>
> Mengenai keikut sertaan Qaradhawi saya insyaAllah akan coba tanyakan
> ke-ustadz, hanya saja
> mungkin akh/ukh bisa menunjukkan sumber/link yg terkait?
>

Walhamdulillah, kami sudah menanyakan kepada ustadz kami Abdullah Taslim
-semoga Allah selalu menjaga beliau-
ketika akhir kajian rutin Hilyah Thalibul Ilmi (http://ngaji-online.com/)
tanggal 9 November 2008, rekaman bisa di download
di http://ngaji-online.co.cc (bagian download). Pertanyaan dan jawaban di
menit ke 36:24.

Beliau menjawab:

Intinya (silahkan dengarkan untuk lebih lengkapnya, afwan kalau ada
kesalahan dalam penyampaian):

Dalam rangka ta'lif dan dalam rangka hubungan dengan negara. Apakah ucapan
> Syaikh Yusuf Qardhawi tidak cukup dijadikan
> sebagai bukti bahwa manhajnya menyimpang? Seperti tulisan beliau mengenai
> demokrasi dan semacamnya yang jelas penyimpangannya. Mau dibawa kemana
> ucapan2 ini?
>
> Masalah yang berhubungan dengan dunia internasional yang resmi dari negara
> arab saudi misalnya. Akan diutus tokoh2 dari negara walaupun manhajnya tidak
> jelas, dan diterima oleh para masyaikh. Dan melalui cara ini pula mereka
> bisa dinasehati. Masalah fikih pun mereka diawasi oleh para ulama.
>
> Apakah tidak ada saksi yang lebih kuat dan jelas dari pada tulisan mereka
> dan ceramah-ceramah mereka, dan sampai sekarang juga belum bertaubat?
>

Semoga bisa menjawab syubhat antum. Wallahu'alam.

Wassalamu'alaikum



2008/11/2 Bondhan Novandy <[email protected]>

> Ahsannya sebaiknya antum membaca kitab kecil:
>
> *Membongkar Kedok Al-Qaradhawi*
> Bukti-bukti Penyimpangan Yusuf Al-Qaradhawi Dari Syariat Islam
> oleh Syaikh Ahmad bin Muhammad bin Manshur Al 'Udaini Al-Yamani
>
> Bisa di baca di :
> http://www.scribd.com/doc/5397583/Membongkar-Kedok-Al-Qordhowi
>
> Apalagi jika masalahnya adalah fiqh dimana fiqh adalah lautan khilaf ulama.
>> Maka, siapa yang terkecoh dengan satu ombak dan mengesampingkan ombak
>> lainnya, maka ia akan tenggelam dalam taqlid dan kejumudan.
>>
>
> Hanya saja bukan difiqih saja, juga manhaj dan bahkan Qaradhawi
> menyepelekan masalah aqidah.
>
> Mengenai keikut sertaan Qaradhawi saya insyaAllah akan coba tanyakan
> ke-ustadz, hanya saja
> mungkin akh/ukh bisa menunjukkan sumber/link yg terkait?
>
> Wallahua'alam
>
>
>
> On Thu, Oct 16, 2008 at 12:58 PM, dhea s <[email protected]> wrote:
>
>>   Ikutan memberikan info:
>> Ada sebuah lembaga ulama internasional, namanya: Majma' Al-Fiqh Al-Islamy,
>> berada dalam lembaga Rabithah Alam Islami, Ketuanya, waktu itu adalah Syaikh
>> Ibn Baaz, Yusuf Qaradhawy termasuk anggota.
>>
>> Ketika ketuanya Syaikh Bakr Abu Zaid, Syaikh Yusuf Qaradhawy juga menjadi
>> anggota.
>>
>> Silakan antum-antum simpulkan sendiri, bagaimana Syaikh bin Baaz dan
>> Syaikh Bakr Abu Zaid dan Yusuf Qaradhawy serta puluhan ulama dunia lain
>> dalam satu lembaga kepengurusan. Apa Syaikh ibn Baaz dan Syaikh Bakr Abu
>> Zaid mau bersatu dalam satu lembaga dengan orang "yang keliru manhajnya"?
>>
>> Kedua: Saya baca Kitab Fiqhhuz Zakah, tulisan Syaikh Yusuf Qaradhawy,
>> edisi Arab, beliau menyampaikan manhaj beliau dalam menulis kitab fiqh
>> tersebut. Seluruhnya sesuai dengan apa yang dilakukan ulama ahlus sunnah,
>> semisal berhujjah hanya dengan hadits shahih, melakuan tarjih atas berbagai
>> aqwal a'immah menurut kaidah-kaidah syara', dst.
>>
>> Ketiga, adapun buku kecil tulisan Syaikh Fauzan itu berjudul Al-I'lam bi
>> Naqd ... yang sesungguhnya artinya adalah: Info tentang kritikan kepada
>> kitab Halal-Haram. Jadi, Syaikh Fauzan posisinya mengkritik. Lha, kalau
>> mengkritik, banyak ulama yang mengritik dan saling kritik. Semisal: Syaikh
>> Al-Albany dikritik oleh Syaikh Bakr Abu Zaid, antara At-Tuwaijiri dengan
>> Al-Albany, antara Bakr Abu Zaid dengan Rabi' bin Hadi, dan banyak. dan ini
>> adalah sifat ulama, saling mengkritik untuk mengaplikasikan perintah
>> TANASHUH dan TAWASHAU.
>>
>> Keempat, Adapun kalau Syaikh Yusuf Qaradhawy ada kesalahan dan dikritik
>> ulama lain, maka setiap ulama ada kekeliruan, selama masih dalam koridor
>> Ahlus Sunnah wal Jamaah. Apalagi jika masalahnya adalah fiqh dimana fiqh
>> adalah lautan khilaf ulama. Maka, siapa yang terkecoh dengan satu ombak dan
>> mengesampingkan ombak lainnya, maka ia akan tenggelam dalam taqlid dan
>> kejumudan.
>>
>> Wallahu a'lam
>> =
>>
>> --- On Thu, 10/9/08, Abu Haekal <[email protected]<abuhaekal%40gmail.com>>
>> wrote:
>> From: Abu Haekal <[email protected] <abuhaekal%40gmail.com>>
>> Subject: RE: [assunnah] Rujukan dari Ulama seperti syekh Yusuf Al-Qardhawi
>> To: [email protected] <assunnah%40yahoogroups.com>
>> Date: Thursday, October 9, 2008, 12:46 AM
>>
>> Waalaikumsalamwarah matullahiwabarak atuh,
>>
>>
>> Al Akh Yudhi,
>>
>> Mengenai Syekh Yusuf Al-Qardhawi sudah banyak penjelasan
>> dari ulama-ulama salaf tentang kekeliruan manhaj beliau, salah satunya ana
>> lampirkan di email ini. Jadi, jika kita ingfin merujuk kepada fatwa ulama
>> tenatng satu hal, bukankah fatwa2 ulama salaf sangat banyak untuk
>> dijadikan
>> rujukan dan Insya Allah dapat menghindarkan kita dari syubhat-syubhat
>> pemeikiran
>> Syekh Al-Qardhawi ini, Wallahu A�™lam.
>>
>> -------
>> Koreksi Buku Halal Dan Haram Dalam Islam Syaikh Yusuf Al-Qardhawi
>>
>> Syaikh Dr. Shalih bin Fauzan bin Abdullah Al-Fauzan
>>
>> Segala puji bagi Allah, Rabb semua alam, shalawat dan salam semoga
>> tercurah kepada Nabi kita Muhammad صلی الله عليه وسلم
>> yang telah bersabda.
>>
>> �œArtinya : Sesungguhnya perkara yang halal itu sudah jelas, demikian pula
>> yang
>> haram sudah jelas. Dan diantara keduanya ada perkara syubhat. Maka barang
>> siapa yang menjauhi syubhat, maka berarti ia telah berlepas diri untuk
>> menjaga
>> dien dan akhlaknya. Dan barang siapa yang melakukan syubhat, ia akan jatuh
>> ke
>> dalam keharaman. Ibarat penggembala di sekitar tempat yang dilarang,
>> hampir ia masuk ke dalamnya. Ingatlah sesungguhnya setiap raja itu
>> mempunyai larangan. Ingatlah, larangan Allah itu adalah perkara-perkara
>> yang
>> haram.
>>
>> Selanjutnya, semoga sejahtera kepada keluarganya, shahabatnya dan orang
>> yang
>> mengikuti petunjuknya sampai hari kiamat.
>>
>> Berikutnya telah kubaca sebuah kitab yang dikarang oleh Syaikh Yusuf
>> Al-Qardhawi yang berjudul �œHalal wa Al-Haram Fi Al-Islam� . Kitab ini
>> banyak
>> membahas masalah fiqih, baik itu hukum mu�™amalah atau makanan dan
>> seterusnya. Ternyata aku dapati banyak kekeliruan, seperti halnya hukum
>> berkasih sayang kepada orang kafir, pakaian sutra untuk pria, gambar,
>> wanita membuka wajah dan tangannya di hadapan pria yang bukan mahramnya,
>> nyanyiann dan musik, mencukur dan mencabut janggut, penyembelihan,
>> permainan
>> catur, bisokop dan lain-lain. Tentu sebagai orang Islam berkewajiban
>> memberi
>> nasihat dan saling menolong dalam hal kebaikan dan taqwa, yaitu
>> mengingatkan
>> kekeliruannya, dengan harapan supaya muallif mau meninjau kembali karya
>> tulisnya dan mau membetulkan sesuai dengan dalil syariat Islam, sehingga
>> benar-benar kitabnya berfaedah dan mendapatkan pahala di sisi Allah,
>> sebagaimana Nabi Muhammad صلی الله عليه وسلم
>> bersabda.
>>
>> �œArtinya : Barangsiapa mengajak kepada hidayah Allah, maka ia mendapatkan
>>
>> pahala seperti pahala orang yang mengikutinya tanpa mengurangi sedikitpun
>> pahala mereka. Dan barangsiapa mengajak kepada kesesatan dia akan
>> mendapatkan
>> dosa semisal dosa orang yang mengikutinya tanpa mengurangi sedikitpun dosa
>> mereka� [Hadits Shahih Riwayat Muslim dan Ahmad]
>>
>> Setelah aku mengadakan koreksi tentang kitab ini (Halal wa Al-Haram Fi
>> Al-Islam, -peny), nampaknya Syaikh al-Ustadz Abdul Hamid Thahmaz telah
>> mengoreksi pula sebelumnya dengan judul Nadharaat fi Kitabi Al-Halal wa
>> Al-Haram fi Al-Islam (Tinjaun terhadap kitab halal dan haram menurut
>> Islam). Di
>> dalam muqadimahnya, beliau menyebutkan ijtihad para Imam di dalam
>> menentukan
>> hukum, demikian pula rujukannya dan kesungguhannya yang patut mendapatkan
>> mendapatkan penghargaan.
>>
>> Beliau (Syaikh al-Ustadz Abdul Hamid Thahmaz ) berkata: "Siapa saja yang
>> ingin membahas syari'at Islam, wajib kembali kepada pemahaman dan qaul
>> mereka.
>> Barangsiapa yang tertipu oleh hawa nafsunya dengan menyelisihi dan
>> menyampingkan pendapat mereka pasti akan keliru, mendapatkan tantangan,
>> benturan dan serampangan fatwanya. Karena dia tidak berpijak pada dalil
>> yang
>> menjadi rujukan mereka, tidak mau memahami nash-nash seperti mereka,
>> padahal
>> mereka manusia yang lebih dekat kepada kebenaran dan kemurnian, manusia
>> yang
>> lebih dekat kepada kebenaran dan kemurnian, baik dalam memperoleh dalil
>> atau
>> pemahaman. Mestinya manusia seperti dia sebelum menentang dalil mereka,
>> hendaknya menelaah hujjah mereka terlebih dahulu, supaya dia mengetahui
>> bahwa
>> mereka (Salaf Ash-Shalih) itu adalah manusia yang dirahmati Allah, mereka
>> tidak
>> keluar dari Al-Qur'an dan Sunnah dalam segala aqwal dan pendapat mereka.
>>
>> Sekarang di hadapan kita terdapat contoh perbuata seperti yang kami
>> katakan
>> tadi, yaitu kitab "Al-Halal wa Al-Haram Fi Al-Islam", karya Syaikh
>> Yusuf Qardhawi. Dia banyak membahas masalah dien yang menyimpang dari
>> pemahaman
>> mereka dengan mengambil pendapat yang keliru, lagi lemah pengambilannya
>> bahkan
>> memalsu sebagian kalimat yang dinukil. Sungguh sangat disayangkan.
>> Seharusnya,
>> sebelum dia menukil pendapat yang keliru hendaklah dipertimbangkan dulu
>> dengan
>> pendapat para ulama' yang muktabar hingga dia mengetahui bahwa pendapat
>> yang
>> dia nukil ternyata lemah. Kalalu demikian, maka benar-benar karya tulisnya
>> bisa
>> menjadi sandaran bagi kaum muslimin dan generasi berikutnya.
>>
>> Saya berani mengatakan demikian, karena saya yakin bahwa dengan keikhlasan
>> niat
>> penulis tentu tidak akan menyalin pendapat yang lemah, melainkan untuk
>> pembelaan Islam dengan cara mempermudah urusan dan berlaku lunak. Padahal
>> kemudahan Islam dan kelunakannya tidak berarti harus mengikuti hawa nafsu
>> mereka. Sesungguhnya kemudahan Islam itu tergantung kelunakan nash-nashnya
>> dan
>> kewajibannya sehingga setiap manusia, kapan dan di mana saja mampu
>> melaksanakannya. Apabila kemudahan Islam itu dengan mengikuti pendapat
>> manusia
>> yang keliru, berarti kita membakar ketentuan syari'at Islam, kita keluar
>> dari
>> ketentuannya. Kita dilarang bersikap demikian walaupun dengan niat baik.
>>
>> Ketentuan seperti ini diungkapkan oleh penulis sendiri ketika meletakkan
>> dasar-dasar penulisannya bahwa:
>>
>> "Niat yang baik tidak dapat memperindah yang haram, merekayasa yang haram
>> hukumnya haram. Segala upaya yang menuju haram hukumnya haram. Yang halal
>> tidak
>> bisa menolak yang haram."
>>
>> Di sisi lain, penulis menukil ahli taqlid yang terburu-buru mengharamkan
>> sesuatu tanpa dasar. Di mengambil pendapat yang lemah, lalu menulis di
>> dalam
>> kitabnya seolah-olah pendapatnya yang paling kuat dan telah pasti
>> kebenarannya
>> serta wajib diambil dan diamalkannya."
>>
>> Memang sangat baik bantahan Syaikh Abdul Hamid dalam mengoreksi kitab ini,
>> kritikannya benar-benar merupakan sumbangan pemikiran yang jelas tentang
>> prinsip-prinsip Syaikh Yusuf Qardhawi dalam tulisannya.
>>
>> Akhirnya, mudah-mudahan Allah membalas jasanya dengan imbalan yang baik.
>> Kepada
>> pembaca, kami sajikan tentang koreksi kami terhadap kekeliruan tulisan
>> Syaikh
>> Yusuf Qardhawi beserta bantahannya
>>
>> [Disalin dari muqaddimah buku Al-I'lam Bi Naqdi Kitab Al-Halal wa
>> Al-Haram,
>> edisi Indonesia Kritik terhadap buku: Halal dan Haram dalam Islam, oleh
>> Syaikh
>> Shalih bin Fauzah bin Abdullah Al-Fauzan, Penerbit Pustaka Istiqamah Solo]
>>
>> Kategori:
>> Al-Masaa'il
>>
>> Sumber: http://www.almanhaj .or.id
>>
>> Tanggal: Senin, 14 Nopember 2005
>> 08:52:25 WIB
>>
>> Dibuat oleh SalafiDB http://salafidb. googlepages. com
>>
>> From: assun...@yahoogroup s.com [mailto: assun...@yahoogroup s.com ] On
>> Behalf Of Yudhi Wijaya
>> Sent: Tuesday, September 23, 2008
>> 1:36 PM
>> To: milis assunah
>> Subject: [assunnah] Rujukan dari
>> Ulama seperti syekh Yusuf Al-Qardhawi
>>
>> Assalamu'alaykumwar ohmatullahwabaro katuhu... .
>>
>> Mohon penjelasan dari akhi semua mengenai hukum menjadikan fatwa ulama
>> yang
>> pernah bertentangan dengan manhaj salafushalih seperti syekh Yusuf
>> Al-Qardhawi.
>>
>> Syukron
>>
>> Wassalam
>>
>> Regards,
>>
>> YUDHI WIJAYA
>>
>> Jakarta-Indonesia
>>  
>>
>
>

Kirim email ke