Yth Ibu Made,
Artikel ini menarik sekali, agar kita-kita ini sadar bahwa itulah
wakil-wakil kita yang nyatanya tidak sadar lingkungan sosial sekitarnya yang
banyak dihimpit serba kekurangan, mereka tidak care terhadap penderitaan
saudara-saudara kita yang dulunya sebagai petani teladan dikirim ke TIM TIM
untuk membantu masayakat desa sana bagaimana bertani yang baik, dan mungkin
disana hidup mereka sudah boleh dikata berkecukupan. Tapi begitu ada konflik
mereka harus kembali ketanah air dengan bekal yang minim sekarang harus
hidup sengsara di Bali utara bagian barat. Renon resort com[plex sangat jauh
dari desa tadi, jadi bapak bapak tadi tidak pernah tahu ada saudaranya yang
sekarat butuh uluran jalan keluar untuk menyambung hidup.Ini baru salah satu
contoh saja, banyak contoh-contoh lain atau masyarakat desa lain yang
seperti tadi.
Sekarang persoalannya adalah bagaimana caranya supaya artikel-artikel bagus
ini sampai kepada mereka-mereka, karena bila artikel-artikel ini buat
kita-kita saja sudah barang tentu dicuekin!!!! alias tidak pernah nyampai.
Dan yang jelas sebagian besar masyarakat Bali tidak pernah tahu keadaan
wakil-wakilnya itu. Menurut hemat saya buatlah demo crazy dengan
sepanduk-sepanduk besar-besar agar dibudayakan berperilaku hidup tidak
bermewah-mewah dan lain sebagainya, hayo.....Bu siapa sponsornya?.  Memang
Bu ... Bali ini makin lama makin hancur saja!!.
Bayangkan di Bali yang namanya calo tanah.......wah sudah merajalela Bu.
Makanya tidak heran calo-calo tanah itu kaya mendadak/ milyarder-milyarder
baru. Hidupnya sangat mewah, mobil mewah nongkrong banyak, ikut Harley
Davidson Club dllnya. Ibu ingat peristiwa kerusuhan Mei  di Jakarta?. Banyak
sekali orang-orang kaya Jakarta mencari tempat aman yaitu Bali...sorganya
bagi para pendatang!!,...bukan turis.Mereka beli tanah dimana-mana, mereka
beli kebun dimana-mana dengan bebasnya. Mereka datang beli rumah dan tanah
untuk berteduh dan berlindung, dan beli kebun untuk berbisnis. Boleh ibu
survey ke daerah Singaraja bagian barat atau kota negara. Di daerah itu ada
sentra-sentra budi daya burung wallet yang terkenal, dan siapa
pemiliknya?....ya pendatang itu tadi. Nah disini perangkat desa, camatnya
juga cuek bebek dengan kondisi daerahnya sendiri. Tidak pernah ada ajakan
atau penyuluhan, pencerahan agar masyarakat tidak menjual tanahnya untuk
usaha budidaya Wallet tadi. Fakta membuktikan bahwa masyarakat yang menjual
tanahnya hidupnya akan menderita, karena uang hasil penjualan tanahnya habis
untuk hal-hal yang kurang baik. Jadi sekali lagi pencerahan-pencerahan itu
sangat penting, bagaimana caranya tentu LP3B punya solusi terbaiknya bagi
masayarakat Bali khususnya. Sehingga tidak terbalik orang Bali yang sudah
tidak punya tanah tadi harus transmigrasi, disisi lain orang lain datang
keBali menggali potensi yang ada.
Salam Bu
Ketut D
----- Original Message -----
From: "nimade widiasari" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Monday, February 17, 2003 11:11 PM
Subject: [bali] Re: demo crazy


> Dear friends,
> so nice article...I love it.
> ha..ha......ha...gue suka banget....! Tapi kayaknya
> yang kita ceritain cuek2 aja tuh..! Mereka bangga
> pakai baju safari, mobil keren, karena menjual
> dongeng...tentang negeri diatas angin...
> widi
>
> --- hartawati dwi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> > Demo Crazy
> >   One day, a friend of mine, a freelance guide was
> > guiding a group of tourists from many countries.
> > Their
> > first destination was the DPRD Bali complex, located
> > in Renon area next to Bali's Governor Office
> > complex.
> > It is a huge complex with its elaborately carved
> > buildings, it may more attractive than the
> > Parliament
> > House in Canberra, Australia.
> >   Before entering the split gates of the complex,
> > the
> > bus carrying the group of tourists was travelling
> > the
> > Renon area enjoying unfinished monument erected
> > right
> > in the middle of the square. Along the fringe of the
> > square, there were so many people were  very busy
> > making money by selling whatever  they could afford
> > such as selling peanuts, bakso, sweets, bottled
> > drinks
> > etc. The heat from the sun was scorching. They did
> > not
> > care. They were struggling for survival. In the eyes
> > of tourist, there were very poor or even destitute.
> > This view attracted the group. One of them then was
> > asking: "who are they". The guide, firstly, somewhat
> > upset hearing such a question. But he was a real
> > smart
> > guide. He said :" well, ladies and gentlemen, those
> > people are who own this country. This is a
> > democratic
> > country. The sovereignty of this country is in their
> > hands. I would say, he said further, as a democratic
> > country the sovereignty is in the hand of the
> > people".
> >    Then, the group was entering the DPRD complex.
> > There they came across well dressed people, driving
> > luxury cars such BMW, Toyota Celica, etc. The
> > parking
> > lot of the complex virtually filled with so many
> > cars.
> > The tourists viewing all of these were appalled and
> > asked their guide : "who are they?".
> > The guide said :"well, as a matter of fact, they are
> > the representative of the people you just
> > encountered
> > outside. In short, they are representing them. They
> > are struggling for the welfare of the people they
> > are
> > representing".
> > "what they are doing now here?", the tourist asked
> > further.
> > "They may be discussing a mega project, widely known
> > as PLTGU Pemaron, planned to be built in a tourist
> > resort of Lovina, which has been strongly opposed by
> > the local people".
> >    The story will not stop there. The saga of  PLTGU
> > drags on.
> > Have fun friends.
> > Dwi.
> >
> >
> >
> > __________________________________________________
> > Do you Yahoo!?
> > Yahoo! Shopping - Send Flowers for Valentine's Day
> > http://shopping.yahoo.com
> >
> > --
> > Milis Diskusi Anggota LP3B Bali Indonesia.
> >
> > Publikasi     : http://www.lp3b.or.id
> > Arsip         : http://bali.lp3b.or.id
> > Moderators    : <mailto: [EMAIL PROTECTED]>
> > Berlangganan  : <mailto: [EMAIL PROTECTED]>
> > Henti Langgan : <mailto:
> [EMAIL PROTECTED]>
>
>
> __________________________________________________
> Do you Yahoo!?
> Yahoo! Shopping - Send Flowers for Valentine's Day
> http://shopping.yahoo.com
>
> --
> Milis Diskusi Anggota LP3B Bali Indonesia.
>
> Publikasi     : http://www.lp3b.or.id
> Arsip         : http://bali.lp3b.or.id
> Moderators    : <mailto: [EMAIL PROTECTED]>
> Berlangganan  : <mailto: [EMAIL PROTECTED]>
> Henti Langgan : <mailto: [EMAIL PROTECTED]>


--  
Milis Diskusi Anggota LP3B Bali Indonesia.

Publikasi     : http://www.lp3b.or.id
Arsip         : http://bali.lp3b.or.id
Moderators    : <mailto: [EMAIL PROTECTED]>
Berlangganan  : <mailto: [EMAIL PROTECTED]>
Henti Langgan : <mailto: [EMAIL PROTECTED]>

Kirim email ke