Thanks Om,
 
Akan segera daftar.
 
Wbrs/Jordan

--- Pada Ming, 25/7/10, Vikki Vindirama <[email protected]> menulis:


Dari: Vikki Vindirama <[email protected]>
Judul: Re: [baleno] Mau jadi member BCI
Kepada: [email protected]
Tanggal: Minggu, 25 Juli, 2010, 1:14 AM


  



Udah saya japri ya om,
Slamat bergabung


Salam

Vikki
BCI 425 


From: Jordan <jordan...@yahoo. com> 
Sender: bal...@yahoogroups. com 
Date: Sun, 25 Jul 2010 13:43:37 +0700
To: bal...@yahoogroups. com<bal...@yahoogroups. com>
ReplyTo: bal...@yahoogroups. com 
Subject: Re: [baleno] Mau jadi member BCI

  


Saya jg mau gabung Om, mbal kt 2001. Boleh tahu syaratnya ke japri. Thanks

Wbrs/Jordan

On 25 Jul 2010, at 10:17, "Ahmad Gunawan" <ahmad_g...@yahoo. com> wrote:




  

Siap om vikki.... 
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT


From: "Vikki Vindirama" <[email protected]> 
Sender: bal...@yahoogroups. com 
Date: Sun, 25 Jul 2010 02:07:37 +0000
To: <bal...@yahoogroups. com>
ReplyTo: bal...@yahoogroups. com 
Subject: Re: [baleno] Mau jadi member BCI

  

Om ahmad,

Sudah saya japri persyaratan dan form member BCI nya ya,
Slamat bergabung om
Thx

Salam

Vikki
BCI 425 


From: "Ahmad Gunawan" <ahmad_g...@yahoo. com> 
Sender: bal...@yahoogroups. com 
Date: Sun, 25 Jul 2010 00:57:17 +0000
To: <bal...@yahoogroups. com>
ReplyTo: bal...@yahoogroups. com 
Subject: [baleno] Mau jadi member BCI

  

Mau jadi member BCI gmn caranya ??? 
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT


From: Tras No Wan <trasno...@gmail. com> 
Sender: bal...@yahoogroups. com 
Date: Sun, 25 Jul 2010 07:06:12 +0700
To: <bal...@yahoogroups. com>
ReplyTo: bal...@yahoogroups. com 
Subject: Re: [baleno] Re: Suzuki Buka Pengaduan Fuel Pump

  


Itulah... nasionalisme selalu dianggap "selalu berada/berpijak di negeri 
sendiri dan makan produk negeri sendiri". padahal negeri ini mengeluarkan surat 
pernyataan merdeka nya sendiri, pelaksana nya harus usaha ke luar negeri juga.

akhirnya si produsen terlena, menganggap sudah menguasai seluruh pasar, karena 
dia adalah si pemilik wilayah, dengan atau tanpa usaha.
ibarat anak raja yang dari lahir sudah disiapkan tempat untuk berkuasa.
jadi menurut saya, kotak pengaduan kerusakan FP sudah tidak ada artinya, 
kecuali hanya untuk pengumpulan saja. ini wilayah kekuasaan, bukan perdagangan 
bebas yang terkendali (dan bukan terkendala).
dan pada dasarnya, saya hanya peduli dengan negeri ini, dengan orang-orangnya. 
bukan dengan pertamina nya. pertamina adalah institusi kekuasaan. baik atau 
bobrok, dia tidak akan hancur. seandainya kejadian ini ada di produk shell, 
petronas atau total, dengan mudah pertamina kembali menjadi "one man show". 
produk-2 asing itulah yang mudah hancur. makanya, mereka berusaha sebagus 
mungkin menjaga kualitas. SPBU mereka, berusaha dijaga kerapihannya. SPBU 
Pertamina, sebelum ada "Pas", hanya beberapa saja yang rapih. Sisanya ga jauh 
beda dengan SPBU plat hitam yang menggunakan botol.
so, sekali lagi saya tulis, sia-sia saja akhirnya berpikir keras hubungan 
antara FP dan Pertamina. dan berita ini juga akan cuma menjadi debu saja di 
bulan mendatang. pil pahit sudah ditelan dengan seksama oleh pemilik kendaraan.


rgds,
Yose.

2010/7/24 Didin Syafrudin <[email protected]>


  



Haha simple saja, sy ingin mengomentari paragraf terakhir
Kesimpulan saya dari panjangnya pembahasan ini, kita sama2 berkepentingan 
dengan masa depan Pertamina. Hanya saja arah kita berlawanan, betul?
Oknum memang harus diberantas, saya yakin di kantor anda pun ada oknum
Thnks
Didin
On 24 Jul 2010 21:21, "Tras No Wan" <trasno...@gmail. com> wrote:


  



Maaf, OOT sejenak.



Sebenarnya yang nasionalis dengan Indonesia itu banyak, sayangnya kebanyakan 
"lupa" ketika bertemu dengan dunia yang (kelihatannya) lebih luas, enak dan 
berkuasa dibandingkan apa yang dipikirkan sebelumnya. Saya pun tidak terima 
jika bangsa ini disepelekan karena disamping saya lahir dan besar di negeri ini 
dan masih cari makan di negeri ini pula, Indonesia adalah produsen ahli-ahli 
IpTek. Tetapi ternyata bukti berbicara lain. Kebanyakan para ahli yang 
seharusnya bisa menjelaskan teori-2 ini sudah "disewa" lebih dulu oleh bangsa 
lain. 


Dan sebenarnya, "pihak asing" yang dimaksud juga melaksanakan UUD pasal 33. 
Mereka tidak memiliki "tanah ladang" minyak dan gas di Indonesia ini (saya 
tidak tau dengan kandungan mineral lain dalam dunia pertambangan) . Jika om dan 
tante pernah ke lapangan minyak (atau sederhananya, lihat iklan-2 lowongan 
kerja dan tender dari perusahaan minyak asing di suratkabar) maka akan 
terpampang lebar-lebar tiga logo : pertamina, bp migas dan si "pihak asing" 
itu. Jadi tidak ada teori dan praktek bahwa ladang minyak adalah milik si 
"pihak asing". Pihak asing hanya menyediakan peralatan pengeboran hingga 
produksi dan "dijemput" oleh pertamina atau konsumen nya pertamina (bukan si 
pihak asing tersebut). Nah , masalahnya ternyata praktek akhirnya ga sesimpel 
itu. Si pihak asing itu memanfaatkan celah kelemahan yang sebenarnya juga 
dibuka oleh oknum (istilah umum penghalusan karakter supaya tidak dituduh 
memfitnah atau character assasination) dari tubuh pertamina atau
 bp migas sendiri. (akhir-2 ini beberapa "oknum" tadi sudah "sadar" dan ada 
satu ladang sangat besar di daerah jawa tengah yang ditahan oleh pertamina 
karena sudah mencium kelicikan si pihak asing tersebut).


Analisa saya baik atau buruk, tetap tidak membawa dampak apapun. Saya dan 
beberapa konsumen premium yang pindah ke "toko" lain pun juga tidak akan 
mematikan nafkah nya pekerja di pertamina (bahkan sampai detik ini isu PHK 
besar di pertamina cuma buat ngisi kolom surat kabar elektronik saja. saya 
tanya ke orang yang istrinya di manajemen pertamina pusat, ternyata tidak ada.) 
Cuma buih di lautan luas, ga ada artinya. Terlalu jauh rantai logika nya.















Kirim email ke