Kepada Abu Harits, terima kasih banyak atas pencerahannya, dan membuka wawasan saya tentang batasan anak yatim itu sendiri,.
Wassalam 2011/5/9 Abu Harits <[email protected]> > From: [email protected] > Date: Wed, 27 Apr 2011 14:47:31 +0700 > Assalamu'alaikum > Mohon pnecerahannya bagaimana hukumnya membantu anak yatim dengan cara dia > bekerja dengan kita (sebagai contoh, seandainya kita mempunyai usaha > catering, anak yatim kita pekerjakan sebagai karyawan). > Demikian pertanyaan saya, mohon maaf kalau sebelumnya sudah ada yang pernah > menanyakan. atas bantuan saudar-saudara, diucapkan terima kasih > wassalam > Abu daffa > >>>>>>>> > > Anak yatim adalah anak-anak yang kehilangan ayahnya karena meninggal sedang > mereka belum mencapai usia baligh (setelah baligh/dewasa tidak lagi disebut > yatim). Usia yatim adalah usia tarbiyah (pendidikan), hendaknya para > pemelihara anak yatim tidak mengarahkan anak yatim untuk bekerja mencari > nafkah sendiri dengan menjadi karyawan atau pembantu rumah tangga. Wallahu > a'lam > > Para yatim adalah golongan dhu’afa (kaum lemah) yang sangat membutuhkan > tangan-tangan penuh kasih, yang mau mengayomi mereka, membimbing dan menjaga > mereka dari ketergelinciran yang akan mencelakakan hidup mereka. Maka > selayaknya bagi setiap wali dan pihak-pihak yang diberi amanah mengurusi > mereka untuk selalu mengontrol hati mereka, senantiasa meluruskan niat demi > meraih keridhaan Allah Subhanahu wa Ta'ala semata, serta menjauhi sikap > mengkhianati amanah, berbuat zhalim dan semena-mena terhadap anak yatim. > > Banyak nash-nash syar’i yang menegaskan keutamaan menyantuni anak yatim dan > menjanjikan balasan yang agung bagi para pemelihara anak yatim. Di antaranya > ialah firman Allah Subhanahu wa Ta'ala: > > وَيَسْئَلُونَكَ عَنِ الْيَتَامَى قُلْ إِصْلاَحُُ لَّهُمْ خَيْرُُ وَإِن > تُخَالِطُوهُمْ فَإِخْوَانُكُمْ > > "Dan mereka bertanya kepadamu tentang anak yatim, katakanlah:”Mengurusi > urusan mereka secara patut adalah baik, dan jika kamu menggauli mereka, maka > mereka adalah saudaramu". [al Baqarah : 220]. > > Dalam satu haditsnya, Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: > > أنا وَ كَافِلُ اليَتِيْمِ في الجَنَّةِ هكَذَا وَ أشَارَ بَالسَبَابَةِ وَ > الوُسْطَى وَ فَرَّجَ بَيْنَهُمَا > > "Aku dan pemelihara anak yatim di surga nanti, kedudukannya seperti (dua > jari ) ini,” dan Beliau memberikan isyarat dengan jari telunjuk dan jari > tengahnya dan memisahkan keduanya". [5] > > Dalam hadits tersebut, Rasulullah memberikan permisalan yang sangat > gamblang tentang luhurnya kedudukan pemelihara anak yatim. Bahwa di surga > nanti mereka memiliki kedudukan yang sangat dekat dengan Beliau Shallallahu > 'alaihi wa sallam. > > Selengkapnya silakan baca TARBIYAH BAGI YATIM > http://almanhaj.or.id/content/2582/slash/0 ------------------------------------ Website anda http://www.almanhaj.or.id Berhenti berlangganan: [email protected] Ketentuan posting : http://milis.assunnah.or.id/aturanmilis/ Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/assunnah/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/assunnah/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
