Wa'alaikum salam wa rahmatullah wa barakatuh ... Pertama saran saya, usahakan untuk menuliskan email dengan tanpa model SMS, karena membacanya jadi bingung. Bahkan kalau singkatannya tidak umum jadi cenderung seperti teka-teki.
Saya kira, untuk ta'aruf itu intinya adalah agar ikhwan dan akhwatnya saling kenal dan mengetahui asal usulnya. Kalau ada yang ingin diketahui bisa tanya tanya antara mereka berdua. Jadi saya kira tidak melibatkan orang tua dulu sampai keduanya mantap dan bisa menerima kekurangan dan kelebihannya. Kalau ikhwan dan akhwatnya sudah mantap, barulah masuk ke tingkat yang lebih serius, yaitu melibatkan orang tua. Dalam hal ini si ikhwan bisa mulai maju ke orang tua akhwat tersebut. Mungkin perlu kenalan dulu kemudian mengutarakan maksud keinginannya, yaitu melamar anaknya. Waktu maju ke orang tua akhwat tersebut, baiknya si ikhwan dan temannya saja dulu. Intinya mau melamar si akhwat, kalau memang dibolehkan maka nanti barulah si ikhwan datang bersama orang tuanya dan keluarganya. Terserah pihak keluarga wanita tersebut, apakah mau dijawab langsung atau dipikir dulu. Bisa jadi para orang tua akhwat juga bertanya-tanya ketika ada seorang ikhwan yang datang. Maka dari itu saya kira, para orang tua pun perlu mengetahui asal usul dari ikhwan yang datang tersebut. Tidak mempasrahkan sepenuhnya kepada anak perempuannya dan tidak juga mengabaikan keinginan anak perempuannya. Para orang tua perlu juga menyelidiki ikhwan yang datang ini. Saya kira untuk menikah itu jalannya memang macam macam. Yang penting tidak melanggar aturan Islam. Abu Isa Hasan Cilandak al Faqir ila Allah ----- Original Message ----- 11a. Re: bagaimanakah ta'aruf yang syar'i?? Posted by: "Diana Aulia" [EMAIL PROTECTED] aul2_rspp Sun Nov 9, 2008 3:36 am (PST) assalamu'alaikum... sebelumnya sy jg jd ingin bertanya..ta'aruf yg baik itu bagaimana...tempo hari ada ikhwan dtng ntuk ta'aruf dgn sy tp diluar dugaan tiba2 beliau langsung memperkenalkan diri dihadapan klrg dan langsung menyampaikan maksudnya ntuk menikah..anehnya beliau bertanya dihadapan klrg besar tntng tujuan pernikahan yg ingin sy bentuk...apa sy salah jika itu smua sbnrnya tdk perlu diketahui bnyk org cukup oleh sy dan beliau saja?? (tdk perlu ditanya dihalayak ramai) dgn kejadian itu sy jd tidak mau melanjutkan ta'aruf...bagaimana sbaiknya....makasih... --- On Sun, 9/11/08, ... Chandraleka <[EMAIL PROTECTED]> wrote: From: ... Chandraleka <[EMAIL PROTECTED]> Subject: Re: [assunnah] bagaimanakah ta'aruf yang syar'i?? To: [email protected] Date: Sunday, 9 November, 2008, 9:22 PM Assalamu'alaikum wa rahmatullah Saya kira masalah nadhor ini tidak semudah itu. Karena banyak kaum muslimin tidak memahami masalah nadhor. Termasuk para bapak / orang tua akhwat. Karena bisa bisa mereka salah paham dan kaget. Maka dari itu nadhor harus dilakukan dengan cara yang hati-hati. Wassalamu'alaikum Abu Isa Hasan Cilandak al Faqir ila Allah ------------------------------------ Website anda http://www.almanhaj.or.id Download MP3 -Free kajian Islam- http://assunnah.mine.nu Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED] Ketentuan posting : http://milis.assunnah.or.id/aturanmilis/ Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/assunnah/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/assunnah/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
