*Nasehat Syaikh Sa'ad bin Nashir Asy-Syatsri Kepada Salah Seorang Pemilik
Hotel *

http://www.firanda.com/index.php/artikel/wejangan/454-nasehat-syaikh-sa-ad-bin-nashir-asy-syatsri-kepada-salah-seorang-pemilik-hotel

Meskipun hanya bertemu dengan  pemilik hotel tatkala sarapan pagi dan makan
siang akan tetapi dalam acara makan tersebut syaikh Sa'ad hafidzohulloh
tetap menyempatkan waktu untuk memberikan nasehat-nasehat berharga kepada
sang pemilik hotel.
Diantara nasehat-nasehat tersebut adalah :

*PERTAMA :*
"Kalau aku lupa padamu maka Allah tidak akan melupakanmu, tidak melupakan
kebaikanmu"
Demikian perkataan Sykh Sa'ad Asy-Syatsry hafidzohulloh kepada si pemilik
hotel tatkala kami sarapan pagi bersama.
Ketika sang pemilik hotel mengabarkan rencananya untuk umroh di bulan
ramadhan, maka syaikh mengundangnya untuk menemuinya di kajian beliau di
masjidil haram, ba'da subuh dan ba'da maghrib. Serta merta pemilik hotel
berkata, "Syaikh nanti mungkin lupa sama saya karena banyaknya peserta
pengajian di masjidil haram".
Syaikhpun berkata : "Jika aku lupa maka Allah tidak akan melupakanmu, tidak
lupa dengan kebaikanmu"

*KEDUA*:
Syaikh Sa'ad Asy-Syatri hafidzohulloh berkata kepada pemilik hotel, "Orang
Arab berkata : Jika orang-orang bertanya kepadamu tentang hartamu maka
jangan kau kabarkan kepada mereka. Jika engkau kabarkan bahwa hartamu
banyak maka mereka akan hasad kepadamu, dan jika engkau kabarkan hartamu
sedikit maka mereka akan meremehkanmu"
Pemilik hotel berkata ; "Saya tambah syaikh, jika mereka bertanya berapa
istrimu, maka jangan kau kabarkan, karena jika istrimu lebih dari satu
mereka akan hasad padamu..."
Lalu kamipun berbicara beberapa waktu, tidak lama kemudian sang pemilik
hotel bertanya, "Ngomong-ngomong syaikh istri antum berapa?"
Kata syaikh, "Loh bukannya engkau telah berkata, jika ada yang tanya
tentang berapa istrimu maka jangan kau kabarkan..."
Kami yg makan siang bersama syaikhpun tertawa...

*KETIGA* :
"Belajarlah bahasa Arab"
Demikianlah nasehat syaikh Sa'ad Asy-Syatsri kepada pemilik hotel yang
merupakan keturunan Arab akan tetapi qodarullah hanya bisa sedikit-sedikit
berbahasa Arab.
Syaikh berkata ; "Memahami Al-Quran butuh bahasa Arab. Terkadang Al-Quran
membuatmu menangis... Terkadang Al-Quran seakan akan menampar wajahmu
mengingatkanmu dari kelalaian dan kesalahan...terkadang Al-quran
membangunkanmu untuk mengingatkanmu akan janji pertemuan yang sangat
penting...(Janji pertemuan dengan Allah yang tidak mungkin
terelakan...janji pertemuan dengan malaikat maut...).
Bukankah kita senang jika ada orang yang mengingatkan kita tentang janji
pertemuan yg sangat penting...???
Akan tetapi semua ini tidak bisa dihayati dengan baik jika engkau tidak
bisa bahasa Arab dan selalu bergantung dengan penerjemah.... Terjemahan
biasanya tidak tepat sempurna karena diiringi dengan tambahan atau
kekurangan..., beda antara yg memahami secara langsung dengan yang memahami
melalui perantara"
Demikian nasehat syaikh memotivasi sang pemilik hotel untuk belajar bahasa
arab.

*KEEMPAT* :
"Kebutuhan orang kaya kepada si faqir lebih daripada kebutuhan si faqir
kepada si kaya"
Demikian nasehat syaikh Sa'ad Asy-Syatsri kepada sang pemilik hotel, untuk
memotivasinya berinfaq.
Apa maksud perkataan syaikh?
Si faqir tatkala butuh dengan bantuan si kaya ia hanya membutuhkan bantuan
sedikit yang bisa menghilangkan rasa laparnya dan memenuhi kebutuhannya.
Adapun si kaya ... pada hakekatnya lebih butuh kepada si faqir, ia butuh
untuk bersedekah kepada si faqir, karena :
1) bukankah si kaya membutuhkan pahala dan ampunan pada hari kiamat?
Sungguh ia sangat membutuhkannya.... Pahala yang ia butuhkan itu bisa ia
raih dengan bersedekah kepada si faqir
2) dengan bersedekah kepada si faqir jadilah rezekinya penuh keberkahan,
bahkan akan ditambah oleh Allah. Bahkan Allah tambah berlipat-lipat,
sementara si faqir hanya mengambil sedikit sedekah darinya. Allah memberi
rizki kepada si kaya melalui si faqir

Karenanya tatkala si kaya membantu si faqir hendaknya ia menghadirkan dalam
hatinya bahwa si kayalah yg lebih butuh kepad si faqir

*KELIMA*:
Setelah sholat ashar berjamaah syaikh memanggil sang pemilik hotel dan
berkata kepadnya, "Tidurlah walau hanya sebentar..."
Pemilik hotel berkata, "Aku tidak ngantuk syaikh..."
Syaikh berkata, "Sejak pagi kau belum istirahat, tidurlah sebentar, agar
kau bisa kuat sholat malam...
Hendaknya engkau sholat malam meskipun hanya seperempat jam, dan
panjangkanlah sujudmu..."



Firanda Andirja
www.firanda.com

Kirim email ke