We live in a crazy world
Hai semeton, sinetron PLTGU di Pemaron, semakin
menarik, sehingga saya sangat setuju banget ide Bapak
Wisnaya untuk membuat buku tentang PLTGU ini.Bukankah
Bapak Wisnaya sendiri dalam tulisannya bersama Bapak
Sudja di Bisnis Bali, mengatakan bahwa Lovina akan
menjadi �SEJARAH� dan menjadikan Lovina sebagai
sejarah peletakan batu pertamanya telah diletakkan
pada tanggal 14 Mart yang lalu.
Lebih menarik lagi, katanya waktu peletakan batu
pertama, kelompok yang menolak datang dengan pakaian
adat, bawa beleganjur, sembahyang, dengan visi dan
misi yang jelas, harus berhadapan dengan kelompok yang
buka baju, menantang, bawa senjata. Tuhan masih
melindungi, karena tidak terjadi korban. Terbukti
disini, tulisannya Pak Wisnaya tentang �power of gun�
and �power of money� telah dibuktikan kebenarannya.
Bukti yang lain � GO-NGO� ( Government Organized NGO )
mungkin lebih kena kalau disebut �GO-PO� ( Government
Organizesd Preman Organization ), kan sekarang lagi
zamannya, ingat kasus Tommy Winata dengan Tempo.
Terpetik juga  berita bahwa kelompok pro nasi
bungkusnya disediakan oleh  Local Government. Kalau
berita itu benar, kita kan ikut membiayai kelompok pro
karena uang itu dari rakyat dan kita kan juga rakyat
meskipun rakyat kecil yang tidak berdaya .
Lebih menarik lagi pernyataan Bapak Bupati Buleleng
bawa tidak ada lagi dialog. Wah ini baru namanya
berita. Rakyatnya terpecah, bentrok, MESTINYA,
Bupatinya mengusahakan mereka bertemu untuk berdialog 
untuk mencegah perpecahan dan konflik phisik, tapi apa
yang terjadi bahkan sebaliknya. Sangat tepatlah kalau
sampai The Jakarta Post mengangkat juga kasus PLTGU
ini sebagai berita. Kita kan tahu, bahwa The Jakarta
Post memiliki kliber internasional dan tidak akan
menulis berita kalau berita itu cakupannya lokal.
Tetapi benar juga Bapak Bupati tidak memberikan
kesempatan untuk berdialog karena kalau dua kelompok
ini berdialog sama  saja dengan ahli komputer
berdialog dengan kusir dokar.
Tapi mari kita mencoba jangan melihat dari segi
negatipnya. Semua pengorbanan pasti ada imbalannya.
Mari kita syukuri karena Bupati Buleleng akan
menyelamatkan kita dari kegelapan, mungkin kita tidak
perlu bayar listrik, sekolah tidak bayar karena PAD
akan didongkrak dari kontribusi PLTGU ini, rakyat
sejahtera, itik akan pulang kekandangnya
masing-masing, �BALI TERUS TERANG AKAN TERANG TERUS�
seperti banyak spanduk yang terpampang, dan untuk itu
kita harus rela mengorbankan kawasan Lovina,
masyarakat Pemaron harus siap menghirup udara penuh
asap, kan sebelumnya desa adatnya sudah mendapat
sumbangan 15 juta dari PLTGU.
Barangkali tepat sesonggan Bali di London �NOTHING
SACRIFICE NOTHING GAIN�.
Have  a good day mate 
Dwi


__________________________________________________
Do you Yahoo!?
Yahoo! Platinum - Watch CBS' NCAA March Madness, live on your desktop!
http://platinum.yahoo.com

--  
Milis Diskusi Anggota LP3B Bali Indonesia.

Publikasi     : http://www.lp3b.or.id
Arsip         : http://bali.lp3b.or.id
Moderators    : <mailto: [EMAIL PROTECTED]>
Berlangganan  : <mailto: [EMAIL PROTECTED]>
Henti Langgan : <mailto: [EMAIL PROTECTED]>

Kirim email ke