Dari: Uminya Faris <[email protected]>
Terkirim: Kam, 25 Februari, 2010 00:03:58
Assalamu`alaykum
Maaf sebelumnya jika pertanyaan saya sudah pernah ada. Ada yang ingin saya 
tanyakan adakah amalan lain selain doa dari anak yang shalih untuk orang tua 
yang sudah meninggal? semisal: berqurban, berhaji, berumroh atas nama orang 
tua? apakah jika kita ber tilawah dengan niat pahalanya untuk ortu itu 
dibenarkan? apakah jika bersodaqoh atas nama ortu yg meninggal itu dibenarkan?
jazakalloh khoiron katsir
wassalamu`alaykum

 السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
بسم الله الرحمن الرحيم
Semua yang anti kerjakan dan mendapat pahala insya Allah orang tua anti 
mendapatkannya. biarpun anti tidak berniat menghadiahkannya. karena ada dalil 
"sesekali orang tidak akan mendapat pahala kecuali dari hasil perbuatannya 
sendiri " dan kita adalah hasil dari perbuatan orang tua kita. walahua,lam 
bisowab
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا، وَرِزْقًا طَيِّبًا، وَعَمَلًا 
مُتَقَبَّلًا.

“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rizki yang 
baik, dan amal yang diterima”
________________________________

Kelima.
http://www.almanhaj.or.id/content/689/slash/0
Mendo'akan orang tua. Sebagaimana dalam ayat "Robbirhamhuma kamaa rabbayaani 
shagiiro" (Wahai Rabb-ku kasihanilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua 
telah mendidik aku diwaktu kecil). Seandainya orang tua belum mengikuti dakwah 
yang haq dan masih berbuat syirik serta bid'ah, kita harus tetap berlaku lemah 
lembut kepada keduanya. Dakwahkan kepada keduanya dengan perkataan yang lemah 
lembut sambil berdo'a di malam hari, ketika sedang shaum, di hari Jum'at dan di 
tempat-tempat dikabulkannya do'a agar ditunjuki dan dikembalikan ke jalan yang 
haq oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala.

Apabila kedua orang tua telah meninggal maka :

Yang pertama : Kita lakukan adalah meminta ampun kepada Allah Ta'ala dengan 
taubat yang nasuh (benar) bila kita pernah berbuat durhaka kepada kedua orang 
tua sewaktu mereka masih hidup.

Yang kedua : Adalah mendo'akan kedua orang tua kita.

Dalam sebuah hadits dla'if (lemah) yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah dan Ibnu 
Hibban, seseorang pernah bertanya kepada Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa 
sallam.

"Apakah ada suatu kebaikan yang harus aku perbuat kepada kedua orang tuaku 
sesudah wafat keduanya ?" Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam menjawab, "Ya, 
kamu shalat atas keduanya, kamu istighfar kepada keduanya, kamu memenuhi janji 
keduanya, kamu silaturahmi kepada orang yang pernah dia pernah silaturahmi 
kepadanya dan memuliakan teman-temannya" [Hadits ini dilemahkan oleh beberapa 
imam ahli hadits karena di dalam sanadnya ada seorang rawi yang lemah dan 
Syaikh Albani Rahimahullah melemahkan hadits ini dalam kitabnya Misykatul 
Mashabiih dan juga dalam Tahqiq Riyadush Shalihin (Bahajtun Nazhirin Syarah 
Riyadush Shalihin Juz I hal.413 hadits No. 343)]

Sedangkan menurut hadits-hadits yang shahih tentang amal-amal yang diperbuat 
untuk kedua orang tua yang sudah wafat, adalah :

[1] Mendo'akannya
[2] Menshalatkan ketika orang tua meninggal
[3] Selalu memintakan ampun untuk keduanya.
[4] Membayarkan hutang-hutangnya
[5] Melaksanakan wasiat yang sesuai dengan syari'at.
[6] Menyambung tali silaturrahmi kepada orang yang keduanya juga pernah 
menyambungnya

[Diringkas dari beberapa hadits yang shahih]

Sebagaimana hadits Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam dari sahabat Abdullah bin 
Umar Radhiyallahu 'anhuma.

"Artinya : Aku mendengar Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, 
"Sesungguhnya termasuk kebaikan seseorang adalah menyambung tali silaturrahmi 
kepada teman-teman bapaknya sesudah bapaknya meninggal" [Hadits Riwayat Muslim 
No. 12, 13, 2552]

Dalam riwayat yang lain, Abdullah bin Umar Radhiyallahu 'anhuma menemui seorang 
badui di perjalanan menuju Mekah, mereka orang-orang yang sederhana. Kemudian 
Abdullah bin Umar mengucapkan salam kepada orang tersebut dan menaikkannya ke 
atas keledai, kemudian sorbannya diberikan kepada orang badui tersebut, 
kemudian Abdullah bin Umar berkata, "Semoga Allah membereskan urusanmu". 
Kemudian Abdullah bin Umar Radhiyallahu 'anhumua berkata, "Sesungguhnya 
bapaknya orang ini adalah sahabat karib dengan Umar sedangkan aku mendengar 
sabda Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam :

"Artinya : Sesungguhnya termasuk kebaikan seseorang adalah menyambung tali 
silaturrahmi kepada teman-teman ayahnya" [Hadits Riwayat Muslim 2552 (13)]

Tidak dibenarkan mengqadha shalat atau puasa kecuali puasa nadzar [Tamamul 
Minnah Takhrij Fiqih Sunnah hal. 427-428, cet. III Darul Rayah 1409H, lihat 
Ahkamul Janaiz oleh Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani hal 213-216, cet. 
Darul Ma'arif 1424H]

Kirim email ke