Dear all,

Menurut saya bukan khutbahnya yang menyesatkan , tapi sumber berita nya yang 
telah tersesat.
Karena orang tersesat , cara penilainya pun pasti tersesat.

Saya belum pernah secara khusus menuntut ato belajar ilmu agama dan saya yakin 
ilmu agama saya jauh dari cukup.
Tapi saya sangat tidak mengerti , sumber dari berita ini berani berani nya 
menulis 99.99 persen ustad penghuni surga telah memberikan khutbah yang 
menyesatkan. Jadi menurut dia ustad yang tidak menyesatkan itu cuma 0.01 persen 
( wah sungguh hebat dia , sudah berapa tahun dia belajar ilmu agama sehingga 
berani menilai seperti itu )

Apa dia tidak sekolah ato tidak mengerti arti dari 99.99 persen ato dia bukan 
orang muslim ??
Saya banyak kenal ustad usatd yang menurut saya bagus, dia memberikan motivasi 
untuk kemajuan di dunia dan akhirat dan saya yakin ustad yang saya kenal itu 
lebih dari 0.01 persen jumlahnya.



Trims

David, ATEK 96

 
--- On Wed, 11/26/08, Rara Marulent <[EMAIL PROTECTED] co.id> wrote:

From: Rara Marulent <[EMAIL PROTECTED] co.id>
Subject: [atekbl]- Trs: [InspirasiIndonesia ] Khutbah yang menyesatkan
To: [EMAIL PROTECTED] com, pstti_pps_ui@ yahoogroups. com
Date: Wednesday, November 26, 2008, 10:22 AM


Dari milis tetangga

--- Pada Jum, 21/11/08, bambang sudiono <[EMAIL PROTECTED] com> menulis:

Dari: bambang sudiono <[EMAIL PROTECTED] com>
Topik: [InspirasiIndonesia ] Khutbah yang menyesatkan
Kepada: deltafm-jkt@ yahoogroups. com
Cc: inspirasiindonesia@ yahoogroups. com
Tanggal: Jumat, 21 November, 2008, 2:37 PM


Saudaraku yang baik,
Mohon ma'af bila judul email ini agak bombastis, karena menurut saya judul 
diatas sudah yang paling halus dari beberapa judul yg saya siapkan.

Begini, siang tadi saya Jum'atan di mesjid dekat rumah saya di Bekasi. Mesjid 
tersebut terletak di perumahan yang cukup elit, karena penghuninya adalah 
golongan menengah keatas. Logikanya, khutbahnyan tentu saja disamping so'al 
ketaqwaan (wajib dalam setiap khutbah Jum'at) juga mencerminkan pola pikir yang 
mengarah kepada pencerahan, kemajuan, dan peningkatan kualitas umat dan 
kemampuan untuk berbagi.

Sayang, harapan saya menjadi sia-sia. Sang khotib tampaknya alergi dengan 
kesuksesan atau sesuatu yang mempunyai nilai untuk hidup di dunia yang 
sementara ini. Pada sa'at beliau berbicara tentang kesabaran dan menyinggung 
lulusan anak-anak negeri ini yang sekolah diluar negeri, dilecehkan dan dihina 
sebab itu bukan indikasi dari kesuksesan, katanya. Lalu dia memuji lulusan 
pesantren yang sabar-sabar. 

Untung saja dia tidak memuji para teroris yang membunuhi orang tidak berdosa 
dan merasa bangga sebagai syahid. Demi Allah, jika khotib itu berkata demikian, 
saya akan bangun dan berdiri meninggalkan mesjid tersebut dan mencari mesjid 
lain.

Ketika beliau berbicara tentang negara lain yang ekonominya maju, memiliki 
senjata yang hebat-hebat, rakyatnya cerdas  dan hidup makmur, di hina sambil 
mengatakan mereka tidak punya Allah, nanti akan diadzab oleh Allah. 
Astagfrullahaladzii m. 

Siapa bilang negara-negara yang makmur dan maju tidak punya Allah, tidak punya 
Tuhan. Saya yakin mereka punya Allah, mereka punya Tuhan, cuma cara 
pendekatannya saja yang berbeda. Saya yakin, didunia ini, dijagat raya ini 
Tuhan cuma satu, cuma cara menyebutanya saja yang berbeda-beda. Itu tidak  
masalah. Itu urusan mereka dengan sang Khalik.

Pada saat sang khtotib berbicara tentang kehebatan negara lain, saya pikir 
beliau akan berkata begini: marilah kita tingkatkan kualitas umat, biarkan 
mereka belajara ilmu ekonomi dimana saja termasuk di luarnegeri agar dapat 
memberi sumbangan yang positif bagi perkembangan ekonomi negeri kita agar 
negeri kita kuat secara ekonomi dan dapat menghidupi rakyatnya secara layak dan 
tidak dihina oleh negara-negara tentangga. Biarkan mereka sekokah tinggi-tinggi 
agar negara kita menjadi negara yang maju dan setara dengan negara-negara yang 
hebat hebat itu.

Biar mereka belajar ilmu persenjataan termasuk nuklir, agar negara kita 
disegani dan mempunyai posisi tawar yang tinggi pada saat berunding atau 
melakukan negosiasi.
dalam bentuk apapun. Biarkan mereka belajar ilmu yang dapat memakmurkan negara 
Indonesia agar tidak ada koruptor dan negara kita dihormati oleh negara lain.

Pada sa'at sang khotib menyebut kehebatan negara lain, beliau bukan menyarankan 
kepada sidang Jum'at yang di muliakan Allah, untuk meningkatkan kemampuan 
pikiran yang diberikan Allah agar bisa setara dengan mereka melalui pendidikan  
misalnya, malah disuruh bersabar. Disuruh banyak berdo'a, wirid dan sebagainya. 

Benar-benar tidak nyambung dan sangat pasif. Berdo'a saja, tanpa melakukan 
tindakan apapun, Allah pasti ngetawain doang, mau ngapain itu orang. 

Cara-cara berkhutbah seperti itu, mungkin 99,99 persen banyak dilakukan oleh 
para ustadz calon penghuni surga, dan menjadi mainstream dalam setiap ada 
majelis-majelis pengajian dan sebagainya, sementara kemiskinan terus membelit 
negeri ini, sampai-sampai untuk mendapat uang zakat 30 ribu rupiah saja, nyawa 
menjadi taruhan. Astaghfirullah. .. 

Seharusnya topik itulah yang menjadi fokus, bagaimana meningkatkan kualitas 
hidup lahir batin bangsa ini, memakmurkan bangsa ini. Misalnya menjadi TKI 
sekalipun, ok-ok saja, akan tetapi TKI yang berkelas, yang berkualitas, yang 
memiliki keahlian luar biasa, yang digaji setiap minggu 150 juta rupiah !!!

Begitu keluar mesjid, pengemis berbondong-bondong menadahkan tangan. Saya tidak 
tahu pasti apakah mereka tadi ikut sholat Jum'at atau tidak. Jika ikut sholat 
Jum'at, pastilah para pengemis ini bergembira, sebab beberapa kali sang khotib 
secara tidak langsung memuji-muji mereka dan menyebut-nyebut mereka sebagai 
orang yang tetap sabar dalam kemiskinan seumur hidup....... ...

Saya menyadari email ini hanya sebuah perenungan dan tidak sepenuhnya benar, 
dan saya mohon ma'aaf bagi mereka yang merasa tidak nyaman membacanya.  

Salam sukses dan berlimpah kebaikan 

Bambang Sudiono
[EMAIL PROTECTED] com
web blog : http://revito. blogspot. com




 

________________________________
New Email names for you! 
Get the Email name you've always wanted on the new @ymail and @rocketmail.
Hurry before someone else does!  

________________________________
Dapatkan alamat Email baru Anda! 
Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan sebelum diambil orang lain!  
 


      

Kirim email ke