Thanks,

saya kadang juga melakukan hal ini .... :)

Salam,
BCI
347






________________________________
From: "[email protected]" <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Monday, August 31, 2009 3:48:05 PM
Subject: Re: [baleno] Jangan Tekan Pedal Gas Saat Akan Mematikan Mesin

  
Nice info om.. Top

Harsa 436
Elegant n vip style
Powered by Telkomsel BlackBerry®
________________________________
From:  Rynto Utama 
Date: Sun, 30 Aug 2009 22:54:53 -0700 (PDT)
To: <bal...@yahoogroups. com>
Subject: [baleno] Jangan Tekan Pedal Gas Saat Akan Mematikan Mesin
  
Just Sharing ....:):)


Jangan Tekan Pedal Gas Saat Akan Mematikan Mesin 

KOMPAS.com - Kebiasaan lama dan ternyata masih dilakukan oleh sebagian pemilik 
mobil sekarang ini, adalah menekan gas lebih dulu sebelum mematikannya. 
Kebanyakan, mereka tidak mengerti alasan mengapa harus melakukan cara tersebut.
Sebenarnya, pada mesin “jadul” itu dilakukan untuk mengisi aki alias baterai. 
Namun sekarang, dengan menggunakan alternator atau generator yang menghasilkan 
arus listrik bolak-balik, cara tersebut tidak diperlukan lagi. Karena pada 
mesin sekarang pengisian baterai dilakukan pada setiap putaran mesin.
Menekan pedal gas sebelum mesin dimatikan sangat berbaya bagi “jiwa” dan “raga” 
mesin. Pertama, raganya akan rusak atau cacat. Pasalnya, ketika gas digeber, 
putaran mesin naik. Pada kondisi seperti komponen mesin yang berputar atau 
bergerak membutuhkan pelumas.
Boros Bensin dan Oli
Nah, dapat dibayangkan, ketika oli sedang menuju ke komponen tersebut, mesin 
tiba-tiba mati. Pompa oli pun tidak bisa memasok atau mengalirkan oli ke 
komponen yang bergerak. Misalkan, ke piston, kruk as, nokken as atau klep.

Memang masih ada lapisan oli yang tertinggal pada permukaan komponen tersebut. 
Jumlahnya tidak cukup dan hanya untuk putaran rendah. Nah, waktu antara menekan 
pedal gas dan kunci kontak diputar ke posisi “OFF”, waktunya bisa sekitar 15 
detik. Kalau mesin bekerja pada 2.500 rpm saja, berarti selama 15 detik 
berputar 166 kali.
Pada tahap pertama atau awal, kebiasaan tersebut memang belum menimbulkan 
masalah. Namun karena keseringan, keausan mulai terjadi, muncul getaran atau 
suara mesin kasar. Tingkat keausan komponen bertambah.
Selanjutnya, menyebabkan kerja mesin tidak efisien. Malah mesin juga “menelan” 
oli. Konsumsi bahan bakar boros, tenaga payah, mesin cepat panas dan 
sebagainya. “Jiwa” mesin ambruk dan tidak bisa lagi hidup.

Mesin Turbo
Pada mesin yang dilengkapi dengan turbocharger, menekan gas lebih dulu sebelum 
mesin dimatikan sangat dilarang. Tabu! Untuk mencegah kebiasaan mesin langsung 
dimatikan, beberapa pabrik melengkapi mesin dengan “timer”.
Dengan alat ini, kendati kunci kontak sudah dicabut, mesin akan tetap hidup 
pada kondisi stasioner atau langsam beberapa saat. Setelah itu akan mati 
sendiri.
Cara ini, juga disarankan pada kendaraan yang habis digenjot secara menerus 
selama berapa jam pada kecepatan tinggi. Mesin tidak boleh dimatikan langsung.

   


      

Kirim email ke