Assalamualaikum,

saat ini sy masih bergabung dengan mertua saya, seringkali sy menganggap sering 
terjadi dualisme kepemimpinan dalam rumah tangga saya dengan masuknya peran 
mertua dalam rumah tangga saya,terkadang sy lelah dengan kondisi seperti ini 
dan ini terlihat seperti melawan kehendak mertua. Apakah benar istilah suami 
merupakan pengganti orang tua bagi istri, dan istri yang tidak menurut suami 
bisa dikatakan durhaka?
siapakah yang lebih berhak atas istri saya. saya sebagai suami atau orang 
tuanya. siapa yang harus lebih diutamakan istri. suami atau orangtuanya?.
Pertanyaan ini saya lontarkan karena berhubungan dengan kondisi ekstrem yang 
sewaktu-waktu bisa saja saya lakukan. Mohon kiranya dapat diberi penjelasan 
sehingga saya tidak salah berbuat baik buat diri saya pribadi, maupun terhadap 
istri saya nantinya

Wassalamualikum 

Kirim email ke