Pak Made, foto-foto anda dan teman sudah saya kirim kemarin. Trims ya atas
presentasinya yang bagus.

Gde

-----Original Message-----
From: Made Wirata [mailto:[EMAIL PROTECTED]]
Sent: Tuesday, January 14, 2003 12:41 PM
To: '[EMAIL PROTECTED]'
Subject: [bali] Re: Bali Masa Depan

Yth Rekan-rekan ,

saya setuju kalau percerahan kewarga desa itu secara kontinue sesuai
perkembangan keadaan apakah misalnya minimum 3 bulan sekali, melalui sangkep
di desa-desa dimana menghadirkan dari pemerintahan, apa itu bidang
pertanian, perikanan, dsb. nya. Yang masalah sekarang, siapa yang musti
memberi inputan/usulan  ke pemerintah apakah kita melalui LP3B ?

mw

----------
From:   ketutd[SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
Reply To:       [EMAIL PROTECTED]
Sent:   Tuesday, January 14, 2003 7:28 AM
To:     [EMAIL PROTECTED]
Subject:        [bali] Bali Masa Depan
Importance:     High

Om Swati Astu,
Selamat tahun baru 2003 kepada bapak-bapak dan ibu-ibu anggota milis ini,
semoga kedepan Bali secara keseluruhan mendapat pencerahan-pencerahan dari
bapak dan ibu yang mempunyai akses ke semua perangkat pemerintahan kota
maupun desa dibali agar ide-ide yang sangat bermanfaat buat Bali dimasa
depan yang tentunya sangat berat untuk dilaksanakan!!. Seperti pendapatnya
yth Bp.Bangsing kalau tidak mulai dari sekarang kapan lagi.Dan kalau tidak
dikendalikan/diambil oleh kita warga Bali sudah sangat-sangat pasti diambil
orang non Bali. Hal itu kita bisa buktikan diseluruh kota dan desa di Bali!.
Kalau boleh dibilang sekarang sudah sangat telat dan susah untuk menatanya.
Sebagai misal butir/hukum pertama:
Sangat benar kata Bpk. Bangsing sektor yang disebut sudah dikuasai orang
lain, termasuk pemulung barang-barang bekas(bahkan KOMPAS pernah mengulas
penghasilan orang (orang non Bali) sektor ini dengan penjual sayur dipasar
(orang Bali) tingkat pencapaian penghasilan yang memadai jauh lebih cepat
orang non Bali tadi. Salah satu contoh masalahnya adalah ketidak tahuan
orang Bali soal akses pasarnya. Jangankan orang desa wong mulai dari Bupati,
Camat samapi lurahnya saja tidak tahu, atau mungkin tahu tapi tidak pernah
memberikan gambaran-gambaran usaha ini yah...orang Bali tidak ada yang
berminat. Soal lain mungkin masalah kultur? salah satu contoh menarik yaitu
di daerah Bali utara yaitu salah seorang warga desa Patas yang punya lahan
tandus yang sehari-harinya dia bercocok tanam cabai merah. Dengan bersusah
payah dia menanami lahannya yang tiga are tersebut dan menjual hasilnya
dengan sepeda bututnya dijajagan dari desanya sampai ke Seririt dengan
penghasilan yang pas-pasan begitu seterusnya. Suatu hari dia karena
seringnya dia ke Seririt tadi dia jumpai buah jeruk yang aduhai besar dan
manisnya. Setelah dia tanya ternyata dari desa Bondalem. Dengan semangat dan
uang hasil penjualan cabenya yang pas-pasan tersebut dia pergi ke desa
Bondalem. Betapa tercengangnya dia dimana sebelumnya yang namanya bupati,
camat, lurahnya tidak pernah memberikan pencerahan bidang itu. Lalu di beli
bibitnya dan dia ganti cabenya dengan jeruk. Panen pertama sudah
menghasilkan jutaan rupiah, penghasilan ini dipakai untuk mengganti semua
tanaman cabenya dengan jeruk, sampai pada panen kelima? hasil panennya
sangat bagus(rupa-rupanya tanah tandusnya cocok untuk tanaman jeruk) dan
mulailah dia membeli  truk angkutan yang dia beri nama jeruk manis, sari
manis ...entah ada berapa truk yang dia beli. Nah...kemajuan orang desa ini
mulai tersebar ke seluruh kecamatan dan desa Bali utara bagian barat. Dan
tanpa dikomando semua wagra desa disitu menanam jeruk. Yah ini salah satu
contoh saja dimana warga desa di Bali kadang-kadang perlu contoh
samapi-sampai PPL itu kadang-kadang karena penyampaiannya tidak benar tidak
digugu oleh petani karena itu tadi tidak memberi contoh nyata. Sama halnya
cerita keberhasilan orang desa tadi dengan keadaan di Lovina yaitu sektor
pariwisata.
Cukup sekian dulu karena terlalu panjang, lain waktu saya akan lanjutkan
hal-hal nyata yang terjadi di butir/hukum pertama dari bahasannya pak
Bangsing.
Om Shanti Shanti Shanti Om
Kt. Darma.


--
Milis Diskusi Anggota LP3B Bali Indonesia.

Publikasi     : http://www.lp3b.or.id
Arsip         : http://bali.lp3b.or.id
Moderators    : <mailto: [EMAIL PROTECTED]>
Berlangganan  : <mailto: [EMAIL PROTECTED]>
Henti Langgan : <mailto: [EMAIL PROTECTED]>


----------------------------------------------------------------------------
 Ikuti polling TELKOM Memo 166 di www.plasa.com dan menangkan hadiah masing-masing Rp 
250.000 tunai
 ----------------------------------------------------------------------------

--  
Milis Diskusi Anggota LP3B Bali Indonesia.

Publikasi     : http://www.lp3b.or.id
Arsip         : http://bali.lp3b.or.id
Moderators    : <mailto: [EMAIL PROTECTED]>
Berlangganan  : <mailto: [EMAIL PROTECTED]>
Henti Langgan : <mailto: [EMAIL PROTECTED]>

Kirim email ke