Just Sharing ....:):)
Jangan Tekan Pedal Gas Saat Akan Mematikan Mesin
KOMPAS.com -
Kebiasaan lama dan ternyata masih dilakukan oleh sebagian pemilik mobil
sekarang ini, adalah menekan gas lebih dulu sebelum mematikannya.
Kebanyakan, mereka tidak mengerti alasan mengapa harus melakukan cara
tersebut.
Sebenarnya, pada mesin “jadul” itu dilakukan untuk mengisi
aki alias baterai. Namun sekarang, dengan menggunakan alternator atau
generator yang menghasilkan arus listrik bolak-balik, cara tersebut
tidak diperlukan lagi. Karena pada mesin sekarang pengisian baterai
dilakukan pada setiap putaran mesin.
Menekan pedal gas sebelum mesin dimatikan sangat berbaya bagi “jiwa”
dan “raga” mesin. Pertama, raganya akan rusak atau cacat. Pasalnya,
ketika gas digeber, putaran mesin naik. Pada kondisi seperti komponen
mesin yang berputar atau bergerak membutuhkan pelumas.
Boros Bensin dan Oli
Nah, dapat dibayangkan, ketika oli sedang menuju ke komponen tersebut,
mesin tiba-tiba mati. Pompa oli pun tidak bisa memasok atau mengalirkan
oli ke komponen yang bergerak. Misalkan, ke piston, kruk as, nokken as
atau klep.
Memang masih ada lapisan oli yang tertinggal pada permukaan komponen
tersebut. Jumlahnya tidak cukup dan hanya untuk putaran rendah. Nah,
waktu antara menekan pedal gas dan kunci kontak diputar ke posisi
“OFF”, waktunya bisa sekitar 15 detik. Kalau mesin bekerja pada 2.500
rpm saja, berarti selama 15 detik berputar 166 kali.
Pada tahap pertama atau awal, kebiasaan tersebut memang belum
menimbulkan masalah. Namun karena keseringan, keausan mulai terjadi,
muncul getaran atau suara mesin kasar. Tingkat keausan komponen
bertambah.
Selanjutnya, menyebabkan kerja mesin tidak efisien. Malah mesin juga
“menelan” oli. Konsumsi bahan bakar boros, tenaga payah, mesin cepat
panas dan sebagainya. “Jiwa” mesin ambruk dan tidak bisa lagi hidup.
Mesin Turbo
Pada mesin yang dilengkapi dengan turbocharger, menekan gas lebih dulu
sebelum mesin dimatikan sangat dilarang. Tabu! Untuk mencegah kebiasaan
mesin langsung dimatikan, beberapa pabrik melengkapi mesin dengan
“timer”.
Dengan alat ini, kendati kunci kontak sudah dicabut, mesin akan
tetap hidup pada kondisi stasioner atau langsam beberapa saat. Setelah
itu akan mati sendiri.
Cara ini, juga disarankan pada kendaraan yang habis digenjot secara
menerus selama berapa jam pada kecepatan tinggi. Mesin tidak boleh
dimatikan langsung.