Sementara pakai teori umum saja. Kalau pakai teori yang di pemerintahan,
maka akan rumit teori nya (seperti slogan : jika bisa dipersulit, mengapa
harus dipermudah?) hehehe

rgds,
Yose.

2010/7/24 Iwan Ismanto @mobile <[email protected]>

>
>
> sebelum dibahas lebih mendalam.
> Sebaiknya disepakati dulu mengenai istilah "SUBSIDI BBM".
>
> Siapa yg ngasih subsidi dan siapa yg terima subsidi?
>
> Regards,
> Iwan
>
> Sent from hp dibeliin pacar™ with pulsa dibayarin kantor®
> ------------------------------
> *From: * ajat sudrajat <[email protected]>
> *Sender: * [email protected]
> *Date: *Sat, 24 Jul 2010 07:15:23 -0700 (PDT)
> *To: *BCI<[email protected]>
> *ReplyTo: * [email protected]
> *Subject: *[baleno] Setujukah Anda Subsidi Premium dicabut..?
>
>
> Daripada ribut soal fuel pump, mendingan membuat wacana baru dah, khususnya
> soal subsidi premium, kalau ngebahas soal ini kayanya ngga akan dituntut
> balik deh he he
>
> Ketika kasus fuel pump mati mencuat, banyak pihak yg menuding atau menduga
> fuel pump pada mati karena kualitas Premium (RON 88) yg dijual Pertamina
> bermasalah. Kenapa hal ini terjadi..? jelas karena yg menjual bbm RON 88
> hanyalah pertamina, kenapa cuman Pertamina..? Karena untuk premium masih di
> subsidi oleh pemerintah yg dananya diambil dari APBN. Jumlah subsidi ini
> jumlahnya begitu luar biasa besar. Senadainya saja premium tidak hanya
> dijual oleh Pertamina, mungkin tudingan itu tidak akan mengarah ke Pertamina
> saja.
>
> Hikmah dari kejadian ini koq Saya berfikir kenapa pemerintah tidak mencabut
> saja subsidi bbm khususnya premium, jadi perusahaan swasta bisa menjual bbm
> jenis ini, dengan begitu Pertamina bukan lagi satu2nya perusahaan yg menjual
> premium maka kualitas bbm yg dijual dipasaran akan lebih kompetitif dengan
> adanya pilihan buat konsumen untuk tidak membeli premium hanya di SPBU
> Pertamina. Daripada skr wacana yg muncul hanyalah pembatasan th produksi
> kendaraan yg boleh memberi premium atau menurunkan kadar oktan menjadi 84
> atau lebih rendah lagi, Sy fikir kebijakan itu hanya isapan jempol belaka
> dan akan gagal. Lebih baik cabut saja subsidi premium khusus buat kendaraan
> pribadi lebih khusus lagi mobil so mungkin yg disubsidi hanyalah premium
> untuk kendaraan umum dan roda 2 (Motor)
>
> Adapun Argumen Sy soal pencabutan terbatas subsidi premium ini adalah :
>
> 1. Premium bersubsidi tetap hanya dijual SPBU Pertamina tapi hanya boleh
> dibeli oleh kendaraan umum dan pengguna sepeda motor, hal ini bertujuan
> untuk melindungi masyarakat menengah bawah.
>
> 2. Sementara itu SPBU swasta diperkenankan menjual premium non subsidi. Hal
> ini bertujuan agar hak2 konsumen terlindungi. Masih ingatkah dulu sebelum
> ada pom bensin swasta betapa SPBU2 Pertamina tidak memberikan pelayanan
> terbaik terhadap konsumen, kasus pom bensin curang lah, pelayanan tidak
> ramah lah dll. Tapi ketika pombensin swasta muncul, ,mau ngga mau Pertamina
> harus bebenah agar tidak ditinggalkan konsumennya, maka muncululah SPBU2
> Pasti Pas yg pelayanannya jauh lebih baik dari sebelumnya. Selain itu karena
> harga bbm non subsidi mengacu pada harga minyak internasional, maka harga
> jual pun akan sangat kompetitif, skr aja harga antara SPBU yg satu dengan yg
> lainnya pasti berbeda, dengan begitu konsumen bisa memilih mana yg terbaik.
>
> 3. Konversi minyak tanah ke Gas yg asalnya dihujat akan memberatkan
> masyarakat, terbukti berhasil dan berjalan, terlepas ada kekurangan disana
> sini seperti kasus tabung meladak, regulator palsu, slang palsu dll toh
> kenyataannya program ini bisa diterapkan, tinggal kontrol pelaksanaannya aja
> yg harus diperbaiki. Nah melihat dari kasus ini Sy yakin pencabutan subsidi
> premium juga bisa berjalan dgn baik.
>
> 4. Kalau ada anggapan bahwa dampak dari pencabutan subsidi ini akan
> memberatkan masyarakat bawah, Sy fikir ngga juga. Subsidi untuk bbm bisa
> dialihkan ke sektor lain misal pendidikan atau kesehatan. Jadi anak2 bisa
> sekolah gratis sampai tingkat SMA dan berobat gratis ditingkat Puskesmas
> misal so biaya sekolah akan menjadi ringan dan hanya beralih sedikit untuk
> biaya tambahan premium yg naik.
>
> Lebih dari 40th Kita dimanjakan oleh Pemerintah dengan berbagai Subsidi,
> liat jaman Orde Baru semua serba murah karena hampir semua sektor disubsidi
> Pemerintah dan ketika era Reformasi subsidi2 tersebut dicabut karena membuat
> utang negara menjulang tinggi dampaknya bisa Kita rasakan sekarang. Sudah
> saatnya Kita jadi Masyarakat yg maju dan Mandiri. Sy yakin selama Pemerintah
> punya niat, kemauan dan para penguasa tidak tamak tapi mau mengurusi
> rakyatnya dengan baik, maka masyarakat bisa menikmati hasilnya.
>
> Hahhh serius amat ya he he ngga apa2lah toh berdiskusi berbagi wacana ngga
> ada ruginya kan..? Siapa tau walau hanya setitik yg bisa Kita berikan
> ternyata bisa membantu Negri Kita tercinta ini lebih maju dan berjaya
> dikemudian hari.
>
>
> Salam
> Ajat
> BCI 247
>
>
>   
>

Kirim email ke