharusnya,
> sebelum dia menukil pendapat yang keliru hendaklah dipertimbangkan dulu
> dengan
> pendapat para ulama' yang muktabar hingga dia mengetahui bahwa pendapat
> yang
> dia nukil ternyata lemah. Kalalu demikian, maka benar-benar karya tulisnya
> bisa
> menjadi sandaran bagi kaum muslimin dan generasi berikutnya.
>
> Saya berani mengatakan demikian, karena saya yakin bahwa dengan keikhlasan
> niat
> penulis tentu tidak akan menyalin pendapat yang lemah, melainkan untuk
> pembelaan Islam dengan cara mempermudah urusan dan berlaku lunak. Padahal
> kemudahan Islam dan kelunakannya tidak berarti harus mengikuti hawa nafsu
> mereka. Sesungguhnya kemudahan Islam itu tergantung kelunakan nash-nashnya
> dan
> kewajibannya sehingga setiap manusia, kapan dan di mana saja mampu
> melaksanakannya. Apabila kemudahan Islam itu dengan mengikuti pendapat
> manusia
> yang keliru, berarti kita membakar ketentuan syari'at Islam, kita keluar
> dari
> ketentuannya. Kita dilarang bersikap demikian walaupun dengan niat baik.
>
> Ketentuan seperti ini diungkapkan oleh penulis sendiri ketika meletakkan
> dasar-dasar penulisannya bahwa:
>
> "Niat yang baik tidak dapat memperindah yang haram, merekayasa yang haram
> hukumnya haram. Segala upaya yang menuju haram hukumnya haram. Yang halal
> tidak
> bisa menolak yang haram."
>
> Di sisi lain, penulis menukil ahli taqlid yang terburu-buru mengharamkan
> sesuatu tanpa dasar. Di mengambil pendapat yang lemah, lalu menulis di
> dalam
> kitabnya seolah-olah pendapatnya yang paling kuat dan telah pasti
> kebenarannya
> serta wajib diambil dan diamalkannya."
>
> Memang sangat baik bantahan Syaikh Abdul Hamid dalam mengoreksi kitab ini,
> kritikannya benar-benar merupakan sumbangan pemikiran yang jelas tentang
> prinsip-prinsip Syaikh Yusuf Qardhawi dalam tulisannya.
>
> Akhirnya, mudah-mudahan Allah membalas jasanya dengan imbalan yang baik.
> Kepada
> pembaca, kami sajikan tentang koreksi kami terhadap kekeliruan tulisan
> Syaikh
> Yusuf Qardhawi beserta bantahannya
>
> [Disalin dari muqaddimah buku Al-I'lam Bi Naqdi Kitab Al-Halal wa Al-Haram,
> edisi Indonesia Kritik terhadap buku: Halal dan Haram dalam Islam, oleh
> Syaikh
> Shalih bin Fauzah bin Abdullah Al-Fauzan, Penerbit Pustaka Istiqamah Solo]
>
> Kategori:
> Al-Masaa'il
>
> Sumber: http://www.almanhaj .or.id
>
> Tanggal: Senin, 14 Nopember 2005
> 08:52:25 WIB
>
> Dibuat oleh SalafiDB http://salafidb. googlepages. com
>
> From: [EMAIL PROTECTED] s.com [mailto: [EMAIL PROTECTED] s.com ] On
> Behalf Of Yudhi Wijaya
> Sent: Tuesday, September 23, 2008
> 1:36 PM
> To: milis assunah
> Subject: [assunnah] Rujukan dari
> Ulama seperti syekh Yusuf Al-Qardhawi
>
> Assalamu'alaykumwar ohmatullahwabaro katuhu... .
>
> Mohon penjelasan dari akhi semua mengenai hukum menjadikan fatwa ulama yang
> pernah bertentangan dengan manhaj salafushalih seperti syekh Yusuf
> Al-Qardhawi.
>
> Syukron
>
> Wassalam
>
> Regards,
>
> YUDHI WIJAYA
>
> Jakarta-Indonesia
>  
>

Kirim email ke