Jazakumulloh khoirul jaza atas sharing ilmu yang sangat bermanfaat, inshaALLOH.
________________________________ From: Abu shaquille <[email protected]> To: [email protected] Sent: Thu, February 25, 2010 9:27:12 AM Subject: Bls: [assunnah]>>Amalan untuk orang tua yg sdh meninggal<< Dari: Uminya Faris <ririkur...@yahoo. com> Terkirim: Kam, 25 Februari, 2010 00:03:58 Assalamu`alaykum Maaf sebelumnya jika pertanyaan saya sudah pernah ada. Ada yang ingin saya tanyakan adakah amalan lain selain doa dari anak yang shalih untuk orang tua yang sudah meninggal? semisal: berqurban, berhaji, berumroh atas nama orang tua? apakah jika kita ber tilawah dengan niat pahalanya untuk ortu itu dibenarkan? apakah jika bersodaqoh atas nama ortu yg meninggal itu dibenarkan? jazakalloh khoiron katsir wassalamu`alaykum السلام عليكم ورحمة الله وبركاته بسم الله الرحمن الرحيم Semua yang anti kerjakan dan mendapat pahala insya Allah orang tua anti mendapatkannya. biarpun anti tidak berniat menghadiahkannya. karena ada dalil "sesekali orang tidak akan mendapat pahala kecuali dari hasil perbuatannya sendiri " dan kita adalah hasil dari perbuatan orang tua kita. walahua,lam bisowab اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا، وَرِزْقًا طَيِّبًا، وَعَمَلًا مُتَقَبَّلًا. “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rizki yang baik, dan amal yang diterima” ____________ _________ _________ __ Kelima. http://www.almanhaj.or.id/content/689/slash/0 Mendo'akan orang tua. Sebagaimana dalam ayat "Robbirhamhuma kamaa rabbayaani shagiiro" (Wahai Rabb-ku kasihanilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku diwaktu kecil). Seandainya orang tua belum mengikuti dakwah yang haq dan masih berbuat syirik serta bid'ah, kita harus tetap berlaku lemah lembut kepada keduanya. Dakwahkan kepada keduanya dengan perkataan yang lemah lembut sambil berdo'a di malam hari, ketika sedang shaum, di hari Jum'at dan di tempat-tempat dikabulkannya do'a agar ditunjuki dan dikembalikan ke jalan yang haq oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala. Apabila kedua orang tua telah meninggal maka : Yang pertama : Kita lakukan adalah meminta ampun kepada Allah Ta'ala dengan taubat yang nasuh (benar) bila kita pernah berbuat durhaka kepada kedua orang tua sewaktu mereka masih hidup. Yang kedua : Adalah mendo'akan kedua orang tua kita. Dalam sebuah hadits dla'if (lemah) yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah dan Ibnu Hibban, seseorang pernah bertanya kepada Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam. "Apakah ada suatu kebaikan yang harus aku perbuat kepada kedua orang tuaku sesudah wafat keduanya ?" Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam menjawab, "Ya, kamu shalat atas keduanya, kamu istighfar kepada keduanya, kamu memenuhi janji keduanya, kamu silaturahmi kepada orang yang pernah dia pernah silaturahmi kepadanya dan memuliakan teman-temannya" [Hadits ini dilemahkan oleh beberapa imam ahli hadits karena di dalam sanadnya ada seorang rawi yang lemah dan Syaikh Albani Rahimahullah melemahkan hadits ini dalam kitabnya Misykatul Mashabiih dan juga dalam Tahqiq Riyadush Shalihin (Bahajtun Nazhirin Syarah Riyadush Shalihin Juz I hal.413 hadits No. 343)] Sedangkan menurut hadits-hadits yang shahih tentang amal-amal yang diperbuat untuk kedua orang tua yang sudah wafat, adalah : [1] Mendo'akannya [2] Menshalatkan ketika orang tua meninggal [3] Selalu memintakan ampun untuk keduanya. [4] Membayarkan hutang-hutangnya [5] Melaksanakan wasiat yang sesuai dengan syari'at. [6] Menyambung tali silaturrahmi kepada orang yang keduanya juga pernah menyambungnya [Diringkas dari beberapa hadits yang shahih] Sebagaimana hadits Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam dari sahabat Abdullah bin Umar Radhiyallahu 'anhuma. "Artinya : Aku mendengar Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Sesungguhnya termasuk kebaikan seseorang adalah menyambung tali silaturrahmi kepada teman-teman bapaknya sesudah bapaknya meninggal" [Hadits Riwayat Muslim No. 12, 13, 2552] Dalam riwayat yang lain, Abdullah bin Umar Radhiyallahu 'anhuma menemui seorang badui di perjalanan menuju Mekah, mereka orang-orang yang sederhana. Kemudian Abdullah bin Umar mengucapkan salam kepada orang tersebut dan menaikkannya ke atas keledai, kemudian sorbannya diberikan kepada orang badui tersebut, kemudian Abdullah bin Umar berkata, "Semoga Allah membereskan urusanmu". Kemudian Abdullah bin Umar Radhiyallahu 'anhumua berkata, "Sesungguhnya bapaknya orang ini adalah sahabat karib dengan Umar sedangkan aku mendengar sabda Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam : "Artinya : Sesungguhnya termasuk kebaikan seseorang adalah menyambung tali silaturrahmi kepada teman-teman ayahnya" [Hadits Riwayat Muslim 2552 (13)] Tidak dibenarkan mengqadha shalat atau puasa kecuali puasa nadzar [Tamamul Minnah Takhrij Fiqih Sunnah hal. 427-428, cet. III Darul Rayah 1409H, lihat Ahkamul Janaiz oleh Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani hal 213-216, cet. Darul Ma'arif 1424H]
