|
Pak Ketut, Ternyata
anda yang memastu batu itu, bukan Ketut Teja he..he.? Hampir saja memang ribuan orang berentem gara-gara sebuah batu.
Kita akan berjuang terus dengan cara-cara damai, yang penting pesan, bahwa PLTGU
Pemaron masih tetap ditolak, sampai kepada para pengambil keputusan. Email Pak
Umar sudah kena "exim bounce". Jadi barangkali email-email yang
ditujukan kepada P. Umar tidak akan sampai, maka kita stop dulu
"kemarahan" kita kepada Pak Umar Said. Jika dipikir-pikir, memang Pak
Umar hanya menerima informasi saja tentang keadaan Lovina, bukan pendapatnya.
Malahan kita berterima-kasih kepada Pak Umar yang telah menyampaikan kepada
kita, bahwa ada orang yang memberi informasi keliru tentang Lovina. Sekarang
tentu, Pak Umar sudah tahu situasi sebenarnya, sehingga kita berharap Pak Umar
akan menyampaikan isi email teman-teman kepada mereka yang akan memutuskan
PLTGU Pemaron. Kita justru minta bantuan Pak Umar dalam hal ini.? Be cool Friends. Merdeka
!!! Gde
Wisnaya -----Original
Message----- Yth. Pak
Gede dan teman seperjuangan. Selamat
berjuang!!!!!! dan salam Merdekaaaaa!!!, merdeka dari limbah dan gas polutan
buat warga Pemaron, Lovina dan warga Buleleng. Biarlah
peletakan batu pertama itu terjadi, nggak usahlah kita mau dibenturkan secara
fisik antara sesama warga yang toch itu saudara-saudara kita juga yang
barangkali belum paham betul arti apa itu ramah lingkungan. Moga-mogalah
onggokan batu pertama yang diletakkan dengan biaya yang tidak murah (itu baru
batu pertamanya saaja lho) itu menjadi hanya seonggok batu saja. Pokoknya kita
pastu batu itu agar hanya menjadi batu kecil itu saja selamanya disitu!
ha...ha...ha. Ambillah banyak pelajaran dari kasus Bali Nirwana, apa
kekurangan-kekurangannya dari perjuangan saudara-saudara kita disitu. Kita coba
terapkan pada kasus di Pemaron. Biarlah pak Umar yang sudah mantan dan pikun
itu berkomentar seperti itu, karena dia memperoleh informasi juga dari orang
yang tidak pernah keluar rumah alias sudah pikun juga barangkali. Pak Umar dan
informannya itu jelas pikirannya masih dijaman tahun 1960-an. Walaupun
informannya itu sudah bolak balik lewat Lovina tapi karena linglung tadi
yah...itu tadi dia hanya bisa bilang hotelnya hanya ada satu yaitu Lovina. Udahlah
Pak Gede jangan hiraukan orang-orang linglung itu, mari kita berjuang terus,
angkat isue-isue ini sampai ke tingkat yang lebih tinggi seperti saran
teman-teman anggota milis ini. Selamat
berjuang! Salam KD |
- [bali] Selamat berjuang terus ketutd
- [bali] Re: Selamat berjuang terus Gde Wisnaya Wisna
- [bali] Re: Selamat berjuang terus ketut.tejawibawa
