From: HENNY MOEFIDA <[email protected]>
Date: Sun, 4 Jul 2010 14:34:24 +0800
assalammualaikum
saya sdh hampir 6 bulan ditinggal suami meninggal dunia...
bila saya menikah lg hak perwalian anak jatuh ke mana? apa mereka 
tetep bersama saya? ( anak saya 2 cowok semua)yg ke dua bila saya nikah nanti, 
bisa kah perwalian saya serahkan ke seseorang (naib) unt menikahkan kami,tanpa 
kehadiran saya atao pun wali saya? ( nikah tanpa wali )istilahnya wakalahkan ya?
jazakallah khoir
=======

Alhamdulillah...
Apabila seorang wanita yang telah diceraikan suaminya, dan 
kemudian ia menikah dengan lelaki lain (ajnabi), maka dalam keadaan 
seperti ini, ia tidak memperoleh hak asuh anak dari suaminya yang 
pertama. Adapun untuk anak laki-laki  ia dihadapkan pada pilihan untuk 
menentukan. Yaitu, ia hidup bersama ayahnya atau ibunya, apabila ia sudah 
berusia tujuh tahun. Ketika telah berusia tujuh tahun, berakal, maka ia 
memutuskan pilihannya, dan kemudian tinggal bersama dengan orang pilihannya, 
ayah atau ibunya. Lengkapnya silakan baca di almanhaj.

http://www.almanhaj.or.id/content/749/slash/0
http://www.almanhaj.or.id/content/2556/slash/0
Seorang wanita yang telah diceraikan suaminya, dan kemudian ia menikah dengan 
lelaki lain (ajnabi), maka dalam keadaan seperti ini, ia tidak memperoleh hak 
asuh anak dari suaminya yang pertama. Dengan demikian hak pengasuhannya menjadi 
gugur, berdasarkan kandungan hadits Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam :

أَنْتِ أَحَقُّ بِهِ مَا لَمْ تَنْكِحِي

"Engkau lebih berhak mengasuhnya selama engkau belum menikah".

Demikian beberapa faktor yang dapat menghalangi seseorang tidak 
memperoleh hak asuh bagi anaknya. Apabila faktor-faktor penghalang ini 
lenyap, misalnya seorang budak telah merdeka seutuhnya, orang fasik itu 
bertaubat, orang kafir telah memeluk Islam, dan si ibu diceraikan 
kembali, maka orang-orang ini akan memperoleh haknya kembali untuk 
mengasuh anaknya.  

KAPAN ANAK MENENTUKAN PILIHAN?
Pada usia yang telah ditentukan syari'at, anak berhak menentukan pilihan
untuk hidup bersama dengan ibu atau ayahnya. Dalam hal ini harus 
terpenuhi dua syarat. 

Pertama : Ayah dan ibunya harus layak mendapatkan tanggung jawab 
mengasuh anaknya (ahlil hadhonah). Artinya, salah satu faktor yang 
menghalangi seseorang boleh pengasuh anaknya tidak boleh melekat 
padanya. 

Kedua : Si anak sudah 'aqil (berakal). Jika ia mempunyai cacat, maka ia 
tetap berada di bawah pengawasan ibunya. Pasalnya, karena wanita lebih 
sayang, lebih bertanggung jawab, dan lebih mengetahui 
kebutuhan-kebutuhan anak. 

PERBEDAAN ANTARA ANAK LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN
Seorang anak laki-laki, ia dihadapkan pada pilihan untuk menentukan. 
Yaitu, ia hidup bersama ayahnya atau ibunya, apabila ia sudah berusia 
tujuh tahun. Ketika telah berusia tujuh tahun, berakal, maka ia 
memutuskan pilihannya, dan kemudian tinggal bersama dengan orang 
pilihannya, ayah atau ibunya. Demikian ini keputusan yang telah diambil 
oleh Khalifah 'Umar dan 'Ali. 

Dasarnya ada seorang wanita yang mendatangi Rasulullah. Ia mengadu, 
"Suamiku ingin membawa pergi anakku," maka Rasulullah Shallallahu 
'alaihi wa sallam bertanya kepada bocah itu, anaknya: "Wahai anak kecil.
Ini adalah ayahmu, dan itu ibumu. Pilihlah siapa yang engkau inginkan!"
Anak itu kemudian menggandeng tangan ibunya, dan kemudian mereka berdua
berlalu.[3]


------------------------------------

Website anda http://www.almanhaj.or.id
Berhenti berlangganan: [email protected]
Ketentuan posting : http://milis.assunnah.or.id/aturanmilis/
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke