From: "Mardiana ." <[email protected]>
Date: Fri, 5 Mar 2010 22:25:01 
Assalamu'alaikum
ana mahasisiwi disebuah perguruan tinggi swasta. Di kampus ana, hanya ana yang 
salaf, dari situ ana mendapatkan fitnah besar dan ikhtilat. terlebih lagi 
pergaulan yang jauh dari sunnah, sehingga tak jarang ana mengalami surutnya 
iman, ana merasa waktu ana banyak terbuang untuk hal-hal yang shubhat.

Ana minta solusi/saran/nasehat agar senantiasa istiqomah setidaknya tidak 
terbawa oleh pergaulan di Kampus yang shubhat?
=========

Kepada ukhti Mardiana,

Saran saya agar anti tetap istiqomah di atas ilmu dan hidayah  yg sudah anti 
dapatkan,memang tidak mudah utk menjaga hidayah ini apalagi kalau kita gaulnya 
dengan orang2 yg masih awam,jauh dari nilai2 syariat.
Kita di perintahkan utk bersabar di atas ketaatan kepada Allah dan inilah 
kesabaran yg paling tinggi nilainya,semoga dapat membantu utk memberikan 
semangat.

Ummu Farhan

MENYIBUKKAN DIRI DENGAN MELAKUKAN SUATU PEKERJAAN ATAU MENGKAJI SUATU ILMU YANG 
BERMANFAAT
http://www.almanhaj.or.id/content/1030/slash/0

Diantara sarana untuk menangkis kegelisahan yang ditimbulkan oleh ketegangan 
saraf dan kekalutan hati karena beberapa hal yang mengeruhkan pikiran adalah : 
Menyibukkan diri dengan melakukan suatu perkejaan atau mengkaji suatu ilmu yang 
bermanfaat.

Hal ini dapat membuat hati melupakan kekalutan dengan melupakan hal-hal yang 
mengguncangkannya itu. Bisa jadi ia, karenanya, dapat melupakan beberapa 
penyebab yang telah membuatnya gundah dan sedih. Dengan demikian jiwanya senang 
dan kesemangatannya tumbuh dan bertambah. Sarana ini pun bagi mu'min dan selain 
mu'min adalah sama. Hanya saja, orang mum'min berbeda dan unggul karena iman, 
keikhlasan dan keberharapannya kepada pahala Ilahi melalui ilmu yang dipelajari 
dan diajarkannya dan melalui perbuatan baik yang dikerjakannya. Jika perkerjaan 
itu berupa ibadah, maka ia melakukannya dengan semestinya sebagai ibadah. Jika 
pekerjaan itu berupa kesibukan kerja dalam urusan duniawi atau aktivitas 
keseharian yang bersifat duniawi, maka ia sisipkan pada pekerjaan itu niat yang 
benar dan tujuan agar pekerjaan itu menjadi penolong baginya untuk melakukan 
ketaatan kepada Allah. Hal ini memiliki pengaruh yang efektif untuk menangkis 
kegundahan, kesedihan dan kesusahan.

Berapa banyak orang yang terkena keguncangan dan kekalutan batin, lalu 
terjangkiti berbagai penyakit. Ternyata terapinya yang manjur adalah " 
melupakan penyebab yang membuat jiwanya kalut dan guncang, dan menyibukkan diri 
dengan suatu pekerjaan dari berbagai tugasnya". Seyogianya kesibukan yang 
ditanganinya itu adalah hal-hal yang disenangi dan digandrungi jiwa. Karena, 
hal itu lebih mengacu untuk terwujudnya tujuan yang bermanfaat itu. Wallahu 
A'lam.


Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

------------------------------------

Website anda http://www.almanhaj.or.id
Berhenti berlangganan: [email protected]
Ketentuan posting : http://milis.assunnah.or.id/aturanmilis/

INFO:
Saat ini domain assunnah.mine.nu telah diambil alih (direbut) oleh pihak yang 
tidak diketahui. Isi dan kandungannya tidak ada hubungannya dengan pengelola 
sebelumnya.
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke