From: [email protected]
Date: Thu, 29 Dec 2011 00:20:53 +0000
Anna pernah membaca/mendengar hadits riwayat Muslim berbunyi :
“Ada dua golongan dari penduduk neraka yang belum pernah aku lihat: [1] Suatu 
kaum yang memiliki cambuk seperti ekor sapi untuk memukul manusia dan [2] para 
wanita yang berpakaian tapi telanjang, berlenggak-lenggok, kepala mereka 
seperti punuk unta yang miring. Wanita seperti itu tidak akan masuk surga dan 
tidak akan mencium baunya, walaupun baunya tercium selama perjalanan sekian dan 
sekian.” (HR. Muslim no 2128)

Pertanyaan anna :
Apa makna kalimat "kepala mereka seperti punuk unta yang miring....." ?
Apakah kepala mereka para wanita yang memakai jilbab tapi rambut mereka yg 
diikat kebelakang atau memakai konde atau semacamnya dan tertutup jilbab tetapi 
membentuk tonjolan dibelakang kepala mereka ?
Mohon penjelasan dan pelajaran tentang hal ini dari ustadz atau ikhwan yang 
sudah memahami hadits ini.
Syukran Jazaakumullahu khair.
Abu Rachel
>>>>>>>>>>>>>
 
Dijelaskan dalam hadits dari ‘Abdullah bin ‘Amr Radhiyalahu anhuma, beliau 
berkata, “Aku mendengar Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

سَيَكُونُ فِي آخِرِ أُمَّتِي رِجَالٌ يَرْكَبُونَ عَلَـى سُرُوجٍ كَأَشْبَاهِ 
الرِّحَالِ يَنْزِلُونَ عَلَـى أَبْوَابِ الْمَسَاجِدِ نِسَاؤُهُمْ كَاسِيَاتٌ 
عَارِيَاتٌ عَلَـى رُءُوسِهِمْ كَأَسْنِمَةِ الْبُخْتِ الْعِجَافِ، اِلْعَنُوهُنَّ 
فَإِنَّهُنَّ مَلْعُونَاتٌ لَوْ كَانَتْ وَرَاءَكُمْ أُمَّةٌ مِنَ الأُمَمِ 
لَخَدَمْنَ نِسَاؤُكُمْ نِسَاءَهُمْ كَمَا يَخْدِمْنَكُمْ نِسَاءُ اْلأُمَمِ 
قَبْلَكُمْ.

“Pada akhir umatku akan ada kaum pria yang menunggang di atas pelana-pelana 
kuda bagaikan rumah-rumah [1]. Mereka turun di pintu-pintu masjid, 
wanita-wanita mereka berpakaian tetapi telanjang, kepala mereka bagaikan punuk 
unta yang kurus [2]. Laknatlah mereka karena sesungguhnya mereka adalah 
wanita-wanita terlaknat. Seandainya setelah kalian ada salah satu umat, niscaya 
wanita-wanita kalian akan menjadi pembantu bagi wanita-wanita mereka 
sebagaimana wanita-wanita sebelum kalian menjadi pembantu bagi wanita-wanita 
kalian.” [3] [HR. Imam Ahmad]

Sementara dalam riwayat al-Hakim:[4]

سَيَكُونُ فِي آخِرِ أُمَّتِي رِجَالٌ يَرْكَبُونَ عَلَى الْمَيَاثِرِ حَتَّى 
يَأْتُوْا أَبْوَابَ مَسَاجِدَهُمْ، نِسَاؤُهُنَّ كَاسِيَاتٌ عَارِيَاتٌ.

“Akan ada di akhir umatku, kaum pria yang menunggangi pelana-pelana besar 
(kendaraan) sehingga mereka datang ke pintu masjid, sedangkan wanita-wanita 
mereka berpakaian tetapi telanjang.”

Dan diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, dia berkata, “Rasulullah 
Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

صِنْفَانِ مِنْ أَهْلِ النَّارِ لَمْ أَرَهُمَا: قَوْمٌ مَعَهُمْ سِيَاطٌ 
كَأَذْنَابِ الْبَقَـرِ، يَضْرِبُونَ بِهَا النَّاسَ، وَنِسَـاءٌ كَاسِيَاتٌ 
عَارِيَـاتٌ مُمِيْلاَتٌ مَائِلاَتٌ رُءُوسُهُنَّ كَأَسْنِمَةِ الْبُخْتِ 
الْمَائِلَةِ لاَ يَدْخُلْنَ الْجَنَّةَ وَلاَ يَجِدْنَ رِيْحَهَا وَإِنَّ 
رِيْحَهَا لَيُوجَدُ مِنْ مَسِيرَةِ كَذَا وَكَذَا.

‘Ada dua kelompok manusia penghuni Neraka yang belum pernah aku lihat: kaum 
laki-laki yang membawa cambuk seperti buntut sapi mereka memukul manusia 
dengannya, dan kaum wanita yang berpakaian tetapi telanjang, selalu melakukan 
kemaksiatan dan mengajarkan kemaksiatannya kepada orang lain,[5] kepala-kepala 
mereka bagaikan punuk unta [6] yang miring, mereka tidak akan masuk ke dalam 
Surga dan tidak akan mendapatkan wanginya, padahal wangi Surga itu tercium dari 
jarak sekian dan sekian.’”[7]

Dan diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, beliau berkata:

إِنَّ مِنْ أَشْـرَاطِ السَّاعَةِ... أَنْ تَظْهَـرَ ثِيَابٌ تَلْبَسُهَا نِسَاءٌ 
كَاسِيَاتٌ عَارِيَاتٌ.

“Sesungguhnya di antara tanda-tanda Kiamat… maraknya pakaian-pakaian yang 
dipakai oleh kaum wanita, mereka berpakaian tetapi telanjang.” [8]

Hadits-hadits ini adalah mukjizat Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam. Apa-apa 
yang dikabarkan oleh Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam sebelum masa kita 
sekarang ini telah terjadi [9], dan akan lebih banyak lagi pada zaman ini.

Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam menamakan wanita-wanita seperti ini dengan 
wanita-wanita yang berpakaian tetapi telanjang, karena mereka berpakaian akan 
tetapi mereka telanjang, karena pakaian mereka sama sekali tidak memenuhi 
fungsinya sebagai penutup lantaran sangat tipisnya atau karena menggambarkan 
(bentuk tubuh) seperti pakaian-pakaian kebanyakan wanita zaman sekarang.[10]
 
Ada juga yang mengatakan bahwa makna “berpakaian tetapi telanjang” adalah 
wanita tersebut menutupi badannya akan tetapi mengikat kerudungnya, mengetatkan 
pakaiannya, sehingga lekuk-lekuk bagian tubuhnya nampak, dada juga pantatnya 
tercetak, atau sebagian badannya terbuka, kemudian dia disiksa karena hal itu 
di akhirat. [11] 

Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam telah mengumpulkan sifat-sifat wanita 
seperti mereka bahwa mereka “Berpakaian tetapi telanjang”, juga “Selalu 
melakukan kemaksiatan dan mengajarkannya kepada orang lain,” dan “Kepala-kepala 
mereka bagaikan punuk unta yang miring.” Ini adalah khabar tentang sesuatu yang 
bisa disaksikan di zaman kita sekarang, seakan-akan beliau Shallallahu 'alaihi 
wa sallam menyaksikan zaman kita ini, lalu mensifatinya. Bahkan, di zaman 
sekarang ini ada tempat-tempat untuk mengatur rambut wanita, memperindahnya, 
juga membentuknya, yaitu tempat-tempat yang bernama “Salon Kecantikan.” 
Biasanya tempat tersebut di bawah pengawasan kaum pria yang memberikan harga 
mahal. Bahkan tidak hanya itu saja, kebanyakan kaum wanita tidak merasa puas 
dengan apa-apa yang Allah karuniakan kepadanya berupa rambut alami, mereka 
mengambil jalan lain dengan membeli rambut palsu yang disambungkan dengan 
rambutnya tersebut, agar nampak lebih indah dan cantik, sehingga para laki-laki 
tertarik kepadanya.[12] 
 
Penjelasan lengkapnya silakan baca di http://almanhaj.or.id/content/1114/slash/0
Wallahu a'lam





                                          

Kirim email ke