Wahhh bun klo menurut gua sehh(Khutbah yg menyesatkan),,, ini salah satu buat promosiin blognya tuhh orang hehehehe,,,,, mungkin dia punya blog baru, trus pengen terkenal gituuuuu(kaya gua aja yaa bun,hehehehe)
Madani Kunye PT.BRINGIN GIGANTARA www.danykunye.co.cc www.di-jual.co.cc www.uangpanasbanget.co.cc www.danykunye.tokobagus.com --- On Wed, 11/26/08, Rara Marulent <[EMAIL PROTECTED]> wrote: From: Rara Marulent <[EMAIL PROTECTED]> Subject: [atekbl]- Trs: [InspirasiIndonesia] Khutbah yang menyesatkan To: [email protected], [EMAIL PROTECTED] Date: Wednesday, November 26, 2008, 10:22 AM Dari milis tetangga --- Pada Jum, 21/11/08, bambang sudiono <[EMAIL PROTECTED] com> menulis: Dari: bambang sudiono <[EMAIL PROTECTED] com> Topik: [InspirasiIndonesia ] Khutbah yang menyesatkan Kepada: deltafm-jkt@ yahoogroups. com Cc: inspirasiindonesia@ yahoogroups. com Tanggal: Jumat, 21 November, 2008, 2:37 PM Saudaraku yang baik, Mohon ma'af bila judul email ini agak bombastis, karena menurut saya judul diatas sudah yang paling halus dari beberapa judul yg saya siapkan. Begini, siang tadi saya Jum'atan di mesjid dekat rumah saya di Bekasi. Mesjid tersebut terletak di perumahan yang cukup elit, karena penghuninya adalah golongan menengah keatas. Logikanya, khutbahnyan tentu saja disamping so'al ketaqwaan (wajib dalam setiap khutbah Jum'at) juga mencerminkan pola pikir yang mengarah kepada pencerahan, kemajuan, dan peningkatan kualitas umat dan kemampuan untuk berbagi. Sayang, harapan saya menjadi sia-sia. Sang khotib tampaknya alergi dengan kesuksesan atau sesuatu yang mempunyai nilai untuk hidup di dunia yang sementara ini. Pada sa'at beliau berbicara tentang kesabaran dan menyinggung lulusan anak-anak negeri ini yang sekolah diluar negeri, dilecehkan dan dihina sebab itu bukan indikasi dari kesuksesan, katanya. Lalu dia memuji lulusan pesantren yang sabar-sabar. Untung saja dia tidak memuji para teroris yang membunuhi orang tidak berdosa dan merasa bangga sebagai syahid. Demi Allah, jika khotib itu berkata demikian, saya akan bangun dan berdiri meninggalkan mesjid tersebut dan mencari mesjid lain. Ketika beliau berbicara tentang negara lain yang ekonominya maju, memiliki senjata yang hebat-hebat, rakyatnya cerdas dan hidup makmur, di hina sambil mengatakan mereka tidak punya Allah, nanti akan diadzab oleh Allah. Astagfrullahaladzii m. Siapa bilang negara-negara yang makmur dan maju tidak punya Allah, tidak punya Tuhan. Saya yakin mereka punya Allah, mereka punya Tuhan, cuma cara pendekatannya saja yang berbeda. Saya yakin, didunia ini, dijagat raya ini Tuhan cuma satu, cuma cara menyebutanya saja yang berbeda-beda. Itu tidak masalah. Itu urusan mereka dengan sang Khalik. Pada saat sang khtotib berbicara tentang kehebatan negara lain, saya pikir beliau akan berkata begini: marilah kita tingkatkan kualitas umat, biarkan mereka belajara ilmu ekonomi dimana saja termasuk di luarnegeri agar dapat memberi sumbangan yang positif bagi perkembangan ekonomi negeri kita agar negeri kita kuat secara ekonomi dan dapat menghidupi rakyatnya secara layak dan tidak dihina oleh negara-negara tentangga. Biarkan mereka sekokah tinggi-tinggi agar negara kita menjadi negara yang maju dan setara dengan negara-negara yang hebat hebat itu. Biar mereka belajar ilmu persenjataan termasuk nuklir, agar negara kita disegani dan mempunyai posisi tawar yang tinggi pada saat berunding atau melakukan negosiasi. dalam bentuk apapun. Biarkan mereka belajar ilmu yang dapat memakmurkan negara Indonesia agar tidak ada koruptor dan negara kita dihormati oleh negara lain. Pada sa'at sang khotib menyebut kehebatan negara lain, beliau bukan menyarankan kepada sidang Jum'at yang di muliakan Allah, untuk meningkatkan kemampuan pikiran yang diberikan Allah agar bisa setara dengan mereka melalui pendidikan misalnya, malah disuruh bersabar. Disuruh banyak berdo'a, wirid dan sebagainya. Benar-benar tidak nyambung dan sangat pasif. Berdo'a saja, tanpa melakukan tindakan apapun, Allah pasti ngetawain doang, mau ngapain itu orang. Cara-cara berkhutbah seperti itu, mungkin 99,99 persen banyak dilakukan oleh para ustadz calon penghuni surga, dan menjadi mainstream dalam setiap ada majelis-majelis pengajian dan sebagainya, sementara kemiskinan terus membelit negeri ini, sampai-sampai untuk mendapat uang zakat 30 ribu rupiah saja, nyawa menjadi taruhan. Astaghfirullah. .. Seharusnya topik itulah yang menjadi fokus, bagaimana meningkatkan kualitas hidup lahir batin bangsa ini, memakmurkan bangsa ini. Misalnya menjadi TKI sekalipun, ok-ok saja, akan tetapi TKI yang berkelas, yang berkualitas, yang memiliki keahlian luar biasa, yang digaji setiap minggu 150 juta rupiah !!! Begitu keluar mesjid, pengemis berbondong-bondong menadahkan tangan. Saya tidak tahu pasti apakah mereka tadi ikut sholat Jum'at atau tidak. Jika ikut sholat Jum'at, pastilah para pengemis ini bergembira, sebab beberapa kali sang khotib secara tidak langsung memuji-muji mereka dan menyebut-nyebut mereka sebagai orang yang tetap sabar dalam kemiskinan seumur hidup....... ... Saya menyadari email ini hanya sebuah perenungan dan tidak sepenuhnya benar, dan saya mohon ma'aaf bagi mereka yang merasa tidak nyaman membacanya. Salam sukses dan berlimpah kebaikan Bambang Sudiono [EMAIL PROTECTED] com web blog : http://revito. blogspot. com New Email names for you! Get the Email name you've always wanted on the new @ymail and @rocketmail. Hurry before someone else does! Dapatkan alamat Email baru Anda! Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan sebelum diambil orang lain!
