wa'alaikumussalam warahmatullahi wa barokaatuh Alhamdulillah, hadits tersebut sahih. Imam Nawawi rahimahullah menyatakannya "muttafaq 'alaih" di dalam Riyadhus Shalihin. Para ulama, di antaranya Ibnu Hajar (di dalam al fath) dan an Nawawi ( di dalam al minhaj) rahmahumalloh, menjelaskan bahwa yang dimaksud "bertemu dengan Allah" adalah ketika orang tersebut mengetahui diterimanya puasanya dan melihat ganjaran yang dia peroleh dari puasanya. Anda perlu menanyakan kepada kawan, dari ulama mana pemahaman seperti itu diperolehnya.
wallohu a'lam -arief nur- 2010/7/1 zoel rahmi <[email protected]> > > > Assalamualaikum warrahmatullahi wabarakatuh, > > Ana mau tanya tentang hadis yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah, yang > berbunyi: > ada dua kebahagiaan yang didapatkan oleh orang yang berpuasa yaitu > kebahagian > waktu berbuka dan kebahagian bertemu dengan Allah. > Apakah hadis ini sahih, dan apa maksud dari kebahagian bertemu dg Allah, > apakah > di dunia ini atau di akhirat kelak? > Ana tanyakan ini karena ana lagi didkusi dengan seorang pengikut tarekat > akmaliyah yang mengatakan dia bisa bertemu Allah kapan saja karena dia > sudah > tahu hakikat, makrifat dan asmaul sifat Allah. > Ana bilang bertemu dengan Allah itu nanti kalau sudah di akhirat , tapi dia > > berdalih dengan hadis Abu hurairah ini. > > Mohon penjelasannya dari anggota milis ini. > > Wassalam, > > Abu Naufal > > >
