Assalamualaikum warohmatulloh,

Dari yang Ana pernah dengar dari kajian, tidak bisa seseorang yang belum baligh 
menjadi wali. Maka wali diserahkan pada penguasa/hakim:

أَيُّمَا امْرَأَةٍ نَكَحَتْ بِغَيْرِ إِذْنِ وَلِيِّهَا
فَنِكَاحُهَا بَاطِلٌ فَنِكَاحُهَا بَاطِلٌ فَنِكَاحُهَا بَاطِلٌ فَإِنْ
دَخَلَ بِهَا فَلَهَا الْمَهْرُ بِمَا اسْتُحِلَّ مِنْ فَرْجِهَا فَإِنْ
اشْتَجَرُوْا فَالسُّلْطَانُ وَلِيُّ مَنْ لاَ وَلِيَّ لَهَا
“Perempuan mana saja yang menikah tanpa izin walinya,
maka nikahnya batil, nikahnya batil, nikahnya batil, dan apabila ia
telah masuk padanya (perempuan), baginya mahar dari dihalalkannya
kemaluannya, dan apabila mereka berselisih, penguasa adalah wali bagi
yang tidak mempunyai wali.” (diriwayatkan olehSyafi ’ iy sebagaimana dalam 
Musnad -nya 1/220, 275 dan dalam Al-Umm  5/13, 166, 7/171, 222, ‘Abdurrazzaq 
dalam Mushannaf -nya 6/195, Ibnu Wahb sebagaimana dalam Al-Mudawwah Al-Kubra 
4/166, Ahmad 6/47, 66, 165, Ishaq bin Rahawaih dalam Musnad -nya 2/no. 698, 
Ibnu Abi Syaibah 3/454, 7/284, Al-Humaidy dalam Musnad -nya 1/112, 
Ath-Thayalisy dalam Musnad -nya no. 1463, Abu Daud no. 2083, At-Tirmidzy no. 
1102, Ibnu Majah no. 1879, Ibnu Jarud dalam Al-Muntaqa no. 700, Sa ’ id bin 
Manshur dalam Sunan -nya 1/175, Ad-Darimy 2/185, Ath-Thahawy dalam Syarh Ma’ani 
Al-Âtsar 3/7, Abu Ya ’ la dalam Musnad -nya no. 4682, 4750, 4837, Ibnu Hibban 
sebagaimana dalam Al-Ihsan no. 4074, Al-Hakim 2/182-183, Ad-Daraquthny 3/221, 
Al-Baihaqy 7/105, 124, 138, 10/148, Abu Nu ’ aim dalam Al-Hilyah 6/88, As-Sahmy 
dalam Tarikh Al-Jurjan hal. 315, Ibnul Jauzy dalam At-Tahqiq no. 1654, dan Ibnu 
‘Abdil Barr dalam At-Tamhid
 19/85-87. Dishahihkan oleh Al-Albany dalam Al-Irwa` no. 1840)


Wallahualam...

 
 


________________________________
From: haris syahdu <[email protected]>
To: "[email protected]" <[email protected]>
Sent: Wednesday, September 14, 2011 7:28 PM
Subject: [assunnah] Tanya : Wali Nikah


 
Assalamu'alaikum warrahmatullah

Teman ana ikhwan akan menikah, namun ada permasalah besar di mana tidak ada 
wali nikah dari pihak wanita. ( Ayah wanita ini tidak di ketahui keberadaannya 
sudah pergi sejak lama namun pernah bertemu dgn bibi wanita ini dan sempat 
memberi no telp tapi saat dihubungi tidak bisa-bisa.).

Pertanyaan :

1. Apakah teman ana ini tetap boleh menikah dgn wanita tsb meski tidak ada 
walinya yaitu Ayah dari wanita tsb ?
2. Wanita ini masih memiliki paman tapi masih belum baligh, apakah boleh jadi 
wali menggantikan ayah wanita tsb ?

Mohon pencerahannya...
sebelumnya jazakallahu...

wassalam

haris

 

Kirim email ke