Walaikum salam, Tugas utama orang tua adalah mendidik anak agar menjadi anak sholeh/sholehah. dan mengantarkan anak putrinya kepada calon suami atas ridho darinya (ortu) Ketika anak putrinya dinikahkan, hari itulah tanggungjawab ortu berpindah ke suami putrinya (menantu)
Untuk menghindar dari campurtangan ortu atas eksistensi anda sebagai suami, maka sebaiknya anda keluar dari rumah mertua. Buktikan kalau anda adalah suami yang punya harga diri, suami yang sudah punya otoritas untuk menentukan nasib rumah tangganya sendiri. Carilah rumah kontrakkan untuk memulai menata kehidupanmu sendiri. dengan begitu, anda dapat dengan mudah membedakan mana yang menghormati ortu, mana yang mencintai istri anda sebaliknya anda juga dapat dengan mudah menilai sikap istri anda antara berbakti pada suami dan hormatnya pada ortunya. Anda juga dituntut untuk fleksibel terhadap sikap istri yang masih pro- ke ortunya pada tahun-tahun pertama pernikahan anda. lama-lama istri juga akan tahu bagaimana ia seharusnya bersikap, dan jangan berhenti mendidik istri dengan ilmu Islam. Insha'allah rumah tangga anda akan berjalan semakin baik. Wassalam, Muhammad Isror Assalamualaikum, saat ini sy masih bergabung dengan mertua saya, seringkali sy menganggap sering terjadi dualisme kepemimpinan dalam rumah tangga saya dengan masuknya peran mertua dalam rumah tangga saya,terkadang sy lelah dengan kondisi seperti ini dan ini terlihat seperti melawan kehendak mertua. Apakah benar istilah suami merupakan pengganti orang tua bagi istri, dan istri yang tidak menurut suami bisa dikatakan durhaka? siapakah yang lebih berhak atas istri saya. saya sebagai suami atau orang tuanya. siapa yang harus lebih diutamakan istri. suami atau orangtuanya?. Pertanyaan ini saya lontarkan karena berhubungan dengan kondisi ekstrem yang sewaktu-waktu bisa saja saya lakukan. Mohon kiranya dapat diberi penjelasan sehingga saya tidak salah berbuat baik buat diri saya pribadi, maupun terhadap istri saya nantinya Wassalamualikum
