Aku sedang kesulitan mengambil keputusan, dan akhirnya email diatas saya
layangkan ke beberapa milist, mulai dari milist alumni, milist umum,
milist profesi hingga milist proletar. Dilema yang saya hadapi mirip
walopun tidak percis seperti itu dan hasil yang saya peroleh ada beberapa
versi. Akhirnya aku tergerak menuliskannya, karena ternyata aku
mendapatkan respon banyak sekali dan aku merasa hal ini bisa di-share
dengan siapa saja.

Yang sangat menarik adalah bahwa hampir semua ingin menjalankan cara B
atau paling engga mengisyaratkannya. Karena memang aku juga yakini bahwa
cara ini akan lebih banyak menghasilkan. Karena cara B ini akan mempunyai
nilai profit yang tinggi untuk perusahaan. Namun ada juga yang menyarankan
tetap dengan cara A, cara baru itu (Plan B) sebagai wacana saja. Bahkan
ada yang menyarankan mengerjakan dua-duanya sajah.

Mangsalahnya kita dulu pernah mengevaluasi cara/metode A dan B, hanya saja
wektu itu kita sepakat menggunakan cara A saja dengan pertimbangan ini
itu. Trims sarannya,

Surat kedua aku menjelaskan agak detil. Dan tanggapan serta saran
berdatangan.

Apa sebenernya ini artinya ?

Dari dilema yang kuhadapi ini, aku ingin belajar dari apa yang aku alami.
Namun aku ingin ini dianggap saja sebagai sebagaimana kita melihat kondisi
bangsa kita saat ini. Dalam waktu kurang dua jam saya sudah mendapatkan
jawaban lebih dari 20 surat dari temen-temen dan sahabat saya di
Indonesia, yang mungkin belum saya kenal wajahnya. Sampai aku terakhir
menulis ini aku sudah mempunyai saran hampir 100 surat…..

Its amazing. Sifat helpful ini sangat membanggakan saya…. Dengan banyaknya
saran yang aku peroleh. ……….Kayaknya memang inilah salah satu kelebihan
bangsa kita ini, suka menolong.

Saran untuk tetap mengerjakan cara A sangat sedikit, kalo anda termasuk
yang menyarankan saya stick to Plan A mungkin ini berarti anda sudah bisa
menembus batas culture, dan sangat langka. Namun paling banyak menyarankan
untuk mengerjakan dua-duanya …. Hmmm ….
memang sahabat-sahabat Indonesia-ku ini banyak yang hardworker. Namun juga
ada yang agak ngambang dalam memutuskan A atau B, buanyak sekali
perrtimbangannya. Mungkin mengambil keputusan memang tidak gampang bagi
orang Indonesia ini. Termasuk saya sehingga menanyakannya kebeberapa
milist.

Namun ada sisi lain yang tersirat dalam komunikasi milist yang saya alami.
Yaitu mungkin sekali banyak orang Indonesia ini memang kecenderungannya
mempunyai "komitmen yang rendah".

Kita akan lebih mudah berbelok karena keyakinan kita, kita akan mudah atau
mungkin juga akan berusaha sekuat tenaga untuk memberikan justifikasi
bahwa cara yang saya lakukan ini akan .."well justified".

Entah dengan "risk analyses", ataupun "thread and opportunity" ,juga
"gain-loss" ataupun cara-cara canggih tentang descision maker tool.

Dan apa yang terjadi ?
Damn … we can make a good justification ….
But not a commitment.

Dan betul juga, kita ini kalo mau beralasan sangat pinter kok. Mau bilang
salah saja diubah menjadi kurang tepat. Dan akhirnya korupsi yang
merajalelapun bisa jadi well justified.

Saya jadi teringat kejadian beberapa minggu lalu ketika aku menghadiri
sebuah seminar yang cukup bergengsi (menurutku) yang dihadiri beberapa
ahli ekonomi juga industriawan sebagai panelis. Waktu itu saya menanyakan
kenapa para ekonom dan industrialis di Indonesia ini kok tidak bisa
mandiri ? sering menjustifikasi bahwa dirinya merupakan akibat dari yang
lain. Dari sisi ekonomi yang sedang merosot saat ini beliau (sang Ekonom)
berpendapat hal ini disebabkan oleh tiga hal yang penting lain yang sangat
mempengaruhi perekonomian. Ketiganya yaitu kondisi keamanan, kontrak kerja
serta kondisi politik yang tidak stabil dan perlu rekonsiliasi. Hal senada
juga diberikan oleh Sang Industriawan yang masih menginginkan proteksi
sehingga industrinya akan kembali mendapatkan momentum untuk terus
dikembangkan dan terselamatkan. Kalau tidak ada proteksi kita tidak punya
momentum dan tenaga untuk bangkit lagi.

Namun dalam kesempatan lain, hal yang sama aku tanyakan juga ke beberapa
teman yang berkecimpung di Hankam, serta membaca komentar-komentar serta
pendapat politisi handal saat ini di koran, majalah dan televisi.

Dan apa jawabannya ? … semua menjawab sama, …. mirip, …. senada …..
bahwa problem utama yang mempengaruhi kondisi Indonesia saat ini

adalah karena :

- Masalah Ekonomi
- Masalah Kontrak (baca: Commitment)
- Masalah Keamanan
- Masalah Politik

Dan ternyata bisa aku langsung lihat bahwa ketika menanyakan ke ekonom,
mereka akan menjawab tiga problem yang lain. Ketika aku bertanya ke orang
hankam mereka menjawab tiga problem yang lain juga …. Dan hal yang sama
ketika membaca komentar politisi di koran dan majalah.

Lantas …. Commitment …… ini aku musti tanya siapa ?

Mungkin saja satu masalah besar yang melingkupi ketiganya adalah kurangnya
commitment terhadap apa yang seharusnya kita kerjakan.
Mungkin sebaiknya ekonom jangan bermain politik dan jangan melihat apapun
yang terjadi di percaturan politik. Tentara jangan ikutan berdagang dan
ikut-ikutan menentukan langkah politisi, demikian juga politisi jangan
dipersenjatai dan mengatur perekonomian. Mungkin juga bukan ngrecokin …
tapi justru perasaan ketergantungan sektor lain.

Saya juga mengerti bahwa tidak mungkin ada independency ….. semua akan
saling terkait … semua mempunyai hubungan korelasional (coincident) …..
tapi apakah hubungan ini juga kausal (sebab akibat) ? Sang ekonom pun
tidak tahu pasti … dan juga beliau mengiyakan ketika aku tanya apakah
gejala merosotnya ekonomi memang sedang melanda di seluruh dunia.

Memang sulit menembus mental blok yang kita miliki. Untuk tetap komit
menjalankan tugasnya sendiri-sendiri secara mandiri, tanpa dipengaruhi.

Jadi komitmen memang mustinya bukan komat-kamit. Kalau toh memang secara
umum orang Indonesia mempunyai komitmen rendah …… Apakah ini jelek, ndak
baik dan negatif …. ??

Eit …. Tunggu dulu. Masalah menentukan nilai baik-buruk, bener-salah,
right or wrong tidaklah mudah.

Kita semua juga tahu ….. Sering sekali kita ini berbelok ke arah yang
lebih baik, sering sekali pula kita ini merubah arah ke tujuan yang lebih
baik.

Dalam arti perusahaan bisnis adalah menghasilkan profit, memunculkan
prospectus ataupun menemukan oportunity yang lebih baik. Hanya saja kita
sering melakukannya dengan keharusan menembus batas yang kadang kala
batas-batas itu bisa bernama "commitment" …. Konstitusi …..
Kesepakatan … aturan … prosedur dll. Seringkali kita menembus batas
komitmen kecil utk mencapai atau memenuhi komitmen besar …. (upst ….he he
he aku sedang mencoba utk well justified juga).

Break the rule. …. Break the commitment,…. .
Wrong way …. Wrong results ….
But sometimes leads to discovery.

Wah susah juga nih…… seringkali kesalahan memang membuka wawasan,
menyimpang dari yang seharusnya sering menjadikan penemuan.

Banyak sekali contoh kesalahan yang berharga …. Salah satunya … mmmm
aku yakin anda mengenal "yelow label 3M" atau sering dikenal dengan sama
"Post It". Kertas kuning ini ditemukan gara-gara lem yang seharusnya
mempunyai daya rekat tinggi akan lebih baik … eh ternyata kesalahan
prosedur terjadi namun malah menghasilkan lem daya rekat suangat rendah ….
Dan ternyata lem ini akhirnya bisa dipakai sebagai perekat marker kuning
yang sering dipakai di kantor-kantor. Saya sendiri menggunakannya untuk
berbagai keperluan termasuk notes, koreksi tanda lembaran buku dan
lain-lain, ……. siapa sangka "kesalahan prosedur membawa berkah".

Yang perlu saya tekankan adalah kita harus bisa menembus "mental
block" yang ada.

Ada yang telah menembus mental block budaya ini dengan memegang teguh
komitment …. entah komitmen besar atau komitmen kecil . …. ini juga kalo
memang bener dugaan bahwa orang Indonesia mempunyai komitmen rendah.

Dan temen-temen yang berani mencoba plan-B pun bisa jadi telah menembus
mental bloknya…. seandainya saja selama ini merasa terkungkung dengan
rutinitas. Dan seringkali penemuan baru (new discoveries) bisa dimulai
dari diri anda.

Rutinitas … komitmen bisa menjadi mental blok kita, budaya bisa juga
menjadi mental blok, perasaan ketergantungan yang kurang mandiri pun
bisa menjadi mental block juga.

Okay karawan-karawan … trims semua inputannya ….
Aku mau mengambil keputusan ku sendiri dulu nih … dimana ya tadi ?
kok ilang lagi ….
Upst. …
Ah aku mau melakukan caraku sendiri sajah ….

Yes I'll do it my way ….."

Salam

> kayanya berkembnag mejadi lebih LIAR nih wacana
> tapi paling gak ada feed back dari para "alumni"
> kalem aja pak haji mari kita berpikir secra
> profesional karena kita sudah menjadi seorang
> profesional jadi gak perlu keras2 tapi gak ada solusi
> mending take u time slowly & it work
>
> --- [EMAIL PROTECTED] wrote:
>
>> Gue udah bayar kuliah, gue udah ikutin kuliah sampe
>> selesai, gue lulus
>> masih tapi suka bolak-balik ke Kampus
>> sampe tarkhir kita dipanggil P' Kasih Anggoro dan
>> P'Yan ke kampus yang
>> katanya kumpul alumni Atek utk
>> minta pendapat ttg masa depan ATEK.
>>
>> Lalu apa yang membuat gue bisa membangun ATEK ???
>> Hak Akses apa yang dikasih kampus thdp GUE utnuk
>> ngebangun ATEK ???
>> Kalopun kita wira-wiri ke kampus, tapi pihak kampus
>> diem aja, so what ???
>>
>> Udah 8 Tahun sejak gue lulus, masih suka coba bantu
>> saran pendapat buat
>> ATEK.
>> Udah 13 tahun sejak gue kuliah (93), gue masih suka
>> cari tau gimana
>> perkembangan ATEK, sampe saat ini.
>>
>> PIHAK KAMPUS, BARU TAHUN INI MAO CARI TAU MAO GIMANA
>> ATEK & MAO DIBAWA
>> KEMANA ATEK..
>> KEMANA AJA SELAMA INI ???
>> MANA HASIL PERTEMUAN KEMARIN ??
>>
>> UNTUK MEMPERTAHANKAN LOGO KAMPUS AJA GAK MAMPU, SO ?
>>
>> Maaf, menurut gue itu hal kecil banget. kabarnya
>> karena Budi Luhur gak
>> punya hak patent atas logo tersebut.
>> lalu selama ini kenapa gak dipatenin.
>>
>>
>> Untuk hal ini (membangun ATEK), seharusnya peran
>> Kampus lebih DOMINAN,
>> bukan alumni.
>> Saran gue buat Pihak Kampus BL, mending tutup aja
>> jurusan ATEK, selesai.
>>
>> kalo mao, mending alumni bikin kampus baru, kasih
>> nama ATEK, jadiin
>> saingan buat BUDI LUHUR.
>> kalo perlu ngebangunnya di sebelah kampus BL.
>>
>>
>> Iskandar
>> Atek.93
>>
>
>
> __________________________________________________
> Do You Yahoo!?
> Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around
> http://mail.yahoo.com
>




Hapus Line di bawah ini sebelum me-Reply
----------------------------------------------
Web site : 
http://atekbl.com
Isi dan lihat profile anak Atek : 
http://groups.yahoo.com/group/atekbl/database
Link website lain :
http://groups.yahoo.com/group/atekbl/links
Lihat & Upload Photo :
http://ph.groups.yahoo.com/group/atekbl/photos
File/Ebook mau di share :
http://groups.yahoo.com/group/atekbl/files
---------------------------------------------- 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/atekbl/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/atekbl/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke