Wa'alaikum salam,

Terdapat ayat yg berkaitan dgn pertanyaan. Qs Maryam: 71-72, yang artinya:

"Dan tidak ada seorang pun di antara kamu yg tdk mendatanginya
(neraka). Hal itu bagi Rabb-mu adalah suatu ketentuan yg sudah
ditetapkan. Kemudian Kami akan menyelamatkan orang-orang yg bertaqwa
dan membiarkan orang-orang zhalim di dalam (neraka) dalam keadaan
berlutut."

Mengenai kalimat "Dan tidak ada seorang pun di antara kamu yg tdk
mendatanginya (neraka)", Syaikh 'Abdul Muhsin hafizhahullah menyatakan
bahwa penafsiran paling populer mengenai ayat di atas ada dua
pendapat.
Pertama, semua memasuki neraka, akan tetapi mereka (kaum Mukminin)
tidak mengalami bahaya.
Kedua, mereka semua melewati shirath (jembatan) sesuai dgn kadar amal
shalehnya. Jembatan ini terbentang di atas permukaan neraka Jahannam.
Jadi, orang yg melewatinya dikatakan telah mendatangi neraka.
Penafsiran ini dinukil Ibnu Katsir rahimahullah dari Ibnu Mas'ud
radiyallahuanhu.

Dari dua pendapat ini, Imam Ibnul Abil 'Izzi rahimahullah memandang
bahwa pendapat kedua itulah yang paling kuat dan rajih. Beliau
berkata: "Ulama tafsir berbeda pendapat mengenai pengertian al-wurud
(mendatangi) dalam firman Allah Surat Maryam ayat 71, manakah pendapat
yang benar? Pendapat yang paling jelas dan lebih kuat adalah melintasi
shirath."

Lebih jelas lagi silahkan membaca rubik Tafsir majalah As-Sunnah no.09
edisi Dzulhijjah 1430H / Desember 2009 berjudul 'Semua Akan Memasuki
Neraka' oleh ust. 'Ashim bin Musthafa, Lc

Semoga bermanfaat

On 5/4/10, Abu Hafidz <[email protected]> wrote:
> Assalamu 'alaikum warohmatullahi wabarikatuhu,
>
> Ikhwan rohimakumullah,
>
> Mengenai orang-orang muslim maka nasibnya setelah mati adalah mutlak
> ditangan Allah Ta'ala, karena hadits mengatakan tidaklah seseorang itu masuk
> surga karena amalnya, lalu sahabat bertanya," tidak juga engkau ya
> Rasulullah (sholallahu 'alaihi wa sallam)?, Nabi sholallahu 'alaihi wa
> sallam menjawab," tidak juga aku!". seseorang memasuki surga adalah karena
> kasih sayang Allah Ta'ala. (Hadits Shohih, coba cek di Riyadhush sholihin).
>
> Namun dalam hadits qudsi yang shohih, Allah Ta'ala berfirman bahwa aku
> haramkan kezholiman atas diriku. maka Allah Ta'ala tidak akan pernah zholim,
> barang siapa yang ta'at kepada Allah Ta'ala dan Rasulnya sholallahu 'alaihi
> wa sallam maka adalah orang yang beruntung (atau mendapat keberuntungan yang
> besar, "faqod fazaa fauzan azhiima"), keberuntungan apa yang lebih besar
> kecuali mendapatkan kasih sayang Allah Ta'ala di akhirat nanti. Wallahu
> a'lam.
>
> Sedangkan orang-orang kafir, musyrikin, munafiqin adalah mereka akan kekal
> di neraka. banyak nash-nash yang shorih berbicara tentang ini dalam
> Al-qur'an dan Al-hadits, antum tinggal mentadaburinya secara sabar. Insya
> Allah Ta'ala akan dimudahkan jalan itu oleh Allah Ta'ala. Ini adalah dalil
> tentang ketetapan kekalnya orang yang mati dalam keadaan kafir, musyrik, dan
> munafiq di dalam neraka. dari sini bisa diambil dalil pengertian
> kebalikannya (mafhum mukholafah) bahwasanya yang selain itu (selain yang
> mati kafir, musyrik dan munafiq) tidak kekal di neraka. maka orang-orang
> yang dia telah memeluk Islam, menjadi muslim, mu'min, maka mereka tidak
> kekal di neraka.
>
> apakah mereka akan mendapat siksa di neraka dikarenakan dosa-dosanya atau
> diampuni? maka jawabnya adalah tahta masyi-atillah (di bawah kehendak Allah
> Ta'ala), jika Allah Ta'ala berkehendak maka dia diampuni dosa-dosanya, atau
> jika Allah Ta'ala berkehendak maka akan disiksa di neraka sesuai
> dosa-dosanya. dalil-dalil shorih mengenai tidak kekalnya seorang muslim di
> neraka, yakni dia dimasukkan ke dalam neraka karena dosa-dosanya lalu
> diangkat ke dalam surga banyak bertebaran di dalam kitab-kitab hadits, salah
> satunya adalah yang diriwayatkan dalan shohih bukhori tentang penduduk
> neraka dari orang muslim yang terakhir diangkat ke surga. antum bisa rujuk
> ke kitab tersebut.
>
> sedangkan perkataan ahli kitab dalam surat al-baqoroh: 80 yang artinya tidak
> akan api neraka menyentuh kami kecuali dalam beberapa hari saja yang telah
> ditentukan. maka coba antum tadaburi ayat tersebut secara utuh, antum
> tadaburi ayat berikutnya yang berisi sangkalan dari Allah Ta'ala mengenai
> perkataan mereka tersebut. bahkan mereka dikatakan mengatakan sesuatu
> tentang Allah Ta'ala yang tidak mereka ketahui hakikatnya. karena hakikatnya
> sebenarnya adalah mereka kekal di dalam neraka. bahkan jika Allah Ta'ala
> menentang mereka yang mengatakan demikian, untuk meminta mati jika memang
> mereka yakin akan perkataan mereka (coba cek 2: 94-95), dan di 2: 161-162
> maka disitu terdapat penetapan tentang kekalnya orang kafir (baik dari
> kalangan ahli kitab yakni yahudi dan nashroni, maupun yang lainnya) di dalam
> neraka.
>
> mudah-mudahan Allah Ta'ala memudahkan jalan ana dan antum rohimakumullah
> untuk mendatangi majalis ilmu. wallahu musta'an.
>
> semoga bermanfaat.
>
> wa salamu 'alaikum.
>
> abu yusuf hafidz
>
> --- On Mon, 5/3/10, zuria_sutami <[email protected]> wrote:
>
> From: zuria_sutami <[email protected]>
> Subject: [assunnah] Re: Apakah masuk neraka dahulu?
> To: [email protected]
> Date: Monday, May 3, 2010, 2:25 AM
>
> Assalamu'alaikum
>
> Mengenai hidup sesudah nabi, dapat dibaca di At Tadzkirah fii Ajwaali Mautaa
> wa Umuuri Al Akhirat, Imam Syamsuddin al Qurthubi (maaf, untuk terjemahannya
> saya lupa penerbitnya)
> Insya allah lengkap
>
> Wasalam
>
> --- In assun...@yahoogroup s.com, alif syahroni <ihsan_saroni@ ...> wrote:
>>
>> Assalaamu'alaykum
>> Sewaktu masih sekolah saya diajarkan oleh guru kalau nanti di akhirat
>> setiap orang islam yang berdosa akan dimasukkan ke neraka terlebih dahulu
>> untuk menghapuskan semua dosanya ,barulah ia diangkat dan dimasukkan ke
>> dalam surga.
>> Yang saya pertanyakan adalah adakah dalil yang menyebut demikian???
>> Karena kalau tak salah saya pernah membaca dalam Al-Qur'an kalau orang
>> yahudi dan nasrani juga berkata kalau mereka tak akan disentuh api neraka
>> kecuali hanya sebentar saja.
>>
>> Dan bagaimana dengan orang yang menerima catatan amalnya dengan tangan
>> kanan karena timbangan kejahatannya lebih ringan dari kebaikannya, apakah
>> ia juga harus dimasukkan dulu kedalam neraka untuk menghapus dosanya yang
>> telah dilakukan??
>>
>> Mohon penjelasannya. ..
>>
>> Abu Shoghir
>


-- 
Victor Johnson
Instrument Engineer
Still Freelence
HP: +62 816 489 5990

Kirim email ke