|
Yth. Pak Gede dan teman seperjuangan.
Selamat berjuang!!!!!! dan salam Merdekaaaaa!!!,
merdeka dari limbah dan gas polutan buat warga Pemaron, Lovina dan warga
Buleleng.
Biarlah peletakan batu pertama itu terjadi, nggak
usahlah kita mau dibenturkan secara fisik antara sesama warga yang toch itu
saudara-saudara kita juga yang barangkali belum paham betul arti apa itu ramah
lingkungan. Moga-mogalah onggokan batu pertama yang diletakkan dengan biaya
yang tidak murah (itu baru batu pertamanya saaja lho) itu menjadi hanya seonggok
batu saja. Pokoknya kita pastu batu itu agar hanya menjadi batu kecil itu saja
selamanya disitu! ha...ha...ha. Ambillah banyak pelajaran dari kasus
Bali Nirwana, apa kekurangan-kekurangannya dari perjuangan saudara-saudara kita
disitu. Kita coba terapkan pada kasus di Pemaron. Biarlah pak Umar yang sudah
mantan dan pikun itu berkomentar seperti itu, karena dia memperoleh informasi
juga dari orang yang tidak pernah keluar rumah alias sudah pikun juga
barangkali. Pak Umar dan informannya itu jelas pikirannya masih dijaman tahun
1960-an. Walaupun informannya itu sudah bolak balik lewat Lovina tapi karena
linglung tadi yah...itu tadi dia hanya bisa bilang hotelnya hanya ada satu yaitu
Lovina.
Udahlah Pak Gede jangan hiraukan orang-orang
linglung itu, mari kita berjuang terus, angkat isue-isue ini sampai ke tingkat
yang lebih tinggi seperti saran teman-teman anggota milis ini.
Selamat berjuang!
Salam
KD
|
- [bali] Re: Selamat berjuang terus ketutd
- [bali] Re: Selamat berjuang terus Gde Wisnaya Wisna
- [bali] Re: Selamat berjuang terus ketut.tejawibawa
