Ok ngerti pak JA.
Saya pagi hr bersin wiper mobil dulu, baru bisa brangkat / kalo keburu juga 
brangkat...

Tempatnya BT = sebrang Darmawangsa Square pak..
PJ
http://www.freewebs.com/komkris2000
  ----- Original Message ----- 
  From: Jimmy Auw 
  To: [email protected] 
  Sent: Friday, December 19, 2008 12:14 PM
  Subject: RE: Bls: [avifans] Hasil Lengkap Blind Test 6 Des 2008



  Saya sabtu besok kerja Pak setengah hari. kemungkinan jalan after lunch. bisa 
jam 2-an sampe SAS. nanti saya call dulu saja. kalo memang masih ada manusia 
tersisa di sana, ya saya ikutan mampir. kalo enggak ya saya ga jadi hehehe.



  Kalo boleh tau, tempatnya dimana ya? Saya belum pernah ke SAS soalnya :(



  Thanks.



  From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf Of 
Paul Yahya
  Sent: Friday, December 19, 2008 11:09 AM
  To: [email protected]
  Subject: Re: Bls: [avifans] Hasil Lengkap Blind Test 6 Des 2008



  hua ha ha ha...pak JA

  saya setuju dgn anda...

  skrg memang dunia gila, yg enggal gila enggak kebagian....

  Sabtu besok rencana bpk juga stor muka di BT SAS - Wijoyo Center kah ?





  PJ

  http://www.freewebs.com/komkris2000

    ----- Original Message ----- 

    From: Jimmy Auw 

    To: [email protected] 

    Sent: Thursday, December 18, 2008 9:05 PM

    Subject: RE: Bls: [avifans] Hasil Lengkap Blind Test 6 Des 2008



    Ibarat buah simalakama. 

    mau promosi besar2an, maka butuh marketing fund yang besar. 

    untuk bisa dapat marketing fund besar, butuh markup gila2an (atau produksi 
sangat masal).

    buat markup gila2an, mesti "nipu" gila2an juga. yah macamnya speaker kelas 
30-an jt yang paling baru pake capacitor sekelas Solen dan driver sekelas Vifa. 
kalo DIY speaker dengan budget 30jt, saya berani pake Duelund atau Mundorf 
Silver/Oil/Gold dan driver sekelas ScanSpeak qeqeqe.

    Sekali lagi maaf ya kalo saya bicara ceplas-ceplos. moga2 gak ada yang 
tersungging.

    Thanks.

    From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf Of 
Muliadi Antaredja
    Sent: Wednesday, December 17, 2008 8:47 PM
    To: [email protected]
    Subject: Re: Bls: [avifans] Hasil Lengkap Blind Test 6 Des 2008

    Ikutan nimbrung juga ah...

    kalau menurut saya sih permintaan tidak meningkat signifikan walaupun sudah 
membuat entry level yah karena kurang promosinya... coba saja dibandingkan 
dengan produk2 jadi, iklannya di TV, radio, poster, dll..

    yang tahu LJ atau Tubelover yah cuma segelintir orang...

    kalau masyarakat tahu misalnya dengan harga sama kualitasnya jauh lebih 
baik, saya yakin produknya bakalan laku tuh...

    selama ini kan angapan masyarakat kalau maen audio bagus itu harus 
berpuluh2 juta... makanya lebih dipilih produk2 yang sudah jadi dan terjangkau, 
seperti hifi sistem yang relatif gampang ditemukan di setiap mall bahkan 
supermarket, walaupun kalau dibandingkan harga dan kualitasnya mungkin tidak 
seimbang... 

    Dan karena asumsi harga barang2 audio yang bagus itu selalu mahal maka 
banyak orang yang takut duluan mau masuk ke butik audio...

    kalau mereka tahu dengan harga relatif sama mereka bisa dapet barang yang 
lebih bagus, mungkin mereka bisa beralih...

    Untuk yang gengsi sih saya juga akui pak, di Indo itu banyak orang yang 
lebih mentingin gengsi dan penampilan daripada fungsinya... contoh di Audio 
Mobil itu saya liat sendiri pak, dari speaker, ampli n headunit udah yang top 
punya... tapi suaranya gak karu2an...

    Terus untuk orang2 seperti saya ini juga sebenarnya masih sangat butuh 
ampli yang cukup berkualitas di entry level loh. soalnya yang puluhan juta 
belum sanggup beli, dan baru mulai ingin coba mencicipi dunia tabung, hehehe....

    salam,

    Muliadi



     

    On 12/16/08, Jimmy Auw <[email protected]> wrote: 

    Halo Pak,
    Ingin sharing juga. Market entry level ini memang besar sekali. Karena cukup
    banyak orang (entry level) yang ingin main audio. Awalnya saya percaya
    karena pengen tau. Biasanya orang macam ini sangat mudah terbawa
    (terpancing) dan punya duit "extra". Dibilang ini barang bagus, langsung
    beli. Padahal music yang bagus dan benar seperti apa aja belum ngerti. Saya
    paling sering liat di audio mobil... orang pake HU yang ada tube...
    amplifier merek terkenal yang harganya belasan juta... tweeter pake
    titanium, midbass kevlar... total ga kurang dari 50jt... lah mainin piano
    aja sember... karena yang tuning motong tweeter kerendahan (biar vokalnya
    berat katanya)... padahal katanya yang tuning uda yang terbaik di kotanya...

    Puyeng dah...

    Sekarang kita liat ampli2 macam darkvoice dan teman2nya yang dari china. Apa
    idealisme pembuat barang2 tersebut:
    1. production cost yang rendah
    2. negara yang memproduksi tabung sendiri sehingga murah/mudah didapat
    3. menarik minat para newbie di dunia audio (dengan penampilan ciamik)

    Sekarang kita liat background pembuat ampli tabung dari negara2 lain
    (sebagai contoh Indonesia):
    1. diy-er sejati, membuat produk bersuara bagus, belum jadi mata pencaharian
    2. masih mengandalkan tabung dari negara lain (entah nos atau tidak)
    3. kualitas benar-benar jadi prioritas, fisik nomor dua

    Kita lihat sekali ada perbedaan antara dua background ini. Jikalau orang
    macam Pak Arif TL, Pak Alex LJ, Pak Arif Suara, rela pake tabung 6N1 dan
    varian China lainnya, caps Surong/Audiophiler, resistor metal film Taiwan
    yang seribu rupiah sebijinya, diode standar, saya yakin membuat produk
    "high-end tabung" berharga 1-2 jutaan bukanlah mimpi (apalagi jika didukung
    oleh pabrikan chassis)... Tapi apa iya kupingnya bisa nerima dengerin
    hasilnya? Kembali lagi ke idealism awalnya...

    Orang Indo (maaf) cenderung gengsi... Coba jejerin Gainclone dan power NAD.
    Harga dibuka Gainclone dengan pots TKD dan caps auricap dijual 1,5 jt (kaya
    kang Yus punya)... NAD dijual 2,5jt... saya yakin orang pilih NAD... kenapa?
    Orang indo akan mikir 2 hal:
    1. Kalo rusak gimana?
    2. Harga jual kembali gimana?

    Nah dua factor inilah yang kadang jadi pertimbangan... soal suara... paling
    mereka jawab, ah itu kan relative... buat kuping2 orang kebanyakan, saya
    yakin NAD gak jelek2 amat koq (dan ga mungkin juga Gainclone dengan Auricap
    dan pots TKD itu diproduksi massal dengan harga 1,5 jt kan?).

    Contoh lain: Mobil yang paling banyak bersliweran di jalan itu adalah Toyota
    Kijang dan sekarang Avanza. Padahal tau sendiri, Kijang itu paling jago
    "minum" bensin. Namun orang (konsumen Indo kebanyakan), ga mikirin itu.
    Mereka mikirnya seperti 2 di atas tadi... 
    - kalo rusak gimana (spare parts Kijang paling pasaran dan murah)... 
    - harga jual kembali gimana (Kijang sih paling jago urusan harga jual yang
    bersaing)...

    Saya juga sempat liat Pak Arif TL turun kelas jualan power2 murah... dan Pak
    Alex LJ sepertinya sudah lebih dulu main di pasar entry level ini...
    hasilnya? Dari yang saya liat sih tidak keliatan permintaan yang signifikan
    dari pasar tuh...

    Sekedar urun rembuk.. maap kalo ada salah2 kata...

    Thanks. 




    -----Original Message-----
    From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf Of
    yogi_rizkian96
    Sent: Monday, December 15, 2008 11:17 AM
    To: [email protected]
    Subject: Re: Bls: [avifans] Hasil Lengkap Blind Test 6 Des 2008

    Ga papa ya diskusi disini..
    saya sebenarnya ingin tau costumer DIY itu apakah memang rata2 ceruk
    yang kecil (premium grade) atau seperti apa? mungkin p. arif bisa
    cerita :)
    saya soalnya membandingkannya dgn china pak lewat ebay. Kasus kecil
    sebenarnya seperti integrated amp SE untuk headphone. Kebetulan saya
    mau buat system yg kecil dulu. 
    Itu untuk ukuran DIY, merek seperti LittleDot, darkvoice brand china,
    marketnya besar sekali, jualannya sampe ke Amerika/EU. Pembelinya
    banyak, bahkan di beberapa forum sampai direview. Makanya, melihat
    produknya DIY kita, saya yakin kita bisa compete. cost yg dijual di
    ebay sekitar 1-4jt (itungan dollar Rp. 10.000). Jadi harapannya juga
    liat product tubelover atau sejenisnya di ebay.. hehe.

    Dan juga market di indonesia gemuk di entry level pak. Pengertiannya,
    budget mulai start di level 10-25jt end-to-end (cd-pre-amp-speaker
    berikut kabel2). Makanya harapan saya sih, ada paket pre-amp dan amp
    yang untuk entry level. Berkisar antara 5-10jt, sehingga masy luas
    bisa mengetahui. Dan tanding2 blindtestnya kayak gini.. hehehehe..
    tentu ini kacamata end user kayak saya pak, bila kacamatanya penikmat
    diyers sendiri untuk pakai sendiri dan duit sendiri ya beda cerita..

    just another my 2 cent.










----------------------------------------------------------------------------

    No virus found in this incoming message.
    Checked by AVG Free Edition. 
    Version: 7.5.516 / Virus Database: 270.9.18/1850 - Release Date: 12/15/2008 
5:04 PM



   


------------------------------------------------------------------------------


  No virus found in this incoming message.
  Checked by AVG Free Edition. 
  Version: 7.5.516 / Virus Database: 270.9.18/1850 - Release Date: 12/15/2008 
5:04 PM

Kirim email ke