Bismillah


Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh, diambil dari:

http://belajarhadits.com/index.php?option=com_content 
<http://belajarhadits.com/index.php?option=com_content&view=article&id=154:adab-berbuka-puasa-apa-a-bagaimana-&catid=63:takhrij-hadits-puasa&Itemid=101>
 
&view=article&id=154:adab-berbuka-puasa-apa-a-bagaimana-&catid=63:takhrij-hadits-puasa&Itemid=101



Adab Berbuka Puasa - Apa & Bagaimana ?



Barakallahu fikum, semoga Allah senantiasa memberikan keberkahan kepada antum 
sekalian, berikut ini adalah pembahasan seputar Berbuka Puasa.

Apa yang dibaca ketika hendak Berbuka Puasa?

1. Perbanyaklah doa.



Perlu diketahui bahwa ketika hendak berbuka puasa adalah salah satu waktu 
terkabulnya do'a.

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ 
وَسَلَّمَ: " ثَلَاثُ دَعَوَاتٍ لَا تُرَدّ، دَعْوَةُ الْوَالِدِ، وَدَعْوَةُ 
الصّـَائِمِ، وَدَعْوَةُ الْمُسَافِرِ



" Dari Anas bin Malik radhiallahu'anhu dia berkata, Nabi shallallahu 'alaihi wa 
sallam bersabda, 'Ada tiga orang yang do'anya tidak ditolak : (1) Doa orang tua 
kepada anaknya, (2) Orang yang berpuasa ketika berbuka, (3) Do'a orang yang 
sedang safar (musafir)." Hadits Shohih   ((HR. al-Baihaqi 3/345 dan yang 
lainnya). Dishohihkan oleh Syaikh Al-Albani di dalam kitab Silsilah Ahaadits 
as-Shohihah no. 1797)

2. Bacalah Bismillah ketika hendak membatalkan puasa dengan makan dan minum

Sebagaimana sabda Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam,

إِذَا أَكَلَ أَحَدُكُمْ فَلْيَذْكُرِ اسْمَ اللَّهِ تَعَالَى فَإِنْ نَسِىَ أَنْ 
يَذْكُرَ اسْمَ اللَّهِ تَعَالَى فِى أَوّلِهِ فَلْيَقُلْ بِسْمِ اللَّهِ أَوّلَهُ 
وَآخِرَهُ



"Apabila salah seorang di antara kalian makan, maka hendaknya ia menyebut nama 
Allah Ta'ala. Jika ia lupa untuk menyebut nama Allah Ta'ala di awal, hendaklah 
ia mengucapkan: "Bismillaahi awwalahu wa aakhirohu (dengan nama Allah pada awal 
dan akhirnya)".   Hadits Shohih  (HR. Abu Daud no. 3767, Ahmad 6/207-208 dan At 
Tirmidzi no. 1858 dari Aisyah radhiallahu’anha. At Tirmidzi mengatakan hadits 
tersebut hasan shahih. Syaikh Al Albani menilai bahwa hadits tersebut shahih di 
kitab Irwaul Ghalil Fi Takhrij Ahaadits Manaris Sabiil no. 1965)



Apa yang dibaca ketika setelah Berbuka Puasa?

Hendaknya kita membaca doa ketika setelah membatalkan puasa dengan doa sebagai 
berikut:



Doa Setelah Membatalkan Puasa/Doa Berbuka Puasa

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلّمَ، إِذَا أَفْطَرَ قَالَ:

"Rasulullah Shallallahu'alaihi wassalam apabila telah berbuka puasa, beliau 
berdoa :

«ذَهَبَ الظّـَمَأُ وَابْتَلّـَتِ الْعُرُوقُ، وَثَبَتَ الْأَجْرُ إِنْ شَاءَ 
اللَّهُ»

“Dzahabazh zhoma’u wabtallatil ‘uruqu wa tsabatal ajru insya Allah.”

Telah hilanglah dahaga, telah basahlah kerongkongan, semoga ada pahala yang 
ditetapkan, jika Allah menghendaki."  Hadits Hasan,   HR. Abu Daud no. 2357, 
An-Nasa-i dalam As Sunan Al-Kubro no. 3315 dan selainnya. Lihat Irwaul Ghalil 
no. 920.



Kapan doa berbuka puasa dibaca, apakah sebelum atau setelah makan dan minum?

Secara dhohir doa berbuka puasa "Dzahabadhoma-u....dst" dibaca setelah 
membatalkan puasa dengan makan dan minum. hal ini berdasar dalil :

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلّمَ، إِذَا أَفْطَرَ قَالَ: 
«ذَهَبَ الظّـَمَأُ وَابْتَلّـَتِ الْعُرُوقُ، وَثَبَتَ الْأَجْرُ إِنْ شَاءَ 
اللَّهُ»



Rasulullah Shallallahu'alaihi wassalam apabila telah berbuka puasa, beliau 
berdoa : "Dzahabazh zhoma'u wabtallatil 'uruqu wa tsabatal ajru insya Allah." 
Telah hilanglah dahaga, telah basahlah kerongkongan, semoga ada pahala yang 
ditetapkan, jika Allah menghendaki" Hadits Hasan, Lihat takhrij hadits 
sebelumnya.



Kenapa diucapkan setelah membatalkan puasa?

Dalil Pertama:

Periwayat hadits adalah Abdullah bin Umar radhiyallahu 'anhuma. Pada awal 
hadits terdapat redaksi, "Abdullah bin Umar berkata, 'Jika Rasulullah 
shallallahu 'alaihi wa sallam telah berbuka puasa, beliau mengucapkan ….(lihat 
hadits sebelumnya)'"

Yang dimaksud dengan إِذَا أَفْطَرَ adalah "apabila setelah makan atau minum". 
Dari sisi lughoh (bahasa), kata أَفْطَرَ menggunakan fi'l madhi yaitu bentuk 
kata kerja lampau. Maka diartikan ke dalam bahasa Indonesia sebagai "telah 
berbuka". Berdasarkan tinjauan ini, maka diambil kesimpulan do'a dibaca setelah 
berbuka puasa yang menandakan bahwa orang yang berpuasa tersebut telah 
"membatalkan" puasanya pada waktunya (yaitu ghurubus syams/terbenamnya 
matahari). Oleh karena itu doa ini tidak dibaca sebelum makan atau minum saat 
berbuka. Sebelum makan tetap membaca basmalah, ucapan "bismillah"



Dalil Kedua:

Imam an-Nasa-i memberikan judul bab di kitabnya As Sunan Al- Kubro dan Amalul 
Yaum wal Lailah yaitu. مَا يَقُولُ إِذَا أَفْطَرَ  (Apa yang dibaca setelah 
berbuka puasa).

Perlu diketahui, secara umum para Imam penyusun Kitab Hadits Sunan/Shohih (Imam 
al-Bukhori, Muslim, Abu Dawud, an-Nasa-i, at-Tirmidzi, Ibnu Majah dan yang 
lainnya) menghimpun kitabnya berdasarkan kategori dan diklasifikasikan per-bab, 
dan setiap bab mencerminkan ketetapan fiqih dari para Imam tersebut. Seperti 
Imam al-Bukhori menyebutkan dalam kitabnya Bab "Al-Ilmu Qablal Qauli wal Amal" 
– "Bab Ilmu sebelum Perkataan dan Perbuatan" dijelaskan oleh al-Hafidz Ibnu 
Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari Syarah Shohih Bukhori "Ibnul Munir 
menafsirkan (pemberian nama bab oleh Imam al-Bukhori) makna bab tersebut yaitu 
bahwa ilmu merupakan syarat benarnya perkataan dan perbuatan maka tidak ada 
artinya keduanya kecuali dengan ilmu." (Lihat Fathul Bari Syarah Shohih 
al-Bukhori 1/210 cet. Daarus Salam ar-Riyadh th. 1421 H)



Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Smoga bermanfaat,



Abu Kayyisa

AUH



From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf Of 
zak1rach
Sent: Sunday, July 31, 2011 1:12 PM
To: [email protected]
Subject: .RE: [assunnah]>>Kapan baca do'a buka puasa?<<





Bismillah



Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh



Barakallahu fikum atas pertanyaan yang sangat bagus sekali.



Secara dhohir doa berbuka puasa "Dzahabadhoma-u....dst" dibaca setelah 
membatalkan puasa dengan makan dan minum. hal ini berdasar dalil



كان النبي صلى الله عليه وسلم إذا أفطر قال : ذهب الظمأ ، وابتلت العروق ، وثبت 
الأجر إن شاء الله



Rasulullah Shallallahu'alaihi wassalam apabila telah berbuka puasa, beliau 
berdoa :



“Dzahabazh zhoma’u wabtallatil ‘uruqu wa tsabatal ajru insya Allah.”

[Telah hilanglah dahaga, telah basahlah kerongkongan, semoga ada pahala yang 
ditetapkan, jika Allah menghendaki]

Hadits shahih, Riwayat Abu Daud no. 2357, An-Nasa-i dalam As Sunan Al-Kubro no. 
3315 dan selainnya. Lihat Shahih al-Jami’ no. 467.



Imam an-Nasa-i memberikan judul bab di kitabnya As Sunan Al- Kubro dan Amalul 
Yaum wal Lailah yaitu. " ما يقول إذا أفطر" (Apa yang dibaca setelah berbuka 
puasa)



Allahu A'lam.



Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh



Abu Kayyisa

UAE





From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf Of 
[email protected]
Sent: Saturday, July 30, 2011 6:13 PM
To: [email protected]
Subject: Re: [assunnah] Kapan baca do'a buka puasa?





Assalamu'alaykum,

Salah satu waktu dimana do'a itu diijabahi oleh Allah adalah sa'at berbuka 
puasa. Mohon ilmunya, apakah do'a umum yang kita ingin panjatkan tersebut 
dibaca setelah berbuka (setelah makan/minum) atau sebelum berbuka (sebelum 
makan/minum) ?

Jazakallahu khair جَزَاك اللهُ خَيْرًا

Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: [email protected] <mailto:bobby%40teratai18.org>
Sender: [email protected] <mailto:assunnah%40yahoogroups.com>
Date: Sat, 30 Jul 2011 02:17:01
To: <[email protected] <mailto:assunnah%40yahoogroups.com> >
Reply-To: [email protected] <mailto:assunnah%40yahoogroups.com>
Subject: Re: [assunnah] Kapan baca do'a buka puasa?

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Ditinjau dari sisi lughoh (bahasa), kata ذهَبَ menggunakan fi'l madhi yaitu 
bentuk kata kerja lampau. Maka diartikan ke dalam bhs Indonesia sebagai "telah 
pergi/hilang". Berdasarkan tinjauan ini, maka diambil kesimpulan do'a dibaca 
setelah berbuka puasa baik menggunakan ruthob, kurma, atau air.

Masih secara lughoh, bentuk madhi jg biasa digunakan dalam do'a yg berarti 
pengharapan atau "semoga" seperti dalam kata بَارَكَ اللّهُ لَكَ , yang kata 
"baa-ro-ka" disitu termasuk bentuk fi'l madhi dan diartikan "semoga Allah 
memberikan barokah bagimu", bukan diartikan "Allah telah memberikan barokah 
bagimu". Dengan dasar ini maka do'a buka puasa diartikan "Semoga hilang rasa 
dahaga...dst" dan dibaca sebelum makan/minum.

Ana pribadi mengambil pendapat pertama bahwa do'a dibaca setelah berbuka, 
sdgkan sebelum makan atau minum dimulai dengan membaca Bismillah. Wallohu'alam 
semoga bermanfaat.

Abu Umar

وَ السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: bambang kid <[email protected] <mailto:bambangkid%40gmail.com> >
Sender: [email protected] <mailto:assunnah%40yahoogroups.com>
Date: Fri, 29 Jul 2011 14:21:42
To: <[email protected] <mailto:assunnah%40yahoogroups.com> >
Reply-To: [email protected] <mailto:assunnah%40yahoogroups.com>
Subject: Re: [assunnah] Kapan baca do'a buka puasa?

Wa'alaykummussalam,

Doa sebelum minum/makan sebagaimana yang sering diajarkan adalah *Bismillah*,
dan setelah itu
membaca Do’a setelah berbuka puasa yang shohih dari Rasulullah *shallallahu
‘alaihi wa sallam* adalah:

ذهَبَ الظَّمَأُ وَ ابْتَلَّتِ الْعُرُقُ وَ ثَبَتَ الأَجْرُ إِنْ شَا اللّهَ
“Telah hilang rasa dahaga, telah basah kerongkongan dan mendapat pahala
insya Allah.” (HR. Abu Dawud)
Semoga bermanfaat

2011/7/29 Ridwan Uze <[email protected] <mailto:ridwan_uze%40yahoo.co.id> >

> **
>
>
> Assalamu'alaykum..ana mau tanya,do'a berbuka puasa dibaca sebelum atau
> setelah makan/minum? Ana masih bingung,ada yang bilang sebelum,ada juga yang
> bilang sesudah,mana yang rojih?
>
>



Kirim email ke