----- Original Message -----
From: Gde Wisnaya Wisna <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Friday, November 15, 2002 5:36 PM
Subject: [bali] Re: Produk Sampah u/ Mr Gde Wisnaya


> Ayu, Kita pernah ketemu di Sekretariat LP3B Buleleng di jl. Dewi Sartika
32
> A dengan Demer sekalia. Ingat ?
>
> LP3B Buleleng berencana mengadakan seminar tentang Pemanfaatan Sampah
Untuk
> Menghasilkan Listrik. Anda bisa sebagai salah satu narasumber, Oke ?
>
> Salam
> Gde Wisnaya
>
> -----Original Message-----
> From: Ni Made Widiasari [mailto:madewidi@;denpasar.wasantara.net.id]
> Sent: Thursday, November 14, 2002 12:15 PM
> To: [EMAIL PROTECTED]
> Subject: [bali] Re: Produk Sampah u/ Mr Gde Wisnaya
>
> Dear Friends
> ,Kebetulan saya orang yang sangat hobi ngurusin sampah di Bali. Pada
> dasarnya teknologi pengolahan sampah emang udah banyak atawa bejibun.
Kalau
> ngomongin itu terus kagak bakalan pernah bisa menyelesaikan masalah karena
> inti masalahnya adalah : MASYARAKAT MASIH MEMCAMPUR SAMPAH ORGANIK DAN
> ANORGANIK.
> Merubah ini bukan hal yang gampang. Kalau Clean up Bali masih bisa terus
> bikin program-program sosialisasi pemisahan sampah, itu lebih didorong
> panas hati , karena saya kesel sama bule-bule itu, yang bilang your
peoples
> jorok2. Emang iya sih, tapi kan butuh waktu....cing!!!
> Program sampah sebagus apapun, kalau masyarakat tidak ikut bertanggung
> jawab sama dengan: "Basi"
> Jadi masyarakat harus mulai diajarkan membayar retribusi sampah sebanding
> dengan jumlah sampah/jenis sampahnya.
> Masyarakat harus diajarkan 3R (reduce, Reuse, Recycle).
> Makanya saya dari awal sangat tidak setuju (karena capai ngasi tahu
> akhirnya tak diemin) program Sarbagita. Bahwa program pengolahan sampah di
> Sembung, Kerambitan itu, akan sia-sia, kalau masyarakat belum
> diajarkan/diberi aturan/dikontrol, untuk" memisahkan sampah organik dan
> anorganik. Siapa yang mau kampungnya jadi tempat pemilahan sampah dari 4
> kabupaten/kota yang semuanya masih kecampur???  Jadi tahapannya yang
salah,
> harusnya masyarakat siap dulu......baru bikin fasilitas (yang katanya
bukan
> TPA, sekali lagi bukan TPA, katanya......, how if I call it dump
> site????  patuh dogen!!!!he...he...).
> Sampah sebaiknya dikelola desentralisasi, bukan sentralisasi (ngapain
> buang2 uang tranportasi???)
> Masalah pemulung; kalau di Bali ada oknum pemulung yang suka gatal tangan,
> jadi mekanismenya harus dibuat, sehingga pemulung nggak harus masuk
kawasan
> banjar/gang/jalan yang bersangkutan. Kawasan yang kelola (setelah
terpisah)
> and then yang organik bisa diberikan kepada pemulung/recycle company. Yang
> organik dikomposkan setempat atau gabung dengan tempat pengomposan
lainnya.
> Issuenya jangan ke pemulung. Karena yang peduli dengan sampah anorganik,
> bukan cuman pemulung!!! Main kasih penghargaan aja........wong dia
> melakukan itu bukan karena peduli lingkungan...kok, tapi karena "Bhetara
> Dalem" alias "perut". Kalau nggak percaya coba anda lihat cara hidupnya,
> mau buang air, mau buang sampah .....semua seenaknya!!!
> Kalau mau bantu mereka dengan alasan kemanusiaan itu wajar, tapi kalau
> tiba-tiba dijadikan pahlawan, itu bahaya.
> Tidak ada pahlawan dalam "kepedulian", karena " Once You Buy Something its
> Your Rubbish".
>
>
> salam: Widi
>
>
>
>
>
> At 11:15 PM 11/11/02 -0800, you wrote:
>
> >Pak Gde Wisnaya
> >
> >
> >Data produksi sampah per hari yang bisa dapat sebagai berikut:
> >
> >Yang ditangani DKP      = +/-  1.418 m cu
> >                PD Pasar = +/-    140
> >                swasta   = +/-     46
> >                swakelola= +/-    300
> >             -------------------------------
> >Total                   = +/-  1.904 m cu
> >
> >
> >Produksi sampah dari Kab. Badung
> >                      per hari +/- 250 m cu
> >
> >
> >Kata pejabat yang mengelola sampah -- Kodya Denpasar dan Badung -- angka
> >itu baru 10 persen dari produksi sampah yang ada. Maksudnya baru
terangkut
> >ke TPA yang di Suwung itu.
> >
> >Bagaimana yang di rumah- rumah dan di enam kabupaten lain di Bali? Juga
> >kemungkinan pasokan dari luar Bali.
> >
> >Nah, dibawah ini ada berita dari Bogor
> >
> >SAMPAH MESTI DIUBAH JADI POTENSI EKONOMI
> >
> >      Bogor, 6/11 (ANTARA) - Cara pandang bahwa sampah yang selama ini
> > hanya sebagai masalah, maka kini harus diubah karena sebenarnya memiliki
> > potensi ekonomi positif dan menguntungkan, apalagi dikelola secara
> > baik.   Pernyataan itu disampaikan Rektor Institut Pertanian Bogor
(IPB),
> > Prof. DR. Ir. Aman Wirakartakusumah, usai menghadiri acara
> >puncak Gerakan Anti Sampah, seperti dijelaskan staf Humas IPB, Waluyo di
> >Bogor. Gerakan Anti Sampah ini dipelopori oleh KOPEL (Komunitas Peduli
> >Lingkungan).
> >      Mengubah sampah menjadi potensi ekonomi, kata Rektor IPB itu
> > dicontohkannya dengan kian berkembangnya gerakan "organic farming" atau
> > pertanian yang bebas dari penggunaan bahan kimia, di mana sampah organik
> > sangat potensial sebagai bahan baku pupuk kompos bagi kebutuhan
> > pertanian. "Ini bisa didorong secara 'scientific', yakni bagaimana
sampah
> > bisa diubah menjadi pupuk," katanya. Dia menyatakan, selain sampah
> > organik, sampah anorganik lainnya, seperti plastik, kaca dan logam, juga
> > bisa dipergunakan kembali melalui proses daur-ulang dan pakai-ulang.
> >Mengenai aktivitas pemulung yang selama ini sudah memanfaatkan sampah
> >sebagai komoditas yang bernilai ekonomi, namun nyaris hanya dipandang
> >sebelah mata, apalagi diberi penghargaan di bidang lingkungan, Aman
> >Wirakartakusumah menyatakan, bahwa para pemulung bersangkutan hendaknya
> >lebih dihargai, bahkan dijadikan mitra dalam pengelolaan sampah bernilai
> >ekonomi.
> >Meskipun banyak orang memandang rendah pekerjaan para pemulung, katanya,
> >namun mereka sudah membuktikan bahwa sampah merupakan komoditas bernilai
> >ekonomi dan membuka lapangan kerja bagi ribuan orang.
> >
> >
> >Dwi
> >
> >
> >Join 18 million Eudora users by signing up for a free Eudora Web-Mail
> >account at http://www.eudoramail.com
> >
> >--
> >Milis Diskusi Anggota LP3B Bali Indonesia.
> >
> >Publikasi     : http://www.lp3b.or.id
> >Arsip         : http://bali.lp3b.or.id
> >Moderators    : <mailto: [EMAIL PROTECTED]>
> >Berlangganan  : <mailto: [EMAIL PROTECTED]>
> >Henti Langgan : <mailto: [EMAIL PROTECTED]>
>
>
> --
> Milis Diskusi Anggota LP3B Bali Indonesia.
>
> Publikasi     : http://www.lp3b.or.id
> Arsip         : http://bali.lp3b.or.id
> Moderators    : <mailto: [EMAIL PROTECTED]>
> Berlangganan  : <mailto: [EMAIL PROTECTED]>
> Henti Langgan : <mailto: [EMAIL PROTECTED]>
>
>
> --------------------------------------------------------------------------
--
>  Ikuti polling TELKOM Memo 166 di www.plasa.com dan menangkan hadiah
masing-masing Rp 250.000 tunai
>  -------------------------------------------------------------------------
---
>
> --
> Milis Diskusi Anggota LP3B Bali Indonesia.
>
> Publikasi     : http://www.lp3b.or.id
> Arsip         : http://bali.lp3b.or.id
> Moderators    : <mailto: [EMAIL PROTECTED]>
> Berlangganan  : <mailto: [EMAIL PROTECTED]>
> Henti Langgan : <mailto: [EMAIL PROTECTED]>


--  
Milis Diskusi Anggota LP3B Bali Indonesia.

Publikasi     : http://www.lp3b.or.id
Arsip         : http://bali.lp3b.or.id
Moderators    : <mailto: [EMAIL PROTECTED]>
Berlangganan  : <mailto: [EMAIL PROTECTED]>
Henti Langgan : <mailto: [EMAIL PROTECTED]>

Kirim email ke