Dari milis tetangga
--- Pada Jum, 21/11/08, bambang sudiono <[EMAIL PROTECTED]> menulis:
Dari: bambang sudiono <[EMAIL PROTECTED]>
Topik: [InspirasiIndonesia] Khutbah yang menyesatkan
Kepada: [EMAIL PROTECTED]
Cc: [EMAIL PROTECTED]
Tanggal: Jumat, 21 November, 2008, 2:37 PM
Saudaraku yang baik,
Mohon ma'af bila judul email ini agak bombastis, karena menurut saya judul
diatas sudah yang paling halus dari beberapa judul yg saya siapkan.
Begini, siang tadi saya Jum'atan di mesjid dekat rumah saya di Bekasi. Mesjid
tersebut terletak di perumahan yang cukup elit, karena penghuninya adalah
golongan menengah keatas. Logikanya, khutbahnyan tentu saja disamping so'al
ketaqwaan (wajib dalam setiap khutbah Jum'at) juga mencerminkan pola pikir yang
mengarah kepada pencerahan, kemajuan, dan peningkatan kualitas umat dan
kemampuan untuk berbagi.
Sayang, harapan saya menjadi sia-sia. Sang khotib tampaknya alergi dengan
kesuksesan atau sesuatu yang mempunyai nilai untuk hidup di dunia yang
sementara ini. Pada sa'at beliau berbicara tentang kesabaran dan menyinggung
lulusan anak-anak negeri ini yang sekolah diluar negeri, dilecehkan dan dihina
sebab itu bukan indikasi dari kesuksesan, katanya. Lalu dia memuji lulusan
pesantren yang sabar-sabar.
Untung saja dia tidak memuji para teroris yang membunuhi orang tidak berdosa
dan merasa bangga sebagai syahid. Demi Allah, jika khotib itu berkata demikian,
saya akan bangun dan berdiri meninggalkan mesjid tersebut dan mencari mesjid
lain.
Ketika beliau berbicara tentang negara lain yang ekonominya maju, memiliki
senjata yang hebat-hebat, rakyatnya cerdas dan hidup makmur, di hina sambil
mengatakan mereka tidak punya Allah, nanti akan diadzab oleh Allah.
Astagfrullahaladzii m.
Siapa bilang negara-negara yang makmur dan maju tidak punya Allah, tidak punya
Tuhan. Saya yakin mereka punya Allah, mereka punya Tuhan, cuma cara
pendekatannya saja yang berbeda. Saya yakin, didunia ini, dijagat raya ini
Tuhan cuma satu, cuma cara menyebutanya saja yang berbeda-beda. Itu tidak
masalah. Itu urusan mereka dengan sang Khalik.
Pada saat sang khtotib berbicara tentang kehebatan negara lain, saya pikir
beliau akan berkata begini: marilah kita tingkatkan kualitas umat, biarkan
mereka belajara ilmu ekonomi dimana saja termasuk di luarnegeri agar dapat
memberi sumbangan yang positif bagi perkembangan ekonomi negeri kita agar
negeri kita kuat secara ekonomi dan dapat menghidupi rakyatnya secara layak dan
tidak dihina oleh negara-negara tentangga. Biarkan mereka sekokah tinggi-tinggi
agar negara kita menjadi negara yang maju dan setara dengan negara-negara yang
hebat hebat itu.
Biar mereka belajar ilmu persenjataan termasuk nuklir, agar negara kita
disegani dan mempunyai posisi tawar yang tinggi pada saat berunding atau
melakukan negosiasi.
dalam bentuk apapun. Biarkan mereka belajar ilmu yang dapat memakmurkan negara
Indonesia agar tidak ada koruptor dan negara kita dihormati oleh negara lain.
Pada sa'at sang khotib menyebut kehebatan negara lain, beliau bukan menyarankan
kepada sidang Jum'at yang di muliakan Allah, untuk meningkatkan kemampuan
pikiran yang diberikan Allah agar bisa setara dengan mereka melalui pendidikan
misalnya, malah disuruh bersabar. Disuruh banyak berdo'a, wirid dan sebagainya.
Benar-benar tidak nyambung dan sangat pasif. Berdo'a saja, tanpa melakukan
tindakan apapun, Allah pasti ngetawain doang, mau ngapain itu orang.
Cara-cara berkhutbah seperti itu, mungkin 99,99 persen banyak dilakukan oleh
para ustadz calon penghuni surga, dan menjadi mainstream dalam setiap ada
majelis-majelis pengajian dan sebagainya, sementara kemiskinan terus membelit
negeri ini, sampai-sampai untuk mendapat uang zakat 30 ribu rupiah saja, nyawa
menjadi taruhan. Astaghfirullah. ..
Seharusnya topik itulah yang menjadi fokus, bagaimana meningkatkan kualitas
hidup lahir batin bangsa ini, memakmurkan bangsa ini. Misalnya menjadi TKI
sekalipun, ok-ok saja, akan tetapi TKI yang berkelas, yang berkualitas, yang
memiliki keahlian luar biasa, yang digaji setiap minggu 150 juta rupiah !!!
Begitu keluar mesjid, pengemis berbondong-bondong menadahkan tangan. Saya tidak
tahu pasti apakah mereka tadi ikut sholat Jum'at atau tidak. Jika ikut sholat
Jum'at, pastilah para pengemis ini bergembira, sebab beberapa kali sang khotib
secara tidak langsung memuji-muji mereka dan menyebut-nyebut mereka sebagai
orang yang tetap sabar dalam kemiskinan seumur hidup....... ...
Saya menyadari email ini hanya sebuah perenungan dan tidak sepenuhnya benar,
dan saya mohon ma'aaf bagi mereka yang merasa tidak nyaman membacanya.
Salam sukses dan berlimpah kebaikan
Bambang Sudiono
[EMAIL PROTECTED] com
web blog : http://revito. blogspot. com
New Email names for you!
Get the Email name you've always wanted on the new @ymail and @rocketmail.
Hurry before someone else does!
___________________________________________________________________________
Nama baru untuk Anda!
Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan di domain baru @ymail dan @rocketmail.
Cepat sebelum diambil orang lain!
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/