Menolak Bencana Ketika terjadi bencana di suatu tempat, sering sekali saya mendengar pernyataan dari para tokoh terkenal yang setelah mengungkapkan keprihatinan atas apa yang terjadi, dilanjutkan dengan harapan agar tidak ada lagi bencana yang menimpa bangsa kita.
Sering juga mendengar seorang ulama, pendeta, pastur, rohaniawan dan lain-lain berdoa dengan hikmad, memohon kepada Tuahn agar berkenan menghindarkan dari segala bencana... Harapan dan doa yang menurutku tidak memijak bumi. Seperti sedang berdemo ke hadapan Tuhan sambil membawa plang "Tolak Bencana!!". Karena pada kenyataannya, secara ilmiah, bumi yang kita tinggali ini sangat tidak stabil. Banyak elemen2 dalam bumi sendiri yang bisa memicu terjadi berbagai macam bencana kemanusiaan (bukan bencana alam lho). Bencana kemanusiaan dibumi adalah konsekuensi logis karena kita diberi peran untuk tinggal di bumi. Lalu secara ilahiah, bumi tampaknya memang diciptakan seperti itu untuk bahan belajar atas soal-soal yang dihadapi bagi manusia. Karena bumi bukanlah surga yang merupakan tempat sempurna tanpa kesedihan dan penderitaan. Bencana kemanusiaan adalah salah satu alat untuk menguji "soal-soal" manusia. (jadi manusia mau tidak mau harus selalu mencari jawabannya). Bukankah Rasulullah pernah memperingatkan tentang suatu penyakit yang akan menimpa umat Muslim. Penyakit yang bernama Wahan. Yaitu cinta dunia dan takut mati. Yang membuat umat Muslim bagaikan buih di samudera, banyak tapi mudah terombang ambing kesana kemari. Saat seseorang berdoa agar tidak tertimpa bencana, apa yang sebenarnya ia inginkan? apa yang sebenarnya ia takuti dari tertimpa bencana?... Ada banyak kemungkinan: tidak tahan menderita, tidak tahan sakit, tidak tahan menghadapi hal2 yang mengerikan, takut kehilangan keluarga, takut kehilangan rumah dan harta lainnya, takut kehilangan pekerjaan, takut tewas sia sia. Dan jika semua kemungkinan itu boleh dirangkum, maka itu semua sebenarnya adalah bagian dari "Cinta dunia dan takut mati". Bukankah doa menolak bencana itu sama saja dengan seorang murid yang meminta kepada kepala sekolah, memohon agar bisa diluluskan sekolah dengan nilai baik, tapi tanpa perlu menghadapi ujian?... So, jika ingin mendapat nilai kelulusan yang baik, sudah seharusnya mempersiapkan diri menghadapi ujian. Dan dalam hal ujian kehidupan, sayangnya Tuhan tidak pernah menentukan jadwal, lokasi, dan topik ujiannya. Dapat terjadi kapanpun, dimanapun, dan apapun. Maka bersiaplah, agar tidak takut bila sewaktu-waktu harus menghadapi kematian dan kehilangan dunia. Karena kita hanya berhak membuat rencana dan mengerjakannya. ....masalah hasil akhir....... Tuhan yang menentukan sebagai PIMPROnya... Jadi sebenarnya kita sedang menjalankan proyek-proyek kematian, yang Pimpinan Proyeknya adalah Tuhan.... suka atau tidak suka....... selamat memprospek Proyek Kematian Hapus Line di bawah ini sebelum me-Reply ---------------------------------------------- Web site : http://atekbl.com Isi dan lihat profile anak Atek : http://groups.yahoo.com/group/atekbl/database Link website lain : http://groups.yahoo.com/group/atekbl/links Lihat & Upload Photo : http://ph.groups.yahoo.com/group/atekbl/photos File/Ebook mau di share : http://groups.yahoo.com/group/atekbl/files ---------------------------------------------- Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/atekbl/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/atekbl/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
