Bismillaahirrohmaanirrohiim

Assalamu’alaykum warohmatulloohi wabarokaatuh,

Afwan, sekedar sharing sesuai kemampuan dan ilmu yang pernah saya peroleh dari 
tholabul ilmi maupun dari University of life. Mohon dikoreksi jika ada 
kesalahan.

Masuk ketahap TAARUF, it means kita SIAP bermain dengan HATI. Bukan begituuu 
bukan?

" Ketahuilah bahwa dalam jasad ini ada segumpal daging, apabila segumpal daging 
itu baik, maka akan menjadi baik semuanya, dan apabila segumpal daging itu 
jelek, maka akan jeleklah semuanya, ketahuilah bahwa segumpal daging itu adalah 
HATI." (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

Taaruf, sebuah proses menuju pernikahan, proses awal untuk menyatukan 2 insan 
manusia beserta keluarga besarnya. Namun ada sebagian orang yg menjalani taaruf 
ini dengan cara yang tidak benar yang akhirnya membuat hati menjadi semakin 
berkarat, mengikis tauhid dan aqidah sehingga tidak dapat memahami dan 
mengambil hikmahnya, mencela seseorang, menyakiti seseorang ataupun justru 
menyalahkan dirinya sendiri.

Ada beberapa kondisi orang2 yang melakukan taaruf, yaitu :
1.       orang yang memiliki hati yang mati
2.       orang yang memiliki hati yang sakit
3.       dan orang yang memiliki hati yang sehat.

Saya yakin, kebanyakan member di milis ini lebih banyak yang memiliki hati yang 
sakit dari pada jenis hati lainnya, termasuk saya tentunya
Karenanya disini saya ingin membahas Orang yang memiliki hati yang sakit bila 
melakukan proses taaruf.
Berkenankah antum/antunna menyimaknya?

HATI YANG SAKIT, sesuai firman Alloh Subhanahu wa Ta’ala :
“……….apabila dia mempunyai suatu keinginan, syaitan pun memasukkan 
godaan-godaan kedalam keinginannya itu. Tetapi Allah menghilangkan apa yang 
dimasukkan syaitan itu, dan Allah akan menguatkan ayat-ayat-NYA. Dan Allah Maha 
Mengetahui, Maha Bijaksana.” (QS. Al-Hajj : 52)

Ayat ini sengaja saya nukilkan untuk mendefinisikan pengertian dari HATI YANG 
SAKIT, yaitu hati yang hidup tapi ada penyakitnya, apabila mereka memiliki 
keinginan, digoda oleh syaitan, dan Alloh menolong mereka.

Hati yang sakit, yaitu orang yang taat terhadap perintah-perintah Alloh tetapi 
kadangkala juga berbuat maksiat, dan kadang-kadang salah satu di antara 
keduanya saling berusaha untuk mengalahkannya.

Hati jenis ini, mencintai Alloh, iman kepadaNya beribadah kepadaNya dengan 
ikhlas dan tawakkal kepadaNya, itu semua selalu dilakukannya tetapi ia juga 
mencintai nafsu syahwat dan kadang-kadang sangat berperan dalam hatinya serta 
berusaha untuk mendapatkannya.

Hasad, sombong (dalam beribadah kepada Alloh), ujub, dan terombang-ambing 
antara dua keinginan yaitu keinginan terhadap kenikmatan kehidupan akhirat 
serta keinginan untuk mendapatkan gemerlapnya dunia. Maka hati yang pertama 
hidup, tumbuh, khusyu’ dan yang kedua layu kemudian mati. Adapun yang ketiga 
dalam keadaan tidak menentu, apakah akan hidup ataukah akan mati.
Kemudian banyak sekali orang yang hatinya sakit dan sakitnya bahkan semakin 
parah, tetapi tidak merasa kalau hatinya sakit, bahkan sekalipun telah mati 
hatinya tetapi tidak tahu kalau hatinya telah mati.

Kenapa saya tidak membahas hati yang mati? Karena, jika hatinya mati, dia tidak 
akan melakukan proses taaruf, melainkan melakukan proses PACARAN atau proses 
gombalan yang banyak setannya itu  Apabila ia mencintai maka cintanya karena 
nafsunya, apabila ia membenci maka bencinya karena nafsunya, apabila ia memberi 
maka itu karena nafsunya, apabila ia menolak maka tolakannya atas dasar 
nafsunya, maka nafsunya sangat berperan dalam dirinya, dan lebih ia cintai 
daripada ridha Allah.

Adapun pada mulanya, orang yang hatinya sakit merasa dirinya memiliki hati yang 
sehat, yaitu :

“…..orang-orang yg telah diberi ilmu meyakini bahwa (Al-Qur’an) itu benar dari 
Tuhanmu, lalu mereka beriman dan hati mereka tunduk kepadanya….(QS. Al-Hajj 54)

Dengan ilmu yang dimilikinya, sedemikian dahsyatnya orang yang berhati sehat 
menjaga hijab dengan lawan jenisnya. Lalu memasuki masa taaruf, dimana pada 
masa inilah hijab antara keduanya mulai dibuka perlahan-lahan… Pada saat 
inilah.. ada yang hatinya tetap sehat, namun ada juga yang hatinya justru 
menjadi MATI.

“Dia (Allah) ingin menjadikan godaan yang ditimbulkan setan itu sebagai cobaan 
bagi orang-orang yang dalam hatinya ada penyakit dan orang yang berhati 
keras...” (QS. Al Hajj : 53)

Ayat diatas menjelaskan bahwa Allah memberikan cobaan bagi mereka yg mempunyai 
hati yang sakit.

Kebanyakan dari mereka lupa dengan firman-Nya:
“Apakah kalian mengira bahwa kalian akan masuk syurga, padahal belum datang 
cobaan sebagaimana halnya orang-orang yang lebih dahulu daripada kalian?” (QS. 
Al-Baqarah: 214)

Mulailah setan-setan memasukkan godaan2 kepada mereka dalam proses taaruf 
tersebut. (Lihat Qs. Al-Hajj : 52)
Tidak jarang saya jumpai proses taaruf yang berlarut-larut dan mendayu-dayu
Yang akhirnya kebablasan.. menyatakan kata CINTA dan SAYANG serta gombalan2 
lainnya yang bukan pada waktu dan tempatnya.
Menempatkan hati yang bukan pada tempatnya dan belum saatnya.
Perlahan2… cinta karena Alloh berubah menjadi NAFSU..

Hawa nafsu sering menghiasi sesuatu yang rusak menjadi tampak baik, sehingga 
banyak orang tertipu. Padahal bahayanya lebih besar daripada manfaatnya.

Yupz, tertipu.. padahal belum tentu dia adalah pasangan kita yang telah 
ditetapkan oleh Alloh Subhanahu wa Ta’ala dalam kitab Lauh Mahfudz.

Jadi meskipun itu adalah proses taaruf, kita harus tetap memperhatikan rambu2 
mengenai HIJAB & ZINA walaupun kita sudah di KHITBAH. Silahkan dikaji lebih 
dalam mengenail ilmu ini.

Tetaplah menjaga Alloh dalam kondisi senang & susah, niscaya Alloh akan menjaga 
kita dalam setiap kondisi.
Jadi saran saya untuk yang sedang dan akan taaruf, jangan kita menaruh hati 
sebelum orang itu HALAL untuk kita.
Usahakan untuk memposisikan hati untuk NETRAL, dan mintalah pertolongan kepada 
Alloh Subhanahu wa Ta'ala yang Maha membolak-balikkan hati manusia, karena Dia 
membatasi antara manusia dengan hatinya.

".....dan ketahuilah bahwa sesungguhnya Alloh membatasi antara manusia dan 
hatinya..."(QS. Al-Anfal :24)

Semoga dengan tunduknya kita pada Alloh Subhanahu wa Ta’ala dapat menyembuhkan 
hati yang sakit, sehingga menjadi hati yang sehat, yaitu selamat dari semua 
nafsu syahwat yang bertentangan dengan perintah Alloh dan laranganNya, dan dari 
semua syubhat yang memalingkan dari kebenaran, selamat dari peribadatan dan 
penghambaan diri kepada selain Alloh, selamat dari berhukum dengan hukum yang 
tidak diajarkan oleh Alloh dan RosulNya, dan mengikhlaskan seluruh 
peribadatannya hanya karena Alloh, iradahnya, kecintaannya, tawakkalnya, 
taubatnya, ibadah dalam bentuk sembelihannya, takutnya, raja’nya, 
diikhlaskannya semua amal hanya kepada Alloh.

Apabila ia mencintai maka cintanya karena Alloh Ta’ala,
apabila ia membenci maka bencinya karena Alloh Ta’ala,
apabila ia memberi maka memberinya karena Alloh Ta’ala,
apabila ia MENOLAK MAKA MENOLAKNYA KARENA ALLOH SUBHANAHU WA TA’ALA.


Adapun mengenai ilmu NADZOR, saya sarankan untuk membeli VCD dari Ustad Abdul 
Hakim bin Amir Abdat yang berjudul “INDAHNYA PERNIKAHAN”, bedah buku 
Al-Masaa-il jilid 7. Disini ilmu NADZOR dikupas secara tajam… setajam SILET…

====================================

“…. Dan janganlah kamu mengikuti langkah2 setan. Sungguh, setan itu musuh yang 
nyata bagimu.” (QS. Al-Baqoroh : 168)

Ibrahim bin Sufyan : “Apabila rasa TAKUT bersemayam dalam hati seseorang, ia 
akan mengubah syahwat dan mengusir cinta dunia.” (Tahdzib Madarijus Salikin, 
I/433)

SYAIKHUL ISLAM IBNU QOYYIM AL-JAUZIYYAH BERKATA: ''BARANG SIAPA INGIN 
KEJERNIHAN HATINYA MAKA HENDAKLAH KAMU MENGUTAMAKAN ALLOH DARI PADA NAFSU 
SYAHWATNYA''.

Wassalamu’alaykum warohmatulloohi wabarokaatuh.



--- On Sun, 11/9/08, Tony Zatmiko <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

From: Tony Zatmiko <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: Bls: [assunnah] bagaimanakah ta'aruf yang syar'i??
To: [email protected]
Date: Sunday, November 9, 2008, 9:33 PM

wa'alaikumsalam warahmatullah. .

kalo kata ust.muhtarom (afwan kalo salah tulis), di kajian kemaren,
katanya nadhor itu simpel dan gampang, intinya melihat,
boleh diketahui si akhwatnya atopun tidak, cari waktu/timing yg tepat, dan kalo 
"srek",
masuk ke langkah berikutnya, yaitu khitbah alias mlamar.
Allahu 'alam..
afwan kalo ana banyak ksalahan disana-sini, maklum masih jahil dan musti banyak 
blajar.

____________ _________ _________ __
Dari: Diana Aulia <[EMAIL PROTECTED] com>
Kepada: [EMAIL PROTECTED] s.com
Terkirim: Minggu, 9 November, 2008 11:23:35
Topik: Re: [assunnah] bagaimanakah ta'aruf yang syar'i??

assalamu'alaikum. ..
sebelumnya sy jg jd ingin bertanya..ta' aruf yg baik itu bagaimana... tempo 
hari ada ikhwan dtng ntuk ta'aruf dgn sy tp diluar dugaan tiba2 beliau langsung 
memperkenalkan diri dihadapan klrg dan langsung menyampaikan maksudnya ntuk 
menikah..anehnya beliau bertanya dihadapan klrg besar tntng tujuan pernikahan 
yg ingin sy bentuk...apa sy salah jika itu smua sbnrnya tdk perlu diketahui 
bnyk org cukup oleh sy dan beliau saja?? (tdk perlu ditanya dihalayak ramai)
dgn kejadian itu sy jd tidak mau melanjutkan ta'aruf...bagaimana sbaiknya..... 
makasih.. .

--- On Sun, 9/11/08, ... Chandraleka <hchandraleka@ gmail.com> wrote:
From: ... Chandraleka <hchandraleka@ gmail.com>
Subject: Re: [assunnah] bagaimanakah ta'aruf yang syar'i??
To: [EMAIL PROTECTED] s.com
Date: Sunday, 9 November, 2008, 9:22 PM

Assalamu'alaikum wa rahmatullah

Saya kira masalah nadhor ini tidak semudah itu. Karena banyak kaum muslimin
tidak memahami masalah nadhor. Termasuk para bapak / orang tua akhwat.
Karena bisa bisa mereka salah paham dan kaget. Maka dari itu nadhor harus
dilakukan dengan cara yang hati-hati.

Wassalamu'alaikum

Abu Isa Hasan Cilandak
al Faqir ila Allah

----- Original Message -----
10a. Re: bagaimanakah ta'aruf yang syar'i??
Posted by: "abu zalfa" [EMAIL PROTECTED] com cahtugu
Fri Nov 7, 2008 3:29 am (PST)
Wa'alaikumussalam

.....

Sedangkan untuk nadhor langsung saja datang kerumahnya bertemu dengan
bapaknya atau saudara laki-lakinya kemudian mengutaran bahwa kedatangannya
ingin nadhor dengan si dia, alangkah baiknya kalau sebelumnya ada
pemberitahuan, untuk batasan mana yang boleh lihat silahkan simak fatwa di
bawah.

BATASAN MELIHAT CALON ISTRI
Oleh : Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz
http://www.almanhaj .or.id/content/ 495/slash/ 0

Pertanyaan.
Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz ditanya : Apabila seorang pemuda
datang untuk meminang seorang putri apakah ia wajib melihatnya ? Apakah
juga
boleh perempuan itu membuka kepalanya agar tampak lebih jelas
kecantikannya
bagi pelamar ? Dengan hormat saya mohon penjelasannya.

Jawaban.
Tidak apa-apa, akan tetapi tidak wajib. Dan dianjurkan kalau ia melihat
perempuan yang dilamar dan perempuan itu juga melihatnya, karena Nabi
Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam memerintahkan kepada lelaki yang
melamar seorang perempuan agar melihatnya.

____________ _________ _________ _________ _________ _________ _
Yahoo! sekarang memiliki alamat Email baru.
Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan di domain baru @ymail dan @rocketmail.
Cepat sebelum diambil orang lain!
http://mail. promotions. yahoo.com/ newdomains/ id/

Kirim email ke