2010/4/9 emji_sugi <[email protected]> > suami ana sudah hampir 8 th aktif di liqo pks.bahkan termasuk kader yg > potensial.ana sendiri sudah 5 th masih aktif.tp belakangan ini setelah > beberapa kali ikut kajian salaf,entahlah sepertiny pikirin ini semakin > terbuka.dr awal keterlibatan di liqo pun bnyk hal2 yg bertentangan dengan > hati nurani karena kebetulan ana di lahirkan dan di didik dari keluarga yg > tegas dlm menjalankan syariat.Akhrny keraguan ini ana kemukakan pada > suami.tp suami sepertinya tidak berkenan dan menganggap pikiran ana sudah > di cuci oleh paham2 salafy.semakin kemari ana merasa semakin 'berbeda'dengan > suami.dia memang tidak melarang ana ikut kajian salaf,akan tetapi ada dlm > hati kecil ini menginginkan agar suamipun ikut bertholabul ilmi di kajian > tersebut,karena ana sebagai istri merasa bahwa suami sudah semakin jauh > keterlibtannya dalam aktifitas hizbiyah,di tambah lagi sikap terhadap > murrobinya yg terkadang sangat taat sehingga terkesan taqlid terlebih lg > sikap murrobinya sendiri yg tidak suka jika muridnya ikut kajian salaf. > > ana mohon pencerahannya,karena sungguh tidak nyaman dalam keadaan seperti > ini. > wa'alaikumussalam warahamtullah wabarakatuh
semoga ummu diberikan keistiqomahan dan kesabaran dalam menghadapi apa yang ummu hadapi saat ini. memang tidak mudah mengubah pola berpikir seseorang, apalagi suami ummu termasuk aktifis yang sudah lekat dengan kegiatan tsb selama bertahun-tahun. mungkin bila suami belum bisa ikut kajian salaf secara langsung, ummu bisa mencoba dengan memutar rekaman-rekaman kajian salaf di rumah, atau bisa juga dengan mendengarkan kajian di radio rodja misal. dengan harapan suami jadi tahu materi apa yang sebenarnya ada di kajian salaf. terkadang ana sendiri merasa, kajian salaf terlalu dikesankan pada sebuah ke extriman yang membuat orang menjadi anti pati terlebih dahulu sebelum mengenal. adapun jika ummu bisa berbicara langsung dengan upaya persuasif, alangkah lebih baik. afwan, jika kurang berkenan -- Kurnia Adhiwibowo
