Wa 'alaikum salaam wa rahmatullahi wa barakatuh,

Anti masih bisa berkomunikasi dengan temen-temen anti yang semanhaj via 
internet, sesungguhnya hal itu dapat anti jadikan sebagai semangat. Itulah 
ladang dakwah anti,kalao iman lagi surut anti bisa membaca buku2 ulama 
salaf.Insya Allah iman akan bangkit kembali,jangan menyerah dengan kondisi 
karena suatu hari nanti akan ada kondisi yang lebih baik.Masih banyak 
temen-temen anti yang semanhaj di luar sana,anti bisa mengikuti kajian-kajian 
di luar kampus dan anti bisa berkomunikasi dengan mereka tentang permasalahan 
yang anti hadapi di kampus.get spirit dalam berdakwah.

Wallohua'lam
  _____  

PENUNTUT ILMU TIDAK BOLEH PUTUS ASA DALAM MENUNTUT ILMU DAN WASPADA TERHADAP 
BOSAN
http://www.almanhaj.or.id/content/2351/slash/0
Sebab, bosan adalah penyakit yang mematikan, membunuh cita-cita seseorang 
sebesar sifat bosan yang ada pada dirinya. Setiap kali orang itu menyerah 
terhadap kebosanan, maka ilmunya akan semakin berkurang. Terkadang sebagian 
kita berkata dengan tingkah lakunya, bahkan dengan lisannya, “Saya telah pergi 
ke banyak majelis ilmu, namun saya tidak bisa mengambil manfaat kecuali 
sedikit.”

Ingatlah wahai saudaraku, kehadiran Anda dalam majelis ilmu cukup membuat Anda 
mendapatkan pahala. Bagaimana jika Anda mengumpulkan antara pahala dan manfaat? 
Oleh karena itu, janganlah putus asa. Ketahuilah, ada beberapa orang yang jika 
saya ceritakan kisah mereka, maka Anda akan terheran-heran. Di antaranya, 
pengarang kitab Dzail Thabaqaat al-Hanabilah. Ketika menulis biografi, ia 
menyebutkan banyak cerita unik beberapa orang ketika mereka menuntut ilmu.

‘Abdurrahman bin an-Nafis -salah seorang ulama madzhab Hanbali- dulunya adalah 
seorang penyanyi. Ia mempunyai suara yang bagus, lalu ia bertaubat dari 
kemunkaran ini. Ia pun menuntut ilmu dan ia menghafal kitab al-Haraqi, salah 
satu kitab madzhab Hanbali yang terkenal. Lihatlah bagaimana keadaannya semula. 
Ketika ia jujur dalam taubatnya, apa yang ia dapatkan?

Demikian pula dengan ‘Abdullah bin Abil Hasan al-Jubba’i. Dahulunya ia seorang 
Nashrani. Kelurganya juga Nashrani bahkan ayahnya pendeta orang-orang Nashrani 
sangat mengagungkan mereka. Akhirnya ia masuk Islam, menghafal Al-Qur-an dan 
menuntut ilmu. Sebagian orang yang sempat melihatnya berkata, “Ia mempunyai 
pengaruh dan kemuliaan di kota Baghdad.”

From:Of Mardiana .
Sent: Saturday, March 06, 2010 1:25 PM
To: [email protected]
Subject: [assunnah] Pasang surutnya iman

Assalamu'alaikum
ana mahasisiwi disebuah perguruan tinggi swasta. Di kampus ana, hanya ana
yang salaf, dari situ ana mendapatkan fitnah besar dan ikhtilat. terlebih
lagi pergaulan yang jauh dari sunnah, sehingga tak jarang ana mengalami
surutnya iman, ana merasa waktu ana banyak terbuang untuk hal-hal yang
shubhat.

Ana minta solusi/saran/nasehat agar senantiasa istiqomah setidaknya tidak
terbawa oleh pergaulan di Kampus yang shubhat?


------------------------------------

Website anda http://www.almanhaj.or.id
Berhenti berlangganan: [email protected]
Ketentuan posting : http://milis.assunnah.or.id/aturanmilis/

INFO:
Saat ini domain assunnah.mine.nu telah diambil alih (direbut) oleh pihak yang 
tidak diketahui. Isi dan kandungannya tidak ada hubungannya dengan pengelola 
sebelumnya.
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke