Berkenaan dengan bunyi hadits ini:

" Shalat itu adalah tiang agama, barang siapa yang mendirikan shalat berarti
dia mendirikan agama dan barang siapa yang meninggalkan shalat berarti dia
meruntuhkan agama."

Maka di kitab Koreksi Hadits-Hadits Dha'if Populer karya Abu Ubaidah
disebutkan *derajat hadist ini adalah DHA'IF/LEMAH.
*
Hadist yang lebih kuat/hasan mengenai ini sebagaimana diriwayatkan oleh
Ahmad, Tirmidi, dan Ibnu Majah dari sahabat Muadz bin Jabal;

Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam bersabda:"Maukah aku kabarkan padamu
tentang intisari perkara, tiangnya, dan puncaknya? "Saya berkata:"Benar,
wahai Rasulullah!" Beliau Shallallahu alaihi wasallam menjawab:"Intisari
perkara adalah Islam, tiangnya adalah shalat..."

Harap berhati-hati meriwayatkan hadits.

Wallahu a'lam
Syamsul

2008/11/15 aubert razaini <[EMAIL PROTECTED]>

>   Wa alaikumussalam Akhwat Lisda,
>
> Sebelumnya ana mau luruskan dahulu bunyi hadits rasul di bawah, ada dua
> buah hadits yang tergabung menjadi satu, mungkin yang akhwat maksud salah
> satunya :
>
> " Shalat itu adalah tiang agama, barang siapa yang mendirikan shalat
> berarti dia mendirikan agama dan barang siapa yang meninggalkan shalat
> berarti dia meruntuhkan agama."
>
> " Amalan yang pertama-tama di hisab oleh allah Subhanahu wa Ta'ala adalah
> amalan shalat, barang siapa
> yang baik amalan shalatnya maka baik pulalah amalan-amalan yang lainya."
>
> Adapun shalat di awal waktu itu adalah salah satu amalan yang disukai oleh
> Allah, apalagi bila diiringi oleh shalat-shalat sunat tawawuk (yang
> mengiringi fardhu tsb) baik muaqat atau ghairu muaqat.
>
> Mengenal tabiat teman akhwat dari shalatnya, itu sangatlah tidak mudah
> karna banyak sebab seseorang bisa menutup diri atau tidak mau bergaul dengan
> teman sekantornya, bisa saja dia menjaga dirinya dari pengaruh2x buruk di
> lingkugan kerja,
> lantas kita dengan mudahnya menghibahnya ( gosip ) dan menyangkut pautkan
> pula dengan urusan shalat, ana rasa ini sesuatu yang kurang fair, atau
> adakah kita ini manusia yang sempurna ?
>
> Ana sangat senang dengan perhatian dan simpati akhwat terhadap sdr.Diah
> ini, meskipun teman 2x di sekitar akhwat banyak tidak menyukainya tapi
> akhwat justru berupaya mencari solusinya, alhamdulillah.
>
> Akhwat Lisda,
> Rasulullah pernah bersabda "apabila kamu ingin mengetahui akhlak seseorang,
> maka lihatlah akhlak dari teman dekatnya." jadi kalau akhwat pingin
> menyampaikan hal yang baik terhadap saudari ini, maka sebaiknya perbaik
> dahulu hubungan ahkwat denganya dan dekati teman-temanya,
> Ana rasa cara ini bisa akhwat tempuh dan insyaallah berhasil,
> Wassalam
>
>
> --- On Tue, 11/11/08, Lisda <[EMAIL PROTECTED]<lisda%40shinetsubatam.co.id>>
> wrote:
>
> From: Lisda <[EMAIL PROTECTED] <lisda%40shinetsubatam.co.id>>
> Subject: [assunnah] Sholat Adalah tiang agama
> To: [email protected] <assunnah%40yahoogroups.com>
> Date: Tuesday, November 11, 2008, 8:50 PM
>
> Assalamualaykum warohmatullahi wabarokatuh,
> Saya Lisda Purnama Dewi,
> Saya pernah baca sebuah Hadis bahwa Sholat adalah tiang agama, barang siapa
> yang baik Sholatnya maka akan baik amalan amalan yang lainnya (maaf jika
> salah)
> saya punya teman satu kantor sebut saja namanya Diah. selama saya bekerja
> bersama dia saya selalu melihat dia Sholat 5 waktu pada tepat waktunya,
> sebelum sholat wajib dia juga melakukan sholat sunah yang lainya dan
> mengaji.
> selama saya bersama dia saya, saya sering mendengar dr teman2 yang lain
> bahwa
> mereka sering sekali merasa sakit hati dengan diah
> Mereka bilang juga cr Diah bicara ketus, egois dan tidak peduli dng Orng2
> yg
> ada disekitarnya yg butuh bantuan. Bhkan teman2 yang lain pun, mengatakan
> bahwa
> dia bukan manusia, karna terkenal egois, mudah marah, galak, dia juga hanya
> mau
> bicara & berkumpul dengan orang 2 yg dia sukai saja. dan selalu memilih
> milih teman dalam pergaulan.
> shg suatu saat ada salah satu kawan saya yang berkelahi dengan dia dengan
> mengatakan "Diah kamu rajin sholat kok sama manusia jahat, buat apa kamu
> sholat!"
> Bukannya saya sering bergunjing, mau tidak mau karna kami bekerja dalam
> satu
> kantor saya menjadi dengar semua ttng apa yg terjadi di sini.
> Saya juga terkadang Berfikir Dia rajin sholat tepat pd waktunya, mengaji,
> ttp
> mengapa hubungan dengan manusia tidak baik?
> sebagai teman satu kantor saya ingin dia tidak bersikap seperti apa yg
> kawan2
> lain katakan ttng kejelekan dia. tp saya takut dia tidak terima apalagi dia
> lebih tua dr saya. walaupun saya tidak merasa saya benar/lebih baik. saya
> ingin
> dia tidak bersikap demikian karna menurut hati saya apa yang dia lakukan
> adalh
> tidak baik.
> yang saya tanyakan dg cara yang bagaimana agar saya bisa sedikit mengurangi
> keegoisan dia, Syukur bila saya bisa merubah sikap dia yg kurang baik..
> kemudian saya merasa sholat yang dia lakukan tidak tercermn dr sikap dia
> sehari
> hari. sama sekali dia tidak seperti orng yang beriman.
> Mengapa dia sholat tp hubungan dengan manusia begitu tidak baik?
> Mohon nasehatnya, sekali lagi maaf bila penyampaian dan kata2 saya kasar.
>
> Syukron..
>  
>

Kirim email ke