Daripada ribut soal fuel pump, mendingan membuat wacana baru dah, khususnya 
soal 
subsidi premium, kalau ngebahas soal ini kayanya ngga akan dituntut balik deh 
he 
he

Ketika kasus fuel pump mati mencuat, banyak pihak yg menuding atau menduga fuel 
pump pada mati karena kualitas Premium (RON 88) yg dijual Pertamina bermasalah. 
Kenapa hal ini terjadi..? jelas karena yg menjual bbm RON 88 hanyalah 
pertamina, 
kenapa cuman Pertamina..? Karena untuk premium masih di subsidi oleh pemerintah 
yg dananya diambil dari APBN. Jumlah subsidi ini jumlahnya begitu luar biasa 
besar. Senadainya saja premium tidak hanya dijual oleh Pertamina, mungkin 
tudingan itu tidak akan mengarah ke Pertamina saja.

Hikmah dari kejadian ini koq Saya berfikir kenapa pemerintah tidak mencabut 
saja 
subsidi bbm khususnya premium, jadi perusahaan swasta bisa menjual bbm jenis 
ini, dengan begitu Pertamina bukan lagi satu2nya perusahaan yg menjual premium 
maka kualitas bbm yg dijual dipasaran akan lebih kompetitif dengan adanya 
pilihan buat konsumen untuk tidak membeli premium hanya di SPBU Pertamina. 
Daripada skr wacana yg muncul hanyalah pembatasan th produksi kendaraan yg 
boleh 
memberi premium atau menurunkan kadar oktan menjadi 84 atau lebih rendah lagi, 
Sy fikir kebijakan itu hanya isapan jempol belaka dan akan gagal. Lebih baik 
cabut saja subsidi premium khusus buat kendaraan pribadi lebih khusus lagi 
mobil 
so mungkin yg disubsidi hanyalah premium untuk kendaraan umum dan roda 2 (Motor)

Adapun Argumen Sy soal pencabutan terbatas subsidi premium ini adalah :

1. Premium bersubsidi tetap hanya dijual SPBU Pertamina tapi hanya boleh dibeli 
oleh kendaraan umum dan pengguna sepeda motor, hal ini bertujuan untuk 
melindungi masyarakat menengah bawah. 


2. Sementara itu SPBU swasta diperkenankan menjual premium non subsidi. Hal ini 
bertujuan agar hak2 konsumen terlindungi. Masih ingatkah dulu sebelum ada pom 
bensin swasta betapa SPBU2 Pertamina tidak memberikan pelayanan terbaik 
terhadap 
konsumen, kasus pom bensin curang lah, pelayanan tidak ramah lah dll. Tapi 
ketika pombensin swasta muncul, ,mau ngga mau Pertamina harus bebenah agar 
tidak 
ditinggalkan konsumennya, maka muncululah SPBU2 Pasti Pas yg pelayanannya jauh 
lebih baik dari sebelumnya. Selain itu karena harga bbm non subsidi mengacu 
pada 
harga minyak internasional, maka harga jual pun akan sangat kompetitif, skr aja 
harga antara SPBU yg satu dengan yg lainnya pasti berbeda, dengan begitu 
konsumen bisa memilih mana yg terbaik.

3. Konversi minyak tanah ke Gas yg asalnya dihujat akan memberatkan masyarakat, 
terbukti berhasil dan berjalan, terlepas ada kekurangan disana sini seperti 
kasus tabung meladak, regulator palsu, slang palsu dll toh kenyataannya program 
ini bisa diterapkan, tinggal kontrol pelaksanaannya aja yg harus diperbaiki. 
Nah 
melihat dari kasus ini Sy yakin pencabutan subsidi premium juga bisa berjalan 
dgn baik.

4. Kalau ada anggapan bahwa dampak dari pencabutan subsidi ini akan memberatkan 
masyarakat bawah, Sy fikir ngga juga. Subsidi untuk bbm bisa dialihkan ke 
sektor 
lain misal pendidikan atau kesehatan. Jadi anak2 bisa sekolah gratis sampai 
tingkat SMA dan berobat gratis ditingkat Puskesmas misal so biaya sekolah akan 
menjadi ringan dan hanya beralih sedikit untuk biaya tambahan premium yg naik.

Lebih dari 40th Kita dimanjakan oleh Pemerintah dengan berbagai Subsidi, liat 
jaman Orde Baru semua serba murah karena hampir semua sektor disubsidi 
Pemerintah dan ketika era Reformasi subsidi2 tersebut dicabut karena membuat 
utang negara menjulang tinggi dampaknya bisa Kita rasakan sekarang. Sudah 
saatnya Kita jadi Masyarakat yg maju dan Mandiri. Sy yakin selama Pemerintah 
punya niat, kemauan dan para penguasa tidak tamak tapi mau mengurusi rakyatnya 
dengan baik, maka masyarakat bisa menikmati hasilnya.

Hahhh serius amat ya he he ngga apa2lah toh berdiskusi berbagi wacana ngga ada 
ruginya kan..? Siapa tau walau hanya setitik yg bisa Kita berikan ternyata bisa 
membantu Negri Kita tercinta ini lebih maju dan berjaya dikemudian hari.


Salam
Ajat
BCI 247


      

Kirim email ke