Teman-teman semua, Saatnya bagi Bali untuk introspeksi, mari kita renungkan segala langkah yang telah kita lakukan selama ini, wahai para pejabat, hentikanlah korupsi dan menerima komisi hanya demi proyek yang jelas-jelas akan merugikan rakyat.
Tuhan sedang mengingatkan kepada kita semua, bahwa design yang dilakukan untuk Bali adalah salah. Belum terlambat saat untuk memperbaiki. Ikut berduka cita atas korban ledakan, semoga mereka diampuni. Salam Gde -----Original Message----- From: gmm01 [mailto:gmm01@;link.net.id] Sent: Sunday, October 13, 2002 1:11 AM To: [EMAIL PROTECTED] Cc: [EMAIL PROTECTED] Subject: [bali] Ledakan Bom di Kuta Namaste, saudara-saudaraku. Akhirnya hal yang saya khawatirkan itu terjadi. Menghujam langsung ke 'jantung' pariwisata di Bali. Saya hanya ikut prihatin pada cara kematian yang harus dilewati oleh saudara-saudara kita baik itu orang Bali maupun para turis dari manca negara. Kematian memang akan terjadi cepat atau lambat hanya masalah waktu, tetapi caranya itu bisa menimbulkan akibat duniawi yang sangat dalam. Selama ini dengan arogannya kita akan menjual apapun atau bahkan menggadaikan jiwa kita untuk mendapatkan lembaran dollar. Materialisme kita sudah jauh melanda sampai kepelosok desa, lihat saja dengan cara/sudut pandang yang berbeda kita menanggapi proses PLTGU (salah satunya), ada yang melihat dari posisinya di perusahaan, ada melihat dari kepentingan pariwisata, ada dari segi environment, ada dari kesejahteraan dirinya, dan lain sebagainya. Apa yang salah dengan yang kita lakukan selama ini???, kita sudah toleran, kita peace lover lalu in return kita ikut diobok-obok oleh terorisme. Apa yang kurang atau belum kita lakukan???? Saudara-saudaraku, hati kita pedih melihat kejadian itu tetapi mari kita selalu merenungkan kembali BAHWA SEMUA YANG TERJADI PADA KITA DISEBABKAN KEBERADAAN KITA mari kita mencoba MENITI KEDALAM DIRI dan jangan seperti mereka yang selalu menyalahkan pihak lain sebagai biang keladi. Kita begitu permisive menjual tanah dengan harga tinggi regardless mau dibikin apa tempat itu yang penting dapat uang dulu. Demi pariwisata kita juga mentoleransi hal-hal yang tidak patut seperti narkoba, pelacuran dlsbnya. Bahkan Purapun kita perjual belikan, tarian sakral kita komersialkan, semua hanya untuk lembaran dollar. Jangan pernah mengeluh kepada Ida Sang Hyang Widhi, dia sudah memberikan semua signalnNya, tetapi kita terlalu buta oleh Harta , Tahta dan Kemasyuran. Mari kita mengoreksi diri dan saya harap teman-teman tercinta bisa berbagi rasa disini, apa yang akan kita lakukan sekarang?? Maaf saya agak emosional, tolong dimaklumi. Salam Kasih Bagimu Semua. gede madalila -- Milis Diskusi Anggota LP3B Bali Indonesia. Arsip : http://bali.lp3b.or.id Moderators : <mailto: [EMAIL PROTECTED]> ---------------------------------------------------------------------------- Ikuti polling TELKOM Memo 166 di www.plasa.com dan menangkan hadiah masing-masing Rp 250.000 tunai ---------------------------------------------------------------------------- -- Milis Diskusi Anggota LP3B Bali Indonesia. Arsip : http://bali.lp3b.or.id Moderators : <mailto: [EMAIL PROTECTED]>
