sorry baru sempat buka e-mail. wah...ternyata...seru juga ya...mills ini....selamat deh!
Karena diskusinya sudah sesuai harapan...ya...kayaknya aku bisa ngucapin selamat deh..bagus...banget!!!!!
Pada prinsipnya semua perencanaan selalu bagus. Susahnya kita tidak memiliki SDM yang benar-benar ngerti dan memahami resiko suatu keteledoran. Kita juga sering tidak siap dengan situasi emergency. Akhirnya Trauma masyarakat membuat segala yang direncanakan dan akan dilakukan pemerintah selalu dicurigai, ditakuti...! Baiknya sih masyarakat dibiasanya menanggapi sesuatu lewat jalur hukum (nggak anarkis), dampingi untuk membuat MoU yang jelas dan menghitung kemungkinan kerugian yang akan timbul dari suatu dampak negatif, dari sana buat class action(kalau ada apa2). Itu teorinya....(cuman aku masih ragu.........siapa yang back up biaya pengadilan, masih ada keadilan nggak Ya, jangan2 ngelaporin ayam hilang, bayarnya pake sapi).
Tapi terus terang aku lagi pusing, besok-besok di Bali orang bisa lebih galak lho.....(dalam kondisi industri fragile/pariwisata ambruk), yang mana selama ini semuanya terlena.....kayak nggak ada bisnis lain aja yang lebih keren, nah.....sekarang aja mulai kelihatan pada bengong nungguin artshop, bengong nungguin penumpang, bengong kamarnya kosong....., sampai ke dagang di pasar mulai merasakan...!!!!
Gimana kalau kita ramai-ramai cari informasi jenis produk dan kualitas yang dibutuhkan suatu negara yang bisa dipasok dari sini???
Terus kita informasikan ke daerah-daerah yang kira-kira mampu handle, and then....latih mereka memenuhi standard kualitas yang diinginkan buyer. Entah itu buah dengan standard bebas peptisidanya, serabut kelapa, ikan dengan standard jenis dan berat serta kemasannya, pokoknya apa saja yang bisa membuat kita tidak pasif nunggu orang lain percaya/yakin mau datang ke Bali. Mau datang kek.... mau tidak......pokoknya nggak ngaruh......., karena kita orang Bali: kreatif, gesit dan jujur....!!!
Bangun.....nak.....bangun......, karena kualitas kita sebagai manusia Bali, diuji sekarang!!!!
salam : widi
At 03:21 AM 10/28/02 +0930, you wrote:
Ini merupakan satu bukti betapa sulitnya menjaga agar BBM tidak
terkontaminasi air laut atau air laut tidak terkontaminasi BBM. Bercampurnya
BBM dengan air laut akan mengganggu PLTGU, sedangkan bercampurnya air laut
dengan BBM akan mengganggu kehidupan dolphin dan biota laut lainnya.
Dalam kesempatan ini saya sampaikan, bahwa senin besok pagi jam 7.00 - 8.00
Wita (28 Oktober 2002) akan ada dialog interaktif di RRI tentang PLTGU,
dengan narasumber dari LP3B dan PHRI. Bagi teman-teman yang ingin bergabung
dengan interaktif tersebut, silahkan menghubungi Sdr. Roy Astika pada
jam-jam itu di telp. RRI (0362-24644).
Salam
Gde
-----Original Message-----
From: Sudarma [mailto:sudarma.n@;telkom.net]
Sent: Friday, October 25, 2002 8:54 PM
To: [EMAIL PROTECTED]
Subject: [bali] BBM untuk PLN terkontaminasi Air Laut
Yth. Rekan2 LP3B,
Pada Harian Bisnis Indonesia tanggal 21-10-2002
diberitakan bahwa menurut Dirut PLN Eddie Widodo Suwondo,
hampir semua BBM ( Bahan Bakar Minyak ) yang diterima oleh
PLN dari PERTAMINA tercemar Air Laut, dan hal ini membuat
mesin-mesin pembangkit Listrik Tenaga Diesel yang berbahan
bakar Solar cepat rusak. Hal ini disampaikan oleh Eddie
Widodo Suwondo pada Kunjungan Menko Perekonomian Dorojatun
KuntjoroJakti ke Pembangkit PLTU Suralaya, Cilegon.
Pencemaran Solar dari PERTAMINA ini belum diketahui
penyebabnya. Salah satu penyebabnya, kemungkinan besar
terjadi akibat masuknya air laut dari Ombak besar di laut
atau melalui saluran pipa minyak dari Kapal yang
dihubungkan ke Generator di Darat.
Kejadian pencemaran seperti itu, menurut Dirut PLN Eddie
W. Suwondo
berarti ada yang ndablek ( tidak beres ). Kemudian,
Direktur Usaha Hilir Pertamina, Muchsin, menyarankan PLN
melakukan komplain ke PERTAMINA sehingga dapat diusut dan
ditindaklajuti kasus pencemaran ini.
Komentar dari saya :
Minyak Solarnya terkontaminasi Air Laut maka berbahaya
bagi mesin PLTGU-nya, dan jika air laut terkontaminasi
minyak solar dalam jumlah besar juga berbahaya bagi
lingkungan dan masyarakat pesisirnya.
Bagaimana menurut pendapat Anda ?
Salam,
N.Sudarma
=========================================================================
Ikuti polling TELKOM Memo 166 di www.plasa.com dan menangkan hadiah
masing-masing Rp 250.000 tunai.
=========================================================================
--
Milis Diskusi Anggota LP3B Bali Indonesia.
Publikasi : http://www.lp3b.or.id
Arsip : http://bali.lp3b.or.id
Moderators : <mailto: [EMAIL PROTECTED]>
----------------------------------------------------------------------------
Ikuti polling TELKOM Memo 166 di www.plasa.com dan menangkan hadiah masing-masing Rp 250.000 tunai
----------------------------------------------------------------------------
--
Milis Diskusi Anggota LP3B Bali Indonesia.
Publikasi : http://www.lp3b.or.id
Arsip : http://bali.lp3b.or.id
Moderators : <mailto: [EMAIL PROTECTED]>
-- Milis Diskusi Anggota LP3B Bali Indonesia.
Publikasi : http://www.lp3b.or.id
Arsip : http://bali.lp3b.or.id
Moderators : <mailto: [EMAIL PROTECTED]>
