Salam Demokrasi, Merdeka!!!!!

Apa yang terjadi di Indonesia adalah sangat ironik. Dimana kadang-kadang gelar kehormatan dipakai untuk melakukan hal yang tidak hormat. Sebagai kaum bangsawan seperti raja di pusat, raja di Bali dan raja di Buleleng entah bagaimana, meski keputusan yang dibuat mendapat tentangan dan permohonan jalan terbaik dengan duduk bersama menguji secara objektif kebenaran suatu policy khususnya masalah PLTGU Pemaron. Akan tetapi kebohongan dan ketidak beranian Raja Buleleng, PT IP, PLN yang telah memilih waktu tgl. 10 Oktober silam dimana bisanya hanya bermain dari belakang dan tidak menunjukan sikap profesionalis bahkan justru tidak hadir pada waktu itu sebagai yang menetapkan saat temu tehknis. Malah berkirim e-mail layaknya anak lupa ingatan dan mengatakan telah bersosialisasi lebih dari 15 kali. Bahkan leakpun akan tertawa mendengar berita ada orang dari ahli teknologi seperti perlistrikan dan Indonesia Power mempresentasikan ilmunya di depan komunitas adat. Jangan-jangan besok ada Jero Pedanda membawakan makalah teknologi perlistrikan dihadapan orang PLN, Indonesia Power dst.
Dasar dunia sudah edan, sekarang banyak sekali orang pintar: ada yang pintar bohong ,menipu, rekayasa. Memang sekarang jaman puncaknya setan!!!! Tapi habis puncaknya yah harus lengser. Begitu juga dengan kebenaran yang di obok-obok, diinjak - injak: Habis diinjak ya menginjak.
Saya ingatkan kepada siapapun termasuk orang - orang PLN, Indonesia Power, Anti PLTGU Pemaron dan Pro, barang siapa yang menyimpan dusta, di tahun 2003 ini siap - siap untuk panen.

Nyoman Tirtawan

-- Milis Diskusi Anggota LP3B Bali Indonesia.

Publikasi : http://www.lp3b.or.id
Arsip : http://bali.lp3b.or.id
Moderators : <mailto: [EMAIL PROTECTED]>
Berlangganan : <mailto: [EMAIL PROTECTED]>
Henti Langgan : <mailto: [EMAIL PROTECTED]>

Kirim email ke