Sorry banget saya wara-wiri, jadi sering sulit buat nyisihin waktu untuk buka e-mail.
Saya dukung penuh dan tentunya apapun yang bisa saya bantu, akan saya bantu.
Dua hari yang lalu saya diundang rapat dengan LSM bule2 yang di Bali, di hotel Raddison Sanur. itupun saya dipaksa teman USAID, supaya nggak bule2 doang yang ngomong. Wah...saya surprise.....banyak banget bule yang "mengabdi" untuk Bali. Saya bukan saya SARA, tapi aduh ampun.....kasihan deh...mereka ternyata bodoh, cuman lebih ekspresif dan gayanya ituloh....yang biasa2 aja, diceritain dengan gaya "ngelah karya agung".
Tapi kita memang "sing juari" menampilkan diri seperti itu.
BTW, Clean up Bali selalu siap bantu teman-teman yang mau bikin program pengelolaan sampah di daerah masing-masing (di Bali tentunya), paling tidak guidelinenya, dan managementnya. Kita akan transfer deh. Karena kita punya aturan-aturan sendiri, seperti; tidak boleh membakar sampah yang masih tercampur (apalagi ada plastik), dan banyak aturan lainnya. Lets Keep Our Bali Clean.
salam :
Ayu Widi
At 11:24 PM 11/3/02 +0700, you wrote:
----- Original Message ----- From: Gde Wisnaya Wisna <[EMAIL PROTECTED]> To: <[EMAIL PROTECTED]> Sent: Friday, November 15, 2002 5:36 PM Subject: [bali] Re: Produk Sampah u/ Mr Gde Wisnaya> Ayu, Kita pernah ketemu di Sekretariat LP3B Buleleng di jl. Dewi Sartika 32 > A dengan Demer sekalia. Ingat ? > > LP3B Buleleng berencana mengadakan seminar tentang Pemanfaatan Sampah Untuk > Menghasilkan Listrik. Anda bisa sebagai salah satu narasumber, Oke ? > > Salam > Gde Wisnaya > > -----Original Message----- > From: Ni Made Widiasari [mailto:[EMAIL PROTECTED]] > Sent: Thursday, November 14, 2002 12:15 PM > To: [EMAIL PROTECTED] > Subject: [bali] Re: Produk Sampah u/ Mr Gde Wisnaya > > Dear Friends > ,Kebetulan saya orang yang sangat hobi ngurusin sampah di Bali. Pada > dasarnya teknologi pengolahan sampah emang udah banyak atawa bejibun. Kalau > ngomongin itu terus kagak bakalan pernah bisa menyelesaikan masalah karena > inti masalahnya adalah : MASYARAKAT MASIH MEMCAMPUR SAMPAH ORGANIK DAN > ANORGANIK. > Merubah ini bukan hal yang gampang. Kalau Clean up Bali masih bisa terus > bikin program-program sosialisasi pemisahan sampah, itu lebih didorong > panas hati , karena saya kesel sama bule-bule itu, yang bilang your peoples > jorok2. Emang iya sih, tapi kan butuh waktu....cing!!! > Program sampah sebagus apapun, kalau masyarakat tidak ikut bertanggung > jawab sama dengan: "Basi" > Jadi masyarakat harus mulai diajarkan membayar retribusi sampah sebanding > dengan jumlah sampah/jenis sampahnya. > Masyarakat harus diajarkan 3R (reduce, Reuse, Recycle). > Makanya saya dari awal sangat tidak setuju (karena capai ngasi tahu > akhirnya tak diemin) program Sarbagita. Bahwa program pengolahan sampah di > Sembung, Kerambitan itu, akan sia-sia, kalau masyarakat belum > diajarkan/diberi aturan/dikontrol, untuk" memisahkan sampah organik dan > anorganik. Siapa yang mau kampungnya jadi tempat pemilahan sampah dari 4 > kabupaten/kota yang semuanya masih kecampur??? Jadi tahapannya yang salah, > harusnya masyarakat siap dulu......baru bikin fasilitas (yang katanya bukan > TPA, sekali lagi bukan TPA, katanya......, how if I call it dump > site???? patuh dogen!!!!he...he...). > Sampah sebaiknya dikelola desentralisasi, bukan sentralisasi (ngapain > buang2 uang tranportasi???) > Masalah pemulung; kalau di Bali ada oknum pemulung yang suka gatal tangan, > jadi mekanismenya harus dibuat, sehingga pemulung nggak harus masuk kawasan > banjar/gang/jalan yang bersangkutan. Kawasan yang kelola (setelah terpisah) > and then yang organik bisa diberikan kepada pemulung/recycle company. Yang > organik dikomposkan setempat atau gabung dengan tempat pengomposan lainnya. > Issuenya jangan ke pemulung. Karena yang peduli dengan sampah anorganik, > bukan cuman pemulung!!! Main kasih penghargaan aja........wong dia > melakukan itu bukan karena peduli lingkungan...kok, tapi karena "Bhetara > Dalem" alias "perut". Kalau nggak percaya coba anda lihat cara hidupnya, > mau buang air, mau buang sampah .....semua seenaknya!!! > Kalau mau bantu mereka dengan alasan kemanusiaan itu wajar, tapi kalau > tiba-tiba dijadikan pahlawan, itu bahaya. > Tidak ada pahlawan dalam "kepedulian", karena " Once You Buy Something its > Your Rubbish". > > > salam: Widi > > > > > > At 11:15 PM 11/11/02 -0800, you wrote: > > >Pak Gde Wisnaya > > > > > >Data produksi sampah per hari yang bisa dapat sebagai berikut: > > > >Yang ditangani DKP = +/- 1.418 m cu > > PD Pasar = +/- 140 > > swasta = +/- 46 > > swakelola= +/- 300 > > ------------------------------- > >Total = +/- 1.904 m cu > > > > > >Produksi sampah dari Kab. Badung > > per hari +/- 250 m cu > > > > > >Kata pejabat yang mengelola sampah -- Kodya Denpasar dan Badung -- angka > >itu baru 10 persen dari produksi sampah yang ada. Maksudnya baru terangkut > >ke TPA yang di Suwung itu. > > > >Bagaimana yang di rumah- rumah dan di enam kabupaten lain di Bali? Juga > >kemungkinan pasokan dari luar Bali. > > > >Nah, dibawah ini ada berita dari Bogor > > > >SAMPAH MESTI DIUBAH JADI POTENSI EKONOMI > > > > Bogor, 6/11 (ANTARA) - Cara pandang bahwa sampah yang selama ini > > hanya sebagai masalah, maka kini harus diubah karena sebenarnya memiliki > > potensi ekonomi positif dan menguntungkan, apalagi dikelola secara > > baik. Pernyataan itu disampaikan Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB), > > Prof. DR. Ir. Aman Wirakartakusumah, usai menghadiri acara > >puncak Gerakan Anti Sampah, seperti dijelaskan staf Humas IPB, Waluyo di > >Bogor. Gerakan Anti Sampah ini dipelopori oleh KOPEL (Komunitas Peduli > >Lingkungan). > > Mengubah sampah menjadi potensi ekonomi, kata Rektor IPB itu > > dicontohkannya dengan kian berkembangnya gerakan "organic farming" atau > > pertanian yang bebas dari penggunaan bahan kimia, di mana sampah organik > > sangat potensial sebagai bahan baku pupuk kompos bagi kebutuhan > > pertanian. "Ini bisa didorong secara 'scientific', yakni bagaimana sampah > > bisa diubah menjadi pupuk," katanya. Dia menyatakan, selain sampah > > organik, sampah anorganik lainnya, seperti plastik, kaca dan logam, juga > > bisa dipergunakan kembali melalui proses daur-ulang dan pakai-ulang. > >Mengenai aktivitas pemulung yang selama ini sudah memanfaatkan sampah > >sebagai komoditas yang bernilai ekonomi, namun nyaris hanya dipandang > >sebelah mata, apalagi diberi penghargaan di bidang lingkungan, Aman > >Wirakartakusumah menyatakan, bahwa para pemulung bersangkutan hendaknya > >lebih dihargai, bahkan dijadikan mitra dalam pengelolaan sampah bernilai > >ekonomi. > >Meskipun banyak orang memandang rendah pekerjaan para pemulung, katanya, > >namun mereka sudah membuktikan bahwa sampah merupakan komoditas bernilai > >ekonomi dan membuka lapangan kerja bagi ribuan orang. > > > > > >Dwi > > > > > >Join 18 million Eudora users by signing up for a free Eudora Web-Mail > >account at http://www.eudoramail.com > > > >-- > >Milis Diskusi Anggota LP3B Bali Indonesia. > > > >Publikasi : http://www.lp3b.or.id > >Arsip : http://bali.lp3b.or.id > >Moderators : <mailto: [EMAIL PROTECTED]> > >Berlangganan : <mailto: [EMAIL PROTECTED]> > >Henti Langgan : <mailto: [EMAIL PROTECTED]> > > > -- > Milis Diskusi Anggota LP3B Bali Indonesia. > > Publikasi : http://www.lp3b.or.id > Arsip : http://bali.lp3b.or.id > Moderators : <mailto: [EMAIL PROTECTED]> > Berlangganan : <mailto: [EMAIL PROTECTED]> > Henti Langgan : <mailto: [EMAIL PROTECTED]> > > > -------------------------------------------------------------------------- -- > Ikuti polling TELKOM Memo 166 di www.plasa.com dan menangkan hadiah masing-masing Rp 250.000 tunai > ------------------------------------------------------------------------- --- > > -- > Milis Diskusi Anggota LP3B Bali Indonesia. > > Publikasi : http://www.lp3b.or.id > Arsip : http://bali.lp3b.or.id > Moderators : <mailto: [EMAIL PROTECTED]> > Berlangganan : <mailto: [EMAIL PROTECTED]> > Henti Langgan : <mailto: [EMAIL PROTECTED]> -- Milis Diskusi Anggota LP3B Bali Indonesia. Publikasi : http://www.lp3b.or.id Arsip : http://bali.lp3b.or.id Moderators : <mailto: [EMAIL PROTECTED]> Berlangganan : <mailto: [EMAIL PROTECTED]> Henti Langgan : <mailto: [EMAIL PROTECTED]>
-- Milis Diskusi Anggota LP3B Bali Indonesia.
Publikasi : http://www.lp3b.or.id
Arsip : http://bali.lp3b.or.id
Moderators : <mailto: [EMAIL PROTECTED]>
Berlangganan : <mailto: [EMAIL PROTECTED]>
Henti Langgan : <mailto: [EMAIL PROTECTED]>
