Namaste, saudara-saudaraku.

Akhirnya hal yang saya khawatirkan itu terjadi. Menghujam langsung ke
'jantung' pariwisata di Bali. Saya hanya ikut prihatin pada cara kematian
yang harus dilewati oleh saudara-saudara kita baik itu orang Bali maupun
para turis dari manca negara. Kematian memang akan terjadi cepat atau lambat
hanya masalah waktu, tetapi caranya itu bisa menimbulkan akibat duniawi yang
sangat dalam.
Selama ini dengan arogannya kita akan menjual apapun atau bahkan
menggadaikan jiwa kita untuk mendapatkan lembaran dollar. Materialisme kita
sudah jauh melanda sampai kepelosok desa, lihat saja dengan cara/sudut
pandang yang berbeda kita menanggapi proses PLTGU (salah satunya), ada yang
melihat dari posisinya di perusahaan, ada melihat dari kepentingan
pariwisata, ada dari segi environment, ada dari kesejahteraan dirinya, dan
lain sebagainya.
Apa yang salah dengan yang kita lakukan selama ini???, kita sudah toleran,
kita peace lover lalu in return kita ikut diobok-obok oleh terorisme. Apa
yang  kurang  atau belum kita lakukan????

Saudara-saudaraku, hati kita pedih melihat kejadian itu tetapi mari kita
selalu merenungkan kembali BAHWA SEMUA YANG TERJADI PADA KITA DISEBABKAN
KEBERADAAN KITA mari kita mencoba MENITI KEDALAM DIRI dan jangan seperti
mereka yang selalu menyalahkan pihak lain sebagai biang keladi.
Kita begitu permisive menjual tanah dengan harga tinggi regardless mau
dibikin apa tempat itu yang penting dapat uang dulu. Demi pariwisata kita
juga mentoleransi hal-hal yang tidak patut seperti narkoba, pelacuran
dlsbnya. Bahkan Purapun kita perjual belikan, tarian sakral kita
komersialkan, semua hanya untuk lembaran dollar.
Jangan pernah mengeluh kepada Ida Sang Hyang Widhi, dia sudah memberikan
semua signalnNya, tetapi kita terlalu buta oleh Harta , Tahta dan
Kemasyuran.
Mari kita mengoreksi diri dan saya harap teman-teman tercinta bisa berbagi
rasa disini, apa yang akan kita lakukan sekarang??
Maaf saya agak emosional, tolong dimaklumi.

Salam Kasih Bagimu Semua.
gede madalila


--  
Milis Diskusi Anggota LP3B Bali Indonesia.

Arsip      : http://bali.lp3b.or.id
Moderators : <mailto: [EMAIL PROTECTED]>

Kirim email ke