> Ysh. Teman-teman lp3b Saya agak terlambat merespon cerita dari teman-teman semua. Pada saat pertama kali saya baca berita di koran, rasanya jiwa saya tergetar, melihat Baliyang kita cintai telah berduka akibat ledakan bom yang terjadi di Legian Kuta. Pertama-tama sudah barang tentu saya sampaikan dukacita yang mendalam atas jatuhnya korban baik dari kalangan tamu manca negara maupun korban yang berasal dari Indonesia, dan khususnya Bali.
Dari hari ke hari kita telah menyaksikan eskalasi kekerasan. Apabila kekerasandilawan kekerasan, nampaknya tidak akan ada akhirnya. Pertanyaan yang bisa diajukan adalah apa yang bisa kita lakukan ? Menurut hemat saya Indonesia dan khususnya Bali perlu melakukan kegiatan- kegiatan yang menarik simpati masyarakat internasional. Dari tayangan- tayangan yang saya saksikan di TV, saya menilai kegiatan yang dilakukan sudah cukup baik, seperti kegiatan sembahyang bersama, yang melibatkan berbagai etnis, agama dan bangsa. Mungkin tidak berlebihan, bila kita menyatakan bahwa apa yang kita alami di Bali tidak lain adalah tragedi kemanusiaan. Oleh karena itu, kita sebagai manusia, tanpa mengenal suku, ras, agama, mari kita bersatu padu, bergandengan tangan, mencoba membangun kembali kedamaian di muka bumi ini. Saya sangat berharap para seniman di Bali dan Indonesia akan merespon kejadian peledakan bom ini. Bila mereka peka, mereka bisa menuangkan berbagai kejadian yang berkaitan dengan peledakan bom tersebut di atas kanvas. Hasil karya yang diperoleh, tentunya akan menjadi koleksi sebuah museum di Bali maupun di Indonesia atau bahkan dunia. Legian sebuah desa rasanya sangat berlebihan bila mesti menanggung beban percaturan politik dunia. Saya bisa membayangkan apa yang dirasakan oleh warga desa legian yang berlatar belakang pendidikan rendah. Bagaimana mereka mampu mencerna kejadian ini ? Coba kita bayangkan, apa yang dirasakan oleh kawan-kawan kita yang mengalami sendiri kejadian tersebut ? Perlu terapi penanganan pasca peledakan bom di Legian Kuta ini. Bagi korban luka bakar, berapa lama mereka mesti mengalami trauma ? Demikian juga bagi keluarga korban yang ditinggal mati oleh salah seorang anggota keluarganya, perlu ada terapi bagi mereka. Saya membayangkan, bila ada pihak yang jeli dan menulis secara mendetail kronologis kejadiannya, memuat berbagai aktifitas setelah kejadian berlangsung, mulai dari kepanikan para korban yang masih bisa menyelamatkan diri, aktifitas para relawan, pendonor darah, aktifitas di RSU Sanglah, aktifitaspenyidikan dsb, apalagi bila ditulis dalam bahasa Inggris, wah bisa jadi akan laku keras di pasaran. Uang hasil penjualannya bisa disumbangkan untuk kegiatan kemanusiaan. Mungkin bisa kita usulkan kepada PEMDA Bali ? Tak ubahnya memecahkan gelas, rasanya sangat gampang untuk menghancurkannya. Sekarang giliran kita untuk memungut kembali pecahan- pecahan yang berserakan, dan mencoba merekatkan kembali agar kembali ke wujudnya semula. Nasi telah menjadi bubur. Rasanya tidak baik kalau kita hanya mengerutu saja. Marilah kita bersama-sama melakukan apa yang bisa kita lakukan untuk Bali dan tanah air kita tercinta. Salam sejahtera dari Bandung Nyoman Bangsing Teman-teman semua, > > Saatnya bagi Bali untuk introspeksi, mari kita renungkan segala langkah > yang telah kita lakukan selama ini, wahai para pejabat, hentikanlah > korupsi dan menerima komisi hanya demi proyek yang jelas-jelas akan > merugikan rakyat. > > Tuhan sedang mengingatkan kepada kita semua, bahwa design yang > dilakukan untuk Bali adalah salah. Belum terlambat saat untuk > memperbaiki. > > Ikut berduka cita atas korban ledakan, semoga mereka diampuni. > > Salam > Gde > > -----Original Message----- > From: gmm01 [mailto:gmm01@;link.net.id] > Sent: Sunday, October 13, 2002 1:11 AM > To: [EMAIL PROTECTED] > Cc: [EMAIL PROTECTED] > Subject: [bali] Ledakan Bom di Kuta > > > Namaste, saudara-saudaraku. > > Akhirnya hal yang saya khawatirkan itu terjadi. Menghujam langsung ke > 'jantung' pariwisata di Bali. Saya hanya ikut prihatin pada cara > kematian yang harus dilewati oleh saudara-saudara kita baik itu orang > Bali maupun para turis dari manca negara. Kematian memang akan terjadi > cepat atau lambat hanya masalah waktu, tetapi caranya itu bisa > menimbulkan akibat duniawi yang sangat dalam. > Selama ini dengan arogannya kita akan menjual apapun atau bahkan > menggadaikan jiwa kita untuk mendapatkan lembaran dollar. Materialisme > kita sudah jauh melanda sampai kepelosok desa, lihat saja dengan > cara/sudut pandang yang berbeda kita menanggapi proses PLTGU (salah > satunya), ada yang melihat dari posisinya di perusahaan, ada melihat > dari kepentingan pariwisata, ada dari segi environment, ada dari > kesejahteraan dirinya, dan lain sebagainya. > Apa yang salah dengan yang kita lakukan selama ini???, kita sudah > toleran, kita peace lover lalu in return kita ikut diobok-obok oleh > terorisme. Apa yang kurang atau belum kita lakukan???? > > Saudara-saudaraku, hati kita pedih melihat kejadian itu tetapi mari > kita selalu merenungkan kembali BAHWA SEMUA YANG TERJADI PADA KITA > DISEBABKAN KEBERADAAN KITA mari kita mencoba MENITI KEDALAM DIRI dan > jangan seperti mereka yang selalu menyalahkan pihak lain sebagai biang > keladi. > Kita begitu permisive menjual tanah dengan harga tinggi regardless mau > dibikin apa tempat itu yang penting dapat uang dulu. Demi pariwisata > kita juga mentoleransi hal-hal yang tidak patut seperti narkoba, > pelacuran dlsbnya. Bahkan Purapun kita perjual belikan, tarian sakral > kita > komersialkan, semua hanya untuk lembaran dollar. > Jangan pernah mengeluh kepada Ida Sang Hyang Widhi, dia sudah > memberikan semua signalnNya, tetapi kita terlalu buta oleh Harta , > Tahta dan > Kemasyuran. > Mari kita mengoreksi diri dan saya harap teman-teman tercinta bisa > berbagi rasa disini, apa yang akan kita lakukan sekarang?? > Maaf saya agak emosional, tolong dimaklumi. > > Salam Kasih Bagimu Semua. > gede madalila > > > -- > Milis Diskusi Anggota LP3B Bali Indonesia. > > Arsip : http://bali.lp3b.or.id > Moderators : <mailto: [EMAIL PROTECTED]> > > > -------------------------------------------------------------------------- -- > Ikuti polling TELKOM Memo 166 di www.plasa.com dan menangkan hadiah > masing-masing Rp 250.000 tunai > -------------------------------------------------------------------------- -- > > -- > Milis Diskusi Anggota LP3B Bali Indonesia. > > Arsip : http://bali.lp3b.or.id > Moderators : <mailto: [EMAIL PROTECTED]> -- Milis Diskusi Anggota LP3B Bali Indonesia. Publikasi : http://buleleng.lp3b.or.id Arsip : http://bali.lp3b.or.id Moderators : <mailto: [EMAIL PROTECTED]>
